
Sakti Adalah penyakit 03
" jangan mencoba menjadi Allah, karena kita memaksa diri kita menjadi Allah, jangan kita itu tertipu sesuatu yang terlihat baik tapi sebetulnya secara samar menyesatkan, nek misale contone ini (rokok sampoerna mildz) kemudian kita melakukan suatu amalan untuk bisa merubah rokok ini menjadi uang secara langsung, itu saja kita sudah melakukan sesuatu seperti Tuhan , jangan pernah mencoba menjadi tuhan" jelas Gus Tsakib....
sementara aku hanya mangut mangut dan kang jaab sambil mukul mukul rokoknya di lingiran asbak agar abunya jatuh....sesaat kemudian situasi mencair...
" jadi kalo ada orang pengen sakti itu ya brarti penen jadi Allah ya gus ?" tanyaku bloon...
"ya enggak gitu, ilmu perang misalkan belum tentu ilmu itu cocok buat kita , ilmu itu boleh hilang jika suasananya damai, dan biarkan punah sekalipun, karena ilang disimpan oleh satu orang yang rahasia untuk itu misalnya, nah jika kemudian dikemudian hari kita butuh ya tinggal di keluarkan lagi, itu kira kiranya lho ya..." jelas Gus tsakib...
__ADS_1
"lha itu gus, saya lebih suka sekarang menjadi orang biasa saja, bukan orang dengan ilmu kesaktian" jelas kang jaab lagi..." hidup saya sekarang ringan karena tanpa beban" ....
"lha nggih niku mas jaab, jangan mencoba menjadi Tuhan.... lha sebetulnya to semua orang itu lho pengen dadi Tuhan, tapi sing dadi Tuhan kui wis ono, kursi rojone menungso kui wis ono, dadi ya jangan memaksa, nggak usah berebut menjadi Tuhan karena Kita itu kehendaknya sudah ada yang ngatur, tinggal kita mau apa tidak untuk diatur..."jelas Gus Tsakib..
"jadi inget waktu saya kuliah dulu Gus, dosen saya namanya prof. rumi dia menerangkan tentang banyak hal, yang masih saya ingat dari beliau salah satunya ya itu tentang " Nur" " jawabku...
" bagaimana itu mas maksudnya ?" tanya Gus Tsakib..
"ehm" kata Gus Tsakib menunggu reaksi lanjutan, sementara jaab seperti biasa nyantai nunggu jawaban dariku...
__ADS_1
" bahwa di dalam qolbu itu sebetulnya ada inti, sebuah inti yang selalu bersinar " kataku..
"lha, niku nopo mas ?" tanya tsakib , sementara kang jaab masih diam...
"itu beliau menyebutkan dengan " urf ", itulah Nur ketauhitan, nur ilahiyah, sinarnya Allah yang memancar dari inti hati manusia" kataku , nggak ada maksud ngasih tau karena aku juga kagum dengan pendapat itu... seorang penemuan akademisi sekolahan terhadap hal hal ketauhidtan.....
" eh, Gus maem riyin nggo , di atas di lantai dua.." potong ku terhadap cerita kami, karena perut mulai keroncongan setelah hujan mengguyur bumi dari sore hari...
" sekedap nelaske udud" kata Gus Tsakib...
__ADS_1
"lha iya ya, hidup sudah ada yang mengatur, kita semua sudah diatur, rejeki sudah diatur, mau apa lagi ya kalo nggak ibadah kepada Allah " kata kang jaab lagi ..."itulah gus, saya ini ikut mas wahyu toriqoh, semua kegundahan kehidupan menjadi terpecahkan, lha makanya saya yakin dan semakin menjadi yakin" kata kang jaab..
"tapi hati hati lho ya, jangan terjbak sesuatu hal karena bisa saja itu ada kesesatan yang nyata, misalkan njenengan pengen rokok ini tadi jadi duit, pengen jadi Tuhan padahal Tuhan itu cuman satu dan sudah sudah ada.." jelas Gus Tsakib mewanti wanti....sementara batinku seperti berkata sendiri..." jika dihati manusia ada Allah, dan itu sangat kuat adanya bisa saja rokok yang menjadi ibarat itu kamu pengen jadi uang ya jadi uang, karena sifat Allah yang kun fa ya kun" sudut pandang yang berbeda dalam dialog diam, dialog imajiner, dialog dalam frasa dan kata pikiran dan hati.....