
"dulu kanjeng rosul pernah menda'wahi kami , disebuah padang yang luas, kemudian padang otu menjadi penuh oleh bangsa kami mendengar da'wah beliau, kemudian kami memeluk islam dan dibimbing Rosululloh langsung, dan beliau sering datang ditengah malam untuk menda'wahi kami, pernah pula beliau mengajak salah satu sahabat untuk ikut dalam menda'wahi bangsa kami" kata qarim...
"sekarang tempat menda'wahi bangsa kalian itu dibangun masjid terkenal dengan nama mesjid al jinn , makanya pemerintah arab saudi berencana menghancurkan masjid itu dengan berbagai alasan, kalo kamu sempat kesana kamu bisikkan saja kepada bangsamu untuk menghentikan penghancuran mesjid itu" kataku....
" hakekatnya bangsa kami, jika tau tugas dan makna jinn itu adalah sebagai pesuruh manusia, kami ini mengabdi kepada manusia , bukan sembarang manusia tapi manusia yang beriman, dan bukan sombong dan berlebihan dalam bertindak dan bersikap, kalo manusia meniru bangsa kami ya malah kayak jin, orang jin itu meniru manusia kok malah terbalik ini" kata qarim sambil senyum...
"lha jin yang bener itu yang kayak apa ?" tanyaku...
"jin itu ya jin, nggak usah meniru manusia misalkan manusia bilang gendruwo, maka manusia ngasih gambaran bulunya lebat, hitam dan menyeramkan, padahal gendruwo itu derajadnya rendah di bangsa kami, jin rendahan"kata qarim...
"bagaimana dengan luka gatal ditubuhku ini?" tanyaku...
sambil senyum qarim menjawab " itu bulu dari bangsa kami yang menempel di kulit bapak makanya gatal ya ? kalo orang seperti njenengan paling gatal , pengaruh gatal akan hilang dengan di siram air wudhlu saja, tapi kalo orang yang biasa atau orang kebanyakan akan gatal , meriang, panas, demam dan itu bisa minimal 3 hari dan bahkan sampai 40 hari panasnya, jadi itu akibat saru bulu kami menempel dikulit njenengan, bangsa kami juga punya bulu seperti manusia juga"jawab qarim...
" bagaimana agar tidak tertipu?" tanyaku..
"ya banyak mengingat Allah, banyak dzikir, dan usahakan menggantung wudhlu ...itu lho tak pernah lepas meninggalkan wudhlu" kata qarim...
__ADS_1
" khan masih ingat perjanjian kita dulu, dilarang nyurupi manusia kecuali demi kebaikan misalnya menolong manusia, dan dilarang menempel pada tubuhku atau malah masuk kedalam kecuali kalian , mengejar anak iblis atau pasukannya yang masuk ketubuhku, itu rakyatmu banyak yqng coba coba masuk ketubuhku atau anak dan keluargaku, nanti jika melanggar peringatanku akan aku ledakkan, maka mau beri pengumuman kepada mereka itu" kataku menegaskan...
"baik, saya akan laksanakan, rakyat kami melakukan itu karena ibarat idola, mereka khan juga kayak manusia pengen kenal dengan orang terkenal , nah karena bapak pernah mengislamkan mereka maka mereka ingin kenal , ingin dekat , dsb...tapi akan saya peringatkan nanti hal itu" kata qarim...
"ah, kamu ini ada ada saja, masuk jadi idola kok dibangsa kalian....kalo idola di bangsa manusia khan enak...terkenal "jawabku sambil cengengesan...
"itu kemaren ada teman bapak, orangnya kurus kurus mencoba coba mengintip dan masuk melihat bapak mau kami perangi tapi sudah ijin bapak katanya juga murid kyai jadi saya biarkan" kata qarim..
(bacalah yg baik, ada beberapa hal, dikaji dan dicermati, ingat jin itu gemar berbohong dan dusta)
aku kembali mengingat sesuatu dulu, awalnya ditahun 2012an kira kiranya...
kembali ke cerita wironata wironota itu...
iseng iseng aku dan kakakku meluncur dari purwodadi ke timur, nah kira kira 15 km ke timur tepatnya didaerah rejosari di kiri jalan ada penjual mebel dan dulu dia adalah pemain barang antik dari kayu, seperti grobog, lesung, bajak sawah, dan dipan...pokoknya banyak...
nah tiba tiba ketika masuk di teras show roomnya saya menemukan ukiran naga kembar yang saling membelit itu, nah penjual nya waktu itu abis menang judi botoh pilihan lurah sebesar 35 juta jadi jual mahal masalah lukiran naga kembar itu, aku disuruh nawar dari harga 4 jt sampai 5 juta tapi tidak diberikan oleh yang punya, katanya dia dulu belinya 3, 5 juta belum ongkos melepasnya dari dinding pintu rumah, dan sayangnya ukiran itu sudah dicat pakai cat besi jadi unsur kunonya hilang, ya sudah karena nggak deal harga aku dan kakakku mundur, sejarah ukiran itu adalah dulu ukiran itu dibuat dan dipesan oleh dukun sakti daerah sekar sari njambon deket wilayah ki ageng selo di desa selo itu (deket makam ki ageng selo) , katanya sang dukun didatangi sepasang naga dan mengabadikannya dalam bentuk ukiran itu....
__ADS_1
nah, sang dukun akhirnya meninggal oleh anak anaknya karena takut dan butuh duit makanya dijual kepada pengepul barang antik itu....
mungkin sekarang sudah dibeli orang, atau kemana barang itu.....
nah ini ceritaku dengan qarim bagaimana si kembar wironoto dan wiranata itu....
"bagaiman wiranata dan wironoto itu ?" tanyaku...
"wironoto dan adiknya wiranata itu penyabar, dia itu bisa ngemong , dan ternyata bisa berjalan didalam perut bumi, jadi kadang mereka amblas dan menangkapi penyusup dari dalam tanah" kata qarim lagi..
" katamu dulu bisa memanggil petir dan angin ?" tanyaku...
" merka berdua bisa melakukannya , kemaren pas hujan angin dan banyak petir itu dilakukannya untuk perlindungan kepada kerajaan" kata qarim...
" apakah dia setelah diberikan sunan kalijaga ke ki ageng selo dan kemudian di pegang soekarno pernah mengikuti yang lain ?" tanyaku...
"mereka tidak pernah mengikuti siapapun setelah soekarno, baru sekarang bergabung dengan negara kita " kata qarim....
__ADS_1
" ehm saya pamit ya qarim, ada urusan lain...asalamualaikum.....".....