
Pada saat ini pendangan semua orang tertuju kearah Fugaku, mereka masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang. Pikiran semua orang masih berkecambuk dan tidak ingin keluar dari kanyataan.
Sementara Fugaku masih mencengkram leher Ninja desa Iwa, Ninja ini meronta-ronta ingin melepaskan diri dari Fugaku tapi dia hanya bisa menggerakkan kaki serta mencengkramkan kedua tangan ke tangan yang sedang mencekram lehernya.
"Si-siapa kau!." kata Ninja ini dengan suara serak, mukanya sudah putih pucat dia mengetahui orang didepannya adalah Ninja Uchiha tapi dirinya belum pernah melihat ada orang sekuat ini dari Klan Uchiha selain Katachi.
Fugaku tidak membalas, karena dirinya masih ingin melihat bagaimana Ninja Iwa ini bertahan dari situasi semacam ini, kalaupun dia menyerah tetap saja Fugaku tidak akan melepaskannya.
Merasa lawan bicaranya tidak menjawab Ninja Iwa menggertakkan gigi dan mengayunkan kakinya kearah pinggang Fugaku, gerakan Ninja Iwa sangat jelas dimata Fugaku yang saat ini masih mengaktifkan Sharingan.
Klikkk*
Suara patah tulang terdengar dan jatuhnya tubuh Ninja Iwa dari atas pohon menandakan kalau suara tulang patah tadi berasal dari lehernya yang dipatahkan oleh Fugaku, seringai jelas dibibirnya saat ini dan memandang kearah jasad Ninja Iwa Fugaku juga turun dari pohon sambil menyimpan kunai ketas kecil dipinggangnya.
Taki setelah melihat Fugaku turun dari pohon segara dia menghampiri Fugaku. Muka yang ditunjukkan Taki antara terkejut dan kekaguman, dia bisa melihat kalau semua Ninja Iwa disini berada ditingkat Chounin keatas dan pemimpinnya berada di tingkat Jounin Elit.
Sudah jelas kalau Fugaku berada di tingkat lebih tinggi dari Jounin Elit, dia pernah melihat data Fugaku disana mengatakan kalau Fugaku masih baru berada di tingkat Jounin dan tidak mengatakan selebihnya.
Sekarang didepan matanya saat ini dirinya mengatahui kalau kekuatan Fugaku melebihi apa yang dilihatnya terakhir kali.
"Taki cari informasi dari jasad ini, setelah kau selesai menemukan informasi penting segara kita semua akan melanjutkan perjalanan kembali, dan juga jangan lakukan hal tidak penting kita sedang mengejar waktu." kata Fugaku memandang Taki didepanya.
"Baik Fugaku-sama." balas Taki dan langsung melaksanakan perintah Fugaku tadi.
Sementara Ninja Uchiha yang lain memeriksa tubuh Ninja disekitar mereka, karena Fugaku membunuh tampa menggunakan Ninjutsu jasad Ninja Iwa masih bersih dan tidak rusak jadi menemukan informasih lebih cepat.
Segera Taki membawa sebuah gulungan ditanganya dan berjalan kearah Fugaku yang sedang bersandar disebuah pohon.
"Fugaku-sama, gulungan ini berisi perintah dari Tsuchikage dia memberi perintah beberapa Ninja untuk menyergap bala bantuan Ninja Konoha yang dikirm ke perbatasan desa Iwa." kata Taki menyerahkan gulungan ditangannya.
Fugaku mengngguk."Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan."
Setelah Fugaku mengambil gulungan tersebut dia langsung menghilang dan disusul oleh semua orang.
Sementara itu di kemah desa Konoha, situasi disana masih tenang sebelum badai menerjang kemah ini dan sekarang Sakumo berdiri berseberangan dengan Orochimaru.
__ADS_1
Mereka berdua melihat perkemahan didepan mereka dan masing-masing kedua belah pihak mengangguk bersamaan.
"Orochi-san kapan bala bantuan tiba disini? bukankah mereka seharusnya tiba setengah jam yang lalu?." tanya Sakumo.
"Mungkin mereka beristirahat dihutan atau malah masih belum dikirim kesini." balas Orochimaru sambil menjilat bibir.
Sesaat kemudian Ninja Konoha berdiri didepan Sakumo sambil menyerahkan gulungan, Sakumo pun langsung membuka gulungan tersebut setelah melihat isi didalam gulungan Sakumo tersenyum sebentar dan memandang kedepannya.
"Mereka sudah tiba." kata Sakumo meletakkan Gulungan ditangannya kemeja.
"Ya." Orochimari mangangguk.
Selusin bayangan hitam tiba-tiba muncul didepan mereka berdua dan muncullah sepuluh orang disana, selusin orang ini adalah Ninja Uchiha yang dikirm kesini untuk mengatasi adanya Ninja Iwa.
"Kami sudah datang Sakumo-sama, Orochimaru-sama." kata Taki menundukkan kepala sedikit.
Sakumo mengangguk dan tersenyum."selamat datang dikamp Konoha, pasti kalian lelah setelah menempuh perjalan jauh kesini, ayo aku sudah menyipakan tenda untuk kalian semua!."
Sebelum Sakumo sadar Orochimari dibelakangnya menyentuh pundak Sakumo dan memberi tahukan kalau orang didepan mereka lebih dari informasi yang mereka terima.
Mengetahui ucapan dari Sakumo Taki mengangkat kepalanya dan berkata."Ahhhh... Tuan Muda Klan Uchiha kami juga ikut dalam perjalanan kemari."
Sakumo mengangguk paham dan segara memerintahkan Ninja lain menyiapkan tenda untuk Fugaku tinggali, Sakumo tidak bisa melakukan hal gegabah didepan Fugaku.
Meskipun dirinya mempunyai Status besar sebagai White Feng Konoha, tetapi Fugaku adalah penerus Klan besar.
Melihat kearah Fugaku Sakumo agak terkejut karena Fugaku tidak seperti anak dibawah umur seperti biasanya, tinggi Fugaku 1.7cm dan prawakan wajah Fugaku sendiri sudah agak dewasa.
Dan sekarang Fugaku berumur 7 tahun.
"Orochi-san mungkin kita akan sibuk." kata Sakumo sambil menyerahkan gulungan yang diberikan Taki.
Orochimaru melihat isi dari gulungan itu dan lidah ularnya menjilat bibir, raut muka Orochimaru agak serius saat membaca isi didalam gulungan.
Memandang Sakumo sebentar dia mengalihkan pandangan kearah Ninja yang sedang mengangkat kotak perbekalan."Kamu, panggil Akemi suruh dia datang ketenda ku."
__ADS_1
Ninja yang ditunjuk Orochimaru meletakkan kotak kesamping dan segera berlari kearah orang bernama Akemi.
"Sakumo-san tenang saja, masalah ini biar aku yang urus kamu beristirahatlah sebentar, selama setahun ini kamu sudah berkerja keras." kata Orochimaru tersenyum meskipun senyum nya itu mengerikan Sakumo agak terbiasa melihatnya selama beberapa tahun ini.
"Baiklah kuserahkan masalah ini kepadamu, mungkin aku akan minta cuti sebulan nanti." balas Sakumo membalas senyum Orochimaru.
"Taki, beristirahatlah dulu bersama Kelompokmu kalau ada masalah datanglah ke kemahku." lanjut Sakumo berjalan kekemahnya sambil melambaikan tangan.
Fugaku dari tadi diam tampa gearakan yang besar, dirinya melihat dua legenda dalam anime aslinya dan sekarang suasana hati Fugaku sedang bahagia.
Menggelengkan kepala Fugaku berkata."Taki beristirahatlah dulu bersama yang lain."
"Baik Fugaku-sama." Taki mengangguk dan berjalan bersama kelompoknya kearah tenda.
Fugaku juga berjalan kearah tenda yang sudah disiapkan untuknya, selama perjalanan menuju tenda Fugaku melihat beberpa Ninja Konoha sedang berlatih ini dan itu.
Sesaat kemudian mata Fugaku tertuju kearah kotak senjata, disana terdapat kunai, suriken dan pedang pendek. Fugaku tertarik dengan pedang pendek karena dirinya mengngingat kalau pedang pendek biasanya dibuat untuk alat pembunuhan secara diam-diam.
Mengambil pedang pendek tersebut Fugaku mengeluarkanya dari dalam sarung dan melihat bilah putih memantulkan bayangan matanya, Fugaku sedikit demi sedikit mencoba mengalirkan energi alam kedalam pedang pendek tersebut.
Energi alam yang bercampur dengan Chakra memenuhi bilah pedang pendek dan aura biru tajam melapisi pedang pendek tersebut.
Krekkkk*
Suara terperedam terdengar dan tiba-tiba pedang pendek hancur berkeping-keping karena tak kuasa menahan energi besar yang dimasukkan Fugaku.
"Benar saja, hanya pedang itu yang bisa menahan setengah energiku." kata Fugaku melemparkan ganggang pedang ketanah.
Selama ini Fugaku menyoba berbagai cara untuk memasukkan energinya ke media benda padat, seperti Kunia, Suriken dan berbagai pedang ahasil semua hancur sebelum sepuluh detik energi Fugaku memasukinya.
"Hmmm... aku ingat bukankah Klan Uzumaki sepesialis penyegelan, bisakah mereka membuat kertas yang bisa menyegel Chakra?." Pikir Fugaku.
Setelah dirinya mendapatkan teknik penyerapan energi alam, tak henti-hentinya tubuh Fugaku menyedot energi alam disekitar meskipun penyerapan energi alam tidak secepat saat pikiran Fugaku difokuskan kealam, efeknya tetap saja membuat Chakra Fugaku meningkat setiap saat.
Kekai Genkai Fugaku mengimbangi masuknya energi alam ketubuhnya, jadi Fugaku tidak perlu mengkawatirkan kalau tubuhnya dimasa depan akan meledak karena kelebihan Chakra.
__ADS_1
"Setelah perang ini, aku akan segera berkunjung kedesa Uzushiogakure." guman Fugaku melanjutkan jalannya kearah tenda.