
Episode Wironoto Negoro dan Wiranata Negara 01
Negeri para panglima membentang dari timur ke barat, timur dari perbatasan Blora ke selatan hingga pegunungan Malang, kebarat Purwodadi, kearah utara berbatasan Pati, ke barat sampai Semarang, ke selatan sampai Gunung Kemukus, kebarat menyambung hingga ke Ujung Kulon yang dikuasai jin Subrata bersaudara dan raja Leak Antasoma, Gunung Karang dibawah Raden Panji, dan di utara dikuasai Panglima Sinar yang akhirnya menunduk kepada Pangeran Jayakarta,
kerajaan para jin itu luasnya kayak pusle, semacam lambirin yang luasnya seperti bekas ompol dalam bantal bati itu akhirnya tinggallah menjadi cerita, dan kendali kecil sisa kekuasaan sekarang diatur oleh Kanjeng Prabu Mujikri, untuk mempertahankan wilayah agar tak kosong oleh lawan dan penyusup, dan menstabilkan rakyat yang tersisa, agar imannya tetap teguh dalam islam, ibarat tanah yang diolah karena akan menjadi tanah baru yang subur untuk ditanami benih padi baru, padi yang ditanam siap menguning untuk ditanam di kemudian hari
Dan anggaplah kisahku ini kisah yang unik, seperti sebuah mimpi saja tapi panjang, berhari hari atau berminggu minggu, inilah kisah negeri para panglima, bukan sembarang panglima tapi bangsa jin dan siluman.
kisah pada episode ini adalah kisah sama jin naga yang aku temui dan anggap berdialog dalam mimpi mimpiku itu...
NOGO MULAD SALIRO WANI,1388 Saka/1466M/887H...sebuah symbol yang dipahat sebagai tanda di masjid Demak Bintoro pada jaman para wali oleh ki ageng selo atau ki ageng Selo Ngabdulrahman...inilah sepotong kisahnya….
bercakaplah aku sore itu dengan mbah qarim karena dia selesai mengajar dan aku menunggu setelah sholat ashar...
"bagaimana negaramu ?" tanyaku..
"negara kami dapat dikatakan aman, cuman serangan dari hari jumat malam atau sabtu sampai kamis depan akan ramai, usahakan jangan tidur malam" kata qarim..
"lha kok kamu tau ?" tanyaku...
"saya mendapatkan informasi langsung dari mbah liong, mbah liong mencuri berita dari musuh bahwa akan banyak serangan yang ditujukan kepada para sedulur semua..."jawab qarim..
"apakah karena wironoto dan wironata ?" tanyaku...
"bukan, kedua itu menjadi pasukan didepan menghalau serangan yang ada, mereka berkeliling patroli menjaga keamanan " kata qarim lagi.." jadi dia gagah berani melawan musih yang menggangu negara dan keamanan , juga karena sekarang banyak penyusup"
"penyusupnya bagaimana ?" tanyaku...
"penyusupnya memakai jubah, dan tidak bisa terlihat bahkannoleh bangsa kami yang ghaib pun tak bisa terlihat, memakai semacam jubah, awalnya ketika glemboh mencium bau mereka musuh kita, glemboh itu khan hobinya makan sembarangan... begitu mencium bau lawan langsung dia terkam dan makan yang tak terlihat itu, keluar darah makanya para harimau langsung begitu mencium akan memakan mereka itu, mungkin mereka itu lupa kita itu mempunyai pasukan harimau sangat banyak, penciuman dan indera lainya sangat tajam" terang qarim...
"lha apakah bukan akibat perbuatan para naga dari jakarta itu kita diserang ?" tanyaku...
"ehm , bukan mereka itu menyerang bagaikan angin, jika tak kami jaga burung sampeyan, ikan sampeyan sudah pasti mati, musuhlah pengganggunya, tujuannya menghancurkan orang baik, pokoknya mereka itu tak suka " jelas qarim...
"mengenai naga di jakarta itu kami menyebutnya mbah abang atau mbah merah karena ekornya menancap di daerah tanah abang" jelas qarim , kemudian melanjutkan "dia itu menancap kuat dan karena dulunya dia dibawa dari china oleh seorang bikhsu, kemudian datang ke sunda kelapa yang saat itu dikuasai oleh armada fatahillah, kemudian dia masuk islam makanya di tinggalkan disitu tujuannya awalnya adalah menjaga warga china disana dari belanda , tapi kemudian menjaga sunda kelapa waktu itu dan penduduknya dari ancaman belanda, tetapi karena tidak ada yang merawat maka kemudian menjadi energi negatif, dulu pernah didatangi kerajaan pantai selatan sebagai benteng pertahanan, tetapi kemudian sepertinya dia membuat perjanjian rahasia dengan kerajaan yang sangat jauh sampai kami pun tak bisa melihatnya" kata qarim..
"kalau naga jakarta itu pernah didatangi panglima sinar agar jangan menggangu kerajaan kami, tapi dia memamerkan kekuatannya maka dia membesar (sebesar jempol tangan) kemudian panglima sinar membesar (sekepalan tangan) "kata qarim sambil membandingkan dengan perbandingan "jadi naga itu sebetulnya sudah takut kepada kerajaan kami, tapi naga itu menyerap energi negatif maka sekarang masyarakat jakarta mengapa beda dengan dengan kota lain, disana misalkan pelacuran seolah dihalalkan, perjudian seolah diperbolehkan, maksiat menjadi hal biasa ya karena itu, naga itu melingkar dari selatan memutari jakarta ekornya menancap di tanah abang, kepalanya emas di tanjung priuk jakarta" kata qarim...
"lha kalau wiranata dan wironoto itu bagaimana karena raksasa di dekat monas itu khan sudah ikut sampeyan qarim " kataku..
"wironoto dan wiranata adalah benar dulu ikut soekarno, kalo raksasa itu hanya ngaku ngaku saja itu, bapak tau apa yang sering dibawa soekarno itu ?" tanya qarim..
"ooo....tongkat komando itu , apakah didalamnya ada tombaknya itu ya ?" tanyaku..
"ya didalamnya ya diisi wironata dan wiranata itu, makanya sekarang tongkat itu kosong" kata qarim...
"emang sekarang dimana tongkat itu, katanya ilang" tanyaku...
"sebetulnya itu sekarang kosong, emang sekarang itu dibawa (*******) tapi isinya kosong, jadi cuma membawa wadah kosong saja dan menyimpan wadah kosong saja" kata qarim lagi...
"ehm, yang penting tidak hilang saja karena itu peninggalan bersejarah indonesia" kataku...
"mengenai naga jakarta itu kayaknya melalukan perjanjian rahasia, mungkinkah kerajaan iblis, tadi siang saya ke bagdad, menurut mereka kerajaan iblis di segitiga bermuda"kata qarim tiba tiba "maaf saya ..ehm....kalo dialam manusia seperti berdiri bulu (merinding)" kata qarim..."kerajaannya di laut hitam disana adalah pusatnya" kata qarim kemudian...
"segitiga bermuda itu ada dibanyak tempat, di perbatasan amerika sana juga ada, juga di indonesia itu juga ada yaitu di dekat sulawesi selatan sana, deket selat sulawesi" kataku menjelaskan...
"ehm pak sebentar lagi, saya mau berbuka saya pamit...asalamualaikum.." pamit qarim...
tanpa kusadari ada swbuah kisah, dan kisah ini merupakan cerita yang hilang dalam pembicaraan tadi...
"lho, apakah wironata dan wiranata sudah engkau bekali dengan senjata mengingat tugasnya yang berat ?" tanyaku..
"semua senjata secara otomatis sudah kami bagikan kepada pasukan termasuk para raja raja kecil ?" jelas qarim...
"lha kalo tongkat komando itu sekarang disimpannya dimusium atau dimana ? " tanyaku...
"disimpannya dirumah (*******) tapi kosong karena wironoto bersaudara setelah taun 1970 kembali lagi ke menunggui makan ki ageng selo" kata qarim...
" bagaimana yang saya minta tolong njenegan obati ?" tanyaku...
"ehm, orang sudah diberi mukjijat Allah kok malah pengen mati, orang itu kalo tak pernah beramal ya begitu, seolah olah rela mati dari pada hartanya habis, seolah olah rela mati dan nyawanya hilang daripada hartanya habis, orang seperti itu tertipu dunia..." jelas qarim...
"kalo maksudnya tangannya hitam itu bagaimana ?" tanyaku...
"orang jika tangannya bercahaya hitam dan tak ada wangi wanginya itu sepengalaman saya orang yang kikir, tak pernah ikhlas memberi, tak pernah bersodakoh, bahkan beramal di masjid saja tak pernah jadi tangannya tak ada cahaya nya tangannya hitam, sedangkan orang yang senang menolong dan bersedekah itu tangannya saja bersinar terang dan beraroma wangi " jelas qarim...
" memangnya bisa melihat dan merasakan ?" tanyaku lagi...
"ya bisa, sepengelihatan saya begitu" kata qarim..
"orang sini itu kalo saya perhatikan susah sekali beramal dan menolong orang, taunya hanya harta, duit, seolah olah mau dibawa mati saja"jelas qarim...lanjutnya lagi.."bapak bukan orang asli sini khan? kalo saya lihat bukan ?" kata qarim....
" bukan, saya pendatang disini qarim, ada apa kok tanya?" jawabku dan balas bertanya...
"orang sini itu susah menolong, tidak ada ringan tangannya dalam menolong, saya sendiri juga heran mengapa demikian, padahal kami sekarang mengajarkan bersedekah dan membantu sesama, padahal kami patuh pada perintah islam, kami belajar memperbaiki diri kok manusia pada tak mau melakukannya "kata qarim lagi...
"iya seneng dengan katamu tadi, alhamdulilah di bangsa kalian sudah berubah menjadi baik sehingga unsur nehatif pada diri manusia itu berkurang"kataku..
"kok bapak bisa dan betah sih hidup disini, masyarakatnya karakternya kalo saya lihat kurang baik, rata rata seperti itu" tanya qsrim lagi....
"biarkan saja, mungkin itu cobaan bagi saya dan doakan saya kuat menanggungnya"kataku lagi....
"saya memperhatikan njenengan itu berbeda dengan orang kebanyakan disini, makanya saya bilang tadi pasti bapak ini pendatang ?" jawab qarim...
"oh gitu ya..." jawabku.."makanya doakan aku agar move on" kataku sekenanya...
"apa itu move on ?" tanya qarim...
__ADS_1
"move on itu artinya...ehm...ehm....KAAAABBBBBBUUUUUUURRRRRRR !!!!!!!"......
dan kamipun ketawa lepas....
"bagaimana dengan naga cheng ho itu ?" tanyaku...
"naga cheng ho itu sudah islam, dan sekarang ikut menjadi murid kyai sehingga tambah menjadi kuat" kata qarim...
"asalamualaikum , saya pamit ada rugas mendesak di wilayah timur " pamit jagat pati...
"walaikum salam, silahkan" kata kami berdua..
"lha terus bagaimana dengan kemampuan perisainya ?" tanyaku..
"perisainya kuat, cuman memang belum sempurna bentuk naganya, kalo mbah liong sudah berbentuk naga dengan sempurna, apalagi dia sekarang sudah punya sayap sehingga bisa terbang, makanya dia menjaga langit dibantu lowo ireng dan pasukannya" jelas qarim..
"mohon ijin jika bapak sowan ke kanjeng guru saya mohon ijin diajak" mohon si qarim..
"lha kemaren jagad pati sudah mohon ikut njenengan ikut, tapinjangan semua, ada yang menjaga negara juga lho ya" kataku..
"ehm, di majlis sekarang dilarang medium, mungkin karena banyak penyusup" kataku...
"sebetulnya sebelum medium itu membaca ayat khursi 3 x, kemudian an nass 3x baru dilakukan medium, jadi kalo ada serangan terpental, sebaiknya kalo bisa hafal surat al jinn minimal 3 ayat, misalkan bapak memanggil saya mediumnya baca ketiga surat tadi dan njenegan juga baca, jadi selain saya yang dipanggil akan terpental jika yang masuk yang lain" jelas qarim...
"oooo....gitu ya" jawabku...
" saya lihat dimajlis jin seperti saya dan mirip mirip saya juga banyak , jadi kemungkinan penyusup banyak" kata qarim...
" makanya sebaiknya tidak usah" jawabku lagi...
"bangsa kami itu sifatnya sombong, arogan dan berlebihan tapi itu karena mereka tidak tau hakekat jin itu apa , kalo memahami akan tidak seperti itu" jelas qarim..
"memang jin seperti kamu beda dengan yang lain"tanyaku...
"beda, leluhur saya adalah jin yang mengikuti ajaran Rosul pertama kali dan saya adalah keturunan jin muslim dan hasil perkawinan jin muslim jadi beda dengan yang lain, njenengan tentu pernah dengar cerita tentang dakwah kanjeng rosul kepada bangsa kami dan mengislamkan bangsa kami" kata qarim.....
"dulu kanjeng rosul pernah menda'wahi kami , disebuah padang yang luas, kemudian padang itu menjadi penuh oleh bangsa kami mendengar da'wah beliau, kemudian kami memeluk islam dan dibimbing Rosululloh langsung, dan beliau sering datang ditengah malam untuk menda'wahi kami, pernah pula beliau mengajak salah satu sahabat untuk ikut dalam menda'wahi bangsa kami" kata qarim...
"sekarang tempat menda'wahi bangsa kalian itu dibangun masjid terkenal dengan nama mesjid al jinn , makanya pemerintah arab saudi berencana menghancurkan masjid itu dengan berbagai alasan, kalo kamu sempat kesana kamu bisikkan saja kepada bangsamu untuk menghentikan penghancuran mesjid itu" kataku....
" hakekatnya bangsa kami, jika tau tugas dan makna jinn itu adalah sebagai pesuruh manusia, kami ini mengabdi kepada manusia , bukan sembarang manusia tapi manusia yang beriman, dan bukan sombong dan berlebihan dalam bertindak dan bersikap, kalo manusia meniru bangsa kami ya malah kayak jin, orang jin itu meniru manusia kok malah terbalik ini" kata qarim sambil senyum...
"lha jin yang bener itu yang kayak apa ?" tanyaku...
"jin itu ya jin, nggak usah meniru manusia misalkan manusia bilang gendruwo, maka manusia ngasih gambaran bulunya lebat, hitam dan menyeramkan, padahal gendruwo itu derajadnya rendah di bangsa kami, jin rendahan"kata qarim...
"bagaimana dengan luka gatal ditubuhku ini?" tanyaku...
sambil senyum qarim menjawab " itu bulu dari bangsa kami yang menempel di kulit bapak makanya gatal ya ? kalo orang seperti njenengan paling gatal , pengaruh gatal akan hilang dengan di siram air wudhlu saja, tapi kalo orang yang biasa atau orang kebanyakan akan gatal , meriang, panas, demam dan itu bisa minimal 3 hari dan bahkan sampai 40 hari panasnya, jadi itu akibat saru bulu kami menempel dikulit njenengan, bangsa kami juga punya bulu seperti manusia juga"jawab qarim...
" bagaimana agar tidak tertipu?" tanyaku..
" khan masih ingat perjanjian kita dulu, dilarang nyurupi manusia kecuali demi kebaikan misalnya menolong manusia, dan dilarang menempel pada tubuhku atau malah masuk kedalam kecuali kalian , mengejar anak iblis atau pasukannya yang masuk ketubuhku, itu rakyatmu banyak yqng coba coba masuk ketubuhku atau anak dan keluargaku, nanti jika melanggar peringatanku akan aku ledakkan, maka mau beri pengumuman kepada mereka itu" kataku menegaskan...
"baik, saya akan laksanakan, rakyat kami melakukan itu karena ibarat idola, mereka khan juga kayak manusia pengen kenal dengan orang terkenal , nah karena bapak pernah mengislamkan mereka maka mereka ingin kenal , ingin dekat , dsb...tapi akan saya peringatkan nanti hal itu" kata qarim...
"ah, kamu ini ada ada saja, masuk jadi idola kok dibangsa kalian....kalo idola di bangsa manusia khan enak...terkenal "jawabku sambil cengengesan...
"itu kemaren ada teman bapak, orangnya kurus kurus mencoba coba mengintip dan masuk melihat bapak mau kami perangi tapi sudah ijin bapak katanya juga murid kyai jadi saya biarkan" kata qarim..
(bacalah yg baik, ada beberapa hal, dikaji dan dicermati, ingat jin itu gemar berbohong dan dusta)
keesokannya ketika hari masih pagi kira kira jam sembilan lebih, seperti ada yang menusuk dan mengorek ngorek tulang igaku, rasanya tentu sakit, sakit yang aneh bagi orang awam, karena sakitnya itu tak bisa dijelaskan dengan kata kata, kecuali orang yang sering mengalaminya, pagi itu suasananya tenang sehabis diguyur hujan dari sore sampai malam, hujan angin yang deras...ditengah cauca yang sejuk beranjak panas, ditemani sang surya mulai merekah sepenggalah, aku ingin berdiam sebentar di musholla, sebuah ruangan kecil 4 x 4 meter dengan ac sebagai pembantu dinginnya ruangan itu....kemudian aku memanggil qarim...
Aku bertemu Qarim, "asalamualaikum" sapaku padanya...
"walaikum salam warohmatullah wa barokatuh" balas qarim....
"bagaimana keadaan dan situasi negaramu ? dan apakah njenengan tidak capek mengurusi negara ?" tanyaku langsung ke poin persoalan...
" keadaan negara sedang perang, keamanan sedang ditingkatkan mohon bapak sampaikan kepada yang lain bahwa jangan tidur malam ini, serangan akan meningkat karena mereka sudah menyampaikan maklumat dan ikrar akan menghancurkan , mumgkin setelah ini akan istirahat dan menyusun kekuatan lagi untuk menyerang kita " kata qarim....
"kalo begitu sebaiknya, kalo ada daerah yang belum bisa ditaklukkan, segera ditaklukkan , nanti njenengan kabari saya, kita harus tambah kekuatan lagi, kita harus menang dalam perang ini, jangan sampai kita hancur, jangan sampai negara ini ambyar hanya dengan sekali gebrak saja" kataku...
" iya, nanti akan saya kabari jika ada daerah yang akan kita taklukkan" kata qarim lagi...
"itu wironoto dan wiranata bagaimana apa tugasnya ? " tanyaku...
"mereka bertugas keluar masuk negara, jika wironoto masuk maka wiranata keluar negara, mereka bergantian bertugas menjaga negara" kata mbah qarim, pembicaraan kami pun meloncat loncat dan kemudian keheningan aku pecah....
"ini ditubuhku dan ditubuh kang jaab itu ada jaringnya njenengan bantu tarik " perintahku...
"begini njenengan sama anak buah njenengan semua melempar saja ke tubuh saya, nanti dapatnya apa , termasuk ke tubuh kang Jaab itu " kataku...
semuanya mengepungku dan melempar jaring sebanyak 10 ribu mengepungku dan melempar jaring dan ehg sakit kurasakan , sakit yang aneh dan sangat aneh, aku memejamkan mataku dan blllaaar...kudengar suara nafas tarikan qarim dan yang lain...
"apa itu?" tanyaku kepada Qarim..
"itu hanya kotoran saja, ya kotoran itu bisa berupa batu, kadang besi yang runcing, dan karatan, juga kotoran mereka dan ludah" kata Qarim...
"oooo... begitu ya ?" kataku...
"mereka itu akan terus menyerang njenengan karena "benih" itu, benih itu seperti menarik mereka untuk menyerang njenengan , jadi misalkan njenengan ke tempat kyai saya ingin ikut, sekalian itu "benihnya" dibersihkan " kata qarim, tiba tiba dia berhenti seolah ada yang ingin disampaikan dan "kamu masuk saja bicara sendiri" kata qarim.." ini panglima sinar pengen menghadap "....
"asalamualaikum " kata panglima sinar..
"waalaikum salam, ada apa ?" tanyaku...
__ADS_1
"semua raja jin penguasa jakarta sudah berhasil saya bawa, mereka akan diapakan ??? mereka saya bawa kesini atau disuruh kembali , apakah mereka kembali dengan membawa bendera panji panji kita dan bertempur dipihak kita atau bagaimana ?" kata panglima sinar...
"Allahu Akbar...alhamdulilah....Allahu Akbar " kataku memekik tekaget kaget dengar berita itu....
dan kami semua bertakbir...
takbir kemenangan..
kemenangan yang sebelumnya tak pernah kami rencanakan...
semua tak pernah kami rencanakan...
hanya Allah Maha Perencana.....
" jangan, jangan boleh kembali ke Jakarta, biar semuanya diajari Islam dulu oleh Mbah Qarim, agar tau dasar agama Islam dan jangan dilepas, diperintah ke alun alun saja, semua diperintah ke alun alun, dan terima kasih kamu telah melaksanakan amanah dengan baik, semoga amal perbuatanmu dan anak buahmu mendapat surga kelak, amin"..
" saya siap melaksanakan perintah" kata panglima sinar...
"itu rajanya suruh menghadap saya " kataku....
sesaat panglima sinar pamit setelah salam diucapkan, kemudian menghadaplah Naga , naga Jakarta bernama Mbah Merah atau Mbah Abang...
"asalamualaikum " kataku mengawali...
"waalaikumsalam " jawabnya sambil menutupi mukanya dan nampak ketakutan...
" kamu mbah abang khan ? , sudah mau tunduk kepada kami dan masuk islam ??? atau bagaimana ???" kataku...
"iya, saya sudah islam dan bersedia masuk islam " kata mbah abang...naga yang gagah dan ningrat, warnanya merah menyala indah , sisiknya merah, kepalanya emas dan ekornya keemasan, makhluk ini indah, seandainya bisa dimasukkan aquarium seperti arwana, arwana super red... ah...melantur saja...
"kamu dulu dibawa kejakarta oleh siapa ?" kataku..
"saya dibawa oleh tabib ke jakarta tapi kemudian tidak dirawat" kata mbah abang itu...
"kamu dulu dibawa tabib apa bikshu?" tanyaku..
"saya dulu dibawa bikshu tapi dia itu kerjaannya ngobati orang, trus ketika masuk islam saya diterlantarkan dan nggak diurus lagi " kata mbah abang..
"lho , bikshu itu sudah masuk islam ya kamu seharusnya masuk islam" kataku lagi...
"tapi saya kemudian ditinggal di jakarta sana " kata mbah abang...
"lha bikshu itu namanya siapa dan dari mana asal bikshu itu ?"
"bikshu itu orang memanggilnya lie, biasa dipanggil tabib lie" kata mbah naga abang itu...
" lha dia itu asalnya dari shaolin selatan ya? nih kamu liat darahku ada nggak darah shaolin selatan? atau kamu cium bau darahku ?" tanyaku kepadanya...
"saya tak bisa melihat darah dan mencium darah, tapi memang bikshu lie asalnya dari perguruan shaolin selatan, maaf saya takut" katanya lagi..
"lho takut kenapa ?" tanyaku...
"saya silau dan kepanasan dengan bapak" kata mbah abang...
"lha itu kamu belum muslim berarti kamu harus dimuslimkan lagi " kataku lagi..
"sekarang kamu jangan ke jakarta, kamu mengaji di alun alun dan kamu harus mengetahui dasar dasar islam" kataku kepadanya dan sekarang kalian ke alun alun , kamu harus belajar islam " perintahku...
"mbah qarim saya pengen bicara denganmu " kataku lagi..
"begini , saya mau para naga itu ke alun alun dan mengaji kepada njenengan, disana, ajari islam dan berjihad, itu jumlah mereka berapa itu ?" tanyaku ke mbah qarim...
" saya akan mengajar mereka dalam islam dan nanti disana akan ada bendera kerajaan kita, dan jumlah mereka ada 80 milliar" kata mbah Qarim...
"Allahu Akbar !!! alhamdulilah... perintahkan panglima sinar menguasai jakarta sebelum para naga ini siap memimpin negara di Jakarta, ini bendera sebagai ucapan selamat kepadanya dan kibarkan di jakarta, dan ucapkan selamat juga kepada pasukannya..." kataku....
" dia itu salah satu panglima dibawah raja qanara " kata Mbah Qarim...
"lha sekarang dimana raja Qanara ? dia itu dulu qodamnya Kang Jaab yang di Islamkan Kyai langsung, dulu tinggal di majlis sana dan kemudian ikut saya berjihad disini, kerajaan kita ini bersyukur diberi sekutu seperti raja qanara itu, tekadnya berjihad sudah bener bener bulat, tegas dan berpegang teguh kepada Islam, sampaikan salam saya kepadanya " kataku..
"Raja Qanara sekarang berada di atas, dia selalu waspada" kata Mbah Qarim... dan sejenak mbah Qarim mengatur nafas " saya mohon ijin, akan menyambut tamu yang datang tadi, dan mengajarkan islam...Asalamulaikum...".....
(cerita kok ghaib -ghaibpan ? lha harry potter itu cerita sihir sihiran dibuat novel dan filmnya ditonton, transformer itu robot robotan juga sama, jangan menuduh orang menulis cerita ghaib itu musrik ..lha wong hanya cerita kok)
aku kembali mengingat sesuatu dulu, awalnya ditahun 2012an kira kiranya...
waktu itu mengantar kakakku mencari barang antik, mulai patung, jam kuno dan hal hal kuno, namanya barang antik itu ya gamoang gampang susah, jualnya juga susah ...palsunya juga banyak...
iseng iseng aku dan kakakku meluncur dari purwodadi ke timur, nah kira kira 15 km ke timur tepatnya didaerah rejosari di kiri jalan ada penjual mebel dan dulu dia adalah pemain barang antik dari kayu, seperti grobog, lesung, bajak sawah, dan dipan...pokoknya banyak...
nah tiba tiba ketika masuk di teras show roomnya saya menemukan ukiran naga kembar yang saling membelit itu, nah penjual nya waktu itu abis menang judi botoh pilihan lurah sebesar 35 juta jadi jual mahal masalah lukiran naga kembar itu, aku disuruh nawar dari harga 4 jt sampai 5 juta tapi tidak diberikan oleh yang punya, katanya dia dulu belinya 3, 5 juta belum ongkos melepasnya dari dinding pintu rumah, dan sayangnya ukiran itu sudah dicat pakai cat besi jadi unsur kunonya hilang, ya sudah karena nggak deal harga aku dan kakakku mundur, sejarah ukiran itu adalah dulu ukiran itu dibuat dan dipesan oleh dukun sakti daerah sekar sari njambon deket wilayah ki ageng selo di desa selo itu (deket makam ki ageng selo) , katanya sang dukun didatangi sepasang naga dan mengabadikannya dalam bentuk ukiran itu....
nah, sang dukun akhirnya meninggal oleh anak anaknya karena takut dan butuh duit makanya dijual kepada pengepul barang antik itu....
mungkin sekarang sudah dibeli orang, atau kemana barang itu.....
nah ini ceritaku dengan qarim bagaimana si kembar Wironoto dan Wiranata itu....
"bagaiman wiranata dan wironoto itu ?" tanyaku...
"wironoto dan adiknya wiranata itu penyabar, dia itu bisa ngemong , dan ternyata bisa berjalan didalam perut bumi, jadi kadang mereka amblas dan menangkapi penyusup dari dalam tanah" kata qarim lagi..
" katamu dulu bisa memanggil petir dan angin ?" tanyaku...
" mereka berdua bisa melakukannya , kemaren pas hujan angin dan banyak petir itu dilakukannya untuk perlindungan kepada kerajaan" kata qarim...
" apakah dia setelah diberikan Sunan Kalijaga ke Ki Ageng Selo dan kemudian di pegang Soekarno pernah mengikuti yang lain ?" tanyaku...
__ADS_1
"mereka tidak pernah mengikuti siapapun setelah Soekarno, baru sekarang bergabung dengan negara kita " kata qarim....
" ehm saya pamit ya qarim, ada urusan lain...asalamualaikum.....".....