Negeri Para Panglima /Sebuah Cerita Di Alam Jin

Negeri Para Panglima /Sebuah Cerita Di Alam Jin
Negeri Para Panglima 13


__ADS_3

Jin bernama Raja Qanara


sebetulnya saya mulai malas mengetik sebuah cerita karena ya lagi malas saja, tapi orang cerita saja kok...


minta upah, kayak di ajari dan diberi ilmu kyai saja...


kyai nggak pernah minta upah, minta nama baik, minta motor atau mobil apalagi...


tidak pernah sekalipun itu difikiran beliau, yang penting adalah berubah menjadi manusia baik....


sampai aku sendiri heran kok bisa jadi manusia begini...


disakiti orang ya diam, diledek dimaki diam, dimarahi diam...bahkan nggak punya duit juga diam...hehehehe.....


raja qanara....


jam tujuh malam itu...


detik detik persiapan....


sementara aku malah bingung.....


ini perangnya model bagaimana....


caranya bagaimana....


akhirnya aku dan kang jaab ketemu lagi....


"udah aku minta kamu jadi medium dulu...." jawabku malam itu,.


jawaban atas kegalauan menyangkut cara berperang ini....


"yo uwiis ayo, kata kang jaab lagi...."


"pakai bantal dan foto kyai saja" jawabku lagi....


sementara istri bengong duduk di kursi maka lihat kami berdua bersila dilantai...


"masuk...semakin dalam..semakin dalam...." katamu...


di dada kang jaab....


menunjuk pakai tangan.....


" grrrrrrrr.....asalamualaikum" dr mulut kang jaab...


"walaikum salam" jawabku....


"kamu siapa jin" tanyaku lagi...


"saya bojali jaya semi" jawabnya...


"lho kok kamu bisa kamu kamu masuk kesini, bukankah kamu qodam ilmu ajengan *%%%%%%* dan sudah kuperintah nggak mbalik lagi....


"betul, tapi saya datang karena dipanggil anak ini" jawab jin bojali lagi...


"ooooo, pantesan" jawabku mahfum....


"ini saya minta tolong kamu tarik musuh musuhku yang nyusup...." jawabku...


"grrrr" semua yang ketangkep sini!!!" katanya lagi beberapa saat....


"setelah masuk jin bojali jaya semi , masukklah jin nurbuat...


jin ini mengamalkan kitab nurbuat karya syech #*******# ,seorang ulama dari mesir yang sudah almarhum, usia jin ini menurut pengakuannya adalah 400 th, ya kalo diusia manusia mungkin seusia 35 s/d 40 th (rujukan kitab karya prof. dr. isa abu dawud, dr. isa maghowuri, terbitan khairo mesir) itu hanya rujukan kebenaran juga walaualam.....


wong ghaib itu ngendikane kyai banyak tipuannya...


jadi dari pada ketipu mending jangan dibahas.....


jadi cerita saja....


"asalamualaikum " jawab kang jaab lagi...


"walaikum salam" jawabku...


"aku jin qarim" jawab jin dari mulut kang jaab...


"alhmadulilah" jawabku..."bagaimana persiapan perang malam ini..." tanyaku....


"ehm, aman kamu sekarang tebal...nggak mungkin tembus..." jawab qarim lagi....


"ya sudah kalian berdua obati si A dan si B dulu setelah itu bersiapan menghadapi serangan" koordinasi kulakukan...dan pembagian tugas...tiba tiba tiba kang jaab bergerak seperti gerakan silat dan sebentar selesai...."kalian berdua" tanyaku..."ini saya kalo berdzikir kok sering lonpat lompat, apakah kodamku kembali lagi? atau diganggu jin" tanyaku kepada mereka berdua itu...


"itu ada qodam mu yang lama, dia nggak mau ikhlas melepasmu, dia tidak bisa masuk atau mendekatimu karena kepanasan, hanya dia seringkali membuntuti kamu...." jawab jin qarim lagi..."panggil saja kalo perlu geret dan hancurkan! " instruksi pembagian tugas lagi....


" ampun...ampun...asalamualaikum" jawab jin qodam ku itu...


" kamu siapa namanya bentuknya apa dan mengapa mengikuti terus!" jawabku sependek mungkin..."ampun, nami kulo rahmatullah, bentuk kulo macan, ampun" jawabnya...sambil menyembah nyembah...


" kamu makan dzikir saya ya!" jawabku...


diapun semakin ketakutan dan menunduk takut...


"inggih" jawabnya...


" kamu ulangi sekali lagi kamu mati,temenmu saja sudah menjaga majlis dan nggak kembali dan dia patuh kamu malah masih keliaran di sekitarku!" kataku lagi..."kamu sekali lagi nggak nurut mati, udah islam belum?" tanyaku lagi..."sudah," jawabnya sambil takut..."coba baca sahadad" jawabku..."ashadu illaha illallah wa ashadu anna muhamadarosullulloh" jawab jin qodamku itu...


nih tak kasih dzikiran tqns dan panah hujan, kamu pergi menjaga kyai di majlis...." perintahku...


"saya pamit...asalamualaikum" jawabnya berlalu...


nah, ini juga pernah terjadi pada jamaah tqns beberapa waktu lalu, setiap di dongkrak alias diruqyah sampai 4 kali kondisinya begitu terus...


saya amati dari belakang kayaknya ini anak dulu mempunyai amalan dzikir sehingga mempunyai qodam jin, dan akhirnya biar gampang pas didongkrak ramai ramai...aku berinisiatif agar loss dan ikhlas agar gampang didongkrak dan dikeluarkan jin didalam tubuhnya...akhirnya kesurupan dan selesai diislamkan, jin didalamnya itu menyebalkan dia makan dzikiran sehingga amaliyah kita tak mendapatkan pahala apapun, saya juga nggak paham kok dzikiran bisa dimakan? lha ibarat ritual tertentu saja jin ikutan nimbrung apalagi waktu itu hilang konsentrasi makanya mereka masuk dan mengganggu....


waktu itu se lah di dongkrak baru mengaku bahwa dulu mengamalkan dzikir bismillah......


nah baru ketahuan setelah lama, apa nggak rugi itu..coba kalau terbuka ya mungkin lebih mudah dan amaliyah tidak hilang...buanyak....

__ADS_1


setelah itu saya mohon kedua jin yaitu jin nurbuat dan jin bojali itu keluar....tapi....... tiba tiba.....


"asalmualaikum!!!!!".......


waalaikum salam....


sebetulnya saya mulai malas mengetik sebuah cerita karena ya lagi malas saja, tapi orang cerita saja kok...minta upah, kayak di ajari dan diberi ilmu kyai saja... kyai nggak pernah minta upah, minta nama baik, minta motor atau mobil apalagi...tidak pernah sekalipun itu difikiran beliau, yang penting adalah berubah menjadi manusia baik....


sampai aku sendiri heran kok bisa jadi manusia begini...


disakiti orang ya diam, diledek dimaki diam, dimarahi diam...


bahkan nggak punya duit juga diam...hehehehe.....


"setelah masuk jin bojali jaya semi , masukklah jin nurbuat...jin ini mengamalkan kitab nurbuat karya syech #*******# ,seorang ulama dari mesir yang sudah almarhum, usia jin ini menurut pengakuannya adalah 400 th, ya kalo diusia manusia mungkin seusia 35 s/d 40 th (rujukan kitab karya prof. dr. isa abu dawud, dr. isa maghowuri, terbitan khairo mesir) itu hanya rujukan kebenaran juga walaualam.....wong ghaib itu ngendikane kyai banyak tipuannya...jadi dari pada ketipu mending jangan dibahas.....jadi cerita saja....


"asalamualaikum " jawab kang jaab lagi...


"walaikum salam" jawabku...


"aku jin qarim" jawab jin dari mulut kang jaab...


"alhmadulilah" jawabku..."bagaimana persiapan perang malam ini..." tanyaku....


"ehm, aman kamu sekarang tebal...nggak mungkin tembus..." jawab qarim lagi....


"ya sudah kalian berdua obati si A dan si B dulu setelah itu bersiapan menghadapi serangan" koordinasi kulakukan...dan pembagian tugas...tiba tiba tiba kang jaab bergerak seperti gerakan silat dan sebentar selesai...."kalian berdua" tanyaku..."ini saya kalo berdzikir kok sering lonpat lompat, apakah kodamku kembali lagi? atau diganggu jin" tanyaku kepada mereka berdua itu...


"itu ada qodam mu yang lama, dia nggak mau ikhlas melepasmu, dia tidak bisa masuk atau mendekatimu karena kepanasan, hanya dia seringkali membuntuti kamu...." jawab jin qarim lagi..."panggil saja kalo perlu geret dan hancurkan! " instruksi pembagian tugas lagi....


" ampun...ampun...asalamualaikum" jawab jin qodam ku itu...


" kamu siapa namanya bentuknya apa dan mengapa mengikuti terus!" jawabku sependek mungkin..."ampun, nami kulo rahmatullah, bentuk kulo macan, ampun" jawabnya...sambil menyembah nyembah...


" kamu makan dzikir saya ya!" jawabku...


diapun semakin ketakutan dan menunduk takut...


"inggih" jawabnya...


" kamu ulangi sekali lagi kamu mati,temenmu saja sudah menjaga majlis dan nggak kembali dan dia patuh kamu malah masih keliaran di sekitarku!" kataku lagi..."kamu sekali lagi nggak nurut mati, udah islam belum?" tanyaku lagi..."sudah," jawabnya sambil takut..."coba baca sahadad" jawabku..."ashadu illaha illallah wa ashadu anna muhamadarosullulloh" jawab jin qodamku itu...


nih tak kasih dzikiran tqns dan panah hujan, kamu pergi menjaga kyai di majlis...." perintahku...


"saya pamit...asalamualaikum" jawabnya berlalu...


nah, ini juga pernah terjadi pada jamaah tqns beberapa waktu lalu, setiap di dongkrak alias diruqyah sampai 4 kali kondisinya begitu terus...


saya amati dari belakang kayaknya ini anak dulu mempunyai amalan dzikir sehingga mempunyai qodam jin, dan akhirnya biar gampang pas didongkrak ramai ramai...


aku berinisiatif agar loss dan ikhlas agar gampang didongkrak dan dikeluarkan jin didalam tubuhnya...akhirnya kesurupan dan selesai diislamkan, jin didalamnya itu menyebalkan dia makan dzikiran sehingga amaliyah kita tak mendapatkan pahala apapun, saya juga nggak paham kok dzikiran bisa dimakan? lha ibarat ritual tertentu saja jin ikutan nimbrung apalagi waktu itu hilang konsentrasi makanya mereka masuk dan mengganggu....


waktu itu se lah di dongkrak baru mengaku bahwa dulu mengamalkan dzikir bismillah......


nah baru ketahuan setelah lama, apa nggak rugi itu..coba kalau terbuka ya mungkin lebih mudah dan amaliyah tidak hilang...buanyak....


setelah itu saya mohon kedua jin yaitu jin nurbuat dan jin bojali itu keluar....tapi....... tiba tiba.....


raja qanara.. 4...


sebetulnya mau istirahat sebentar, tapi kang jaab bbm agarcerita dilanjutkan, masalahnya dia itu kalo medium selalu los, kalo didongkrak saja juga los...artinya hilang kesadaran..kayak wayang itu... tergantung dalangnya, dia nggak tau apa yang diomongkannya...dan apa ceritanya..ibarat nonton bioskop di dalam ketika didalam film diputar dia malah tidur...ya kira kiranya seperti itu...


"walaikum salam" jawabku..


"maaf saya menggangu, saya ingin ikut berperang!" jawabnya tegas...


"silahkan, siapa namamu?" tanyaku...


"saya raja qanara" jawabnya...


"lho bukannya dulu kamu qodamnya mas jaab?" tanyaku...


"iya, kalau diijinkan saya akan ikut berperang malam ini" jawabnya kepadaku...


"ya silahkan....raja qanara dan pasukannya menjaga keluarga mas jaab dulu, anak dan istrinya dari serangan dukun santet malam ini, juga jika ada pasukannya musnahkan...khan bawa pasukan banyak" instruksi pembagian tugas...


"iya, saya sekarang pamit...asalamualaikum" jawabnya...


"waaalaikum salam" jawabku...


sesaat kemudian mas jaab ini sadar, gerakan sadarnya masih mirip perguruan silat ngeluarin jurus....


"lho..." kata kang jaab...


"knapa "jawabku....


" istri si om ikutan liat" tanya kayak orang kaget..


"iya, biar dia tau dan jadi saksi saja" jawabku..


"ayo kita tabur pasir ini" jawabku...


"ayolah, om dimobil aku yang turun" jawab kang jaab..


malam itu kami tebar pasir di lokasi yang telah ditunjuk kyai wahab itu, kyai yang ikut membantu peperangan kami, saya sendiri tak tau mengapa dia ikut membantu padahal bukan jamaah tqns tapi malah memberikan support membantu peperangan kami....


sementara ijin kyai sudah di dapat.." ya tempur saja..hehehe" perintah beliau lewat inbox kang jaab....kamibpun siap perang, aku sepulang nabur pasir kyai wahab itu turun depan gang masuk rumahku, sementara kang jaab puter balik perang di grand mutiara...rumah baru keluarga kang jaab dan perang dimulai...


aku pasang dzikir pondasi dan dzikir menunggu timer kapan segera perang ini terjadi, menunggu setiap serangan dan waspada dalam lafadz Allah, perisai abadi setiap muslim, llaillaha illallah......... kuputar tasbihku perlahan.....menunggu waktu dan saat perang terjadi, menahan kantuk yang menyergap..."masih kuingatvpesan kyai, orang melawan dukun santet itu seperti jihad, jadi jika terpaksa membunuh pun tidak berdosa tapi malah mendapat pahala, namanya juga perang...membunuh atau dibunuh....ehm....aku jadi manusia di jaman internet begini malah perang kayak jaman nabi musa saja....tapi mungkin itu takdirku malam itu...beberapa malam dari malam ini....perang yang dimulai dari genderang perang sirine kyai wahab sang pengamal kitab nurbuat, terimakasih saja tak cumup untuk Allah yang telah memberi kami teman bertempur, memberi guru yang melimpahkan karomah kepada kami dan menyayangi kami sepenuh hati...


peperangan yang akan berhenti sampai fajar menyingsing...


dalam adat jawa berperang itu ada jargon "sopo leno keno" yaitu siapa yang lengah, yang khilaf, yang alpha, yang lupa akan terkena serangan lawan".....waktu berputar pelan dan melaju maju...maju menuju pagi....


ehm perang tanpa peluru...hanya duduk tafakur dan berdzikir..sesekali sholat sunah....sesekali meminum air dzikiran yang sudah dicampur dalam air teh oleh istriku...setelah istriku tau aku akan bertempur malam ini, dia masuk kamar dan tidur menjaga ketiga anak anakku yang masih kecil kecil....dia seolah tak perduli dengan pertempuran kami....dia terlarut dalam bantalnya....


pikirannya sudah tenang dan nggak gupuh lagi, karena sudah biasa ditinggal suaminya dikamar belakang untuk dzikir....


tak pernah risau dan curiga, dia percaya aku bisa menghadapi.....hal seperti ini dulu dia dan aku takuti, sekarang sudah mejadi biasa bagi kami....kebiasaan seperti melihat aku menghisap rokok saja....perang yang tanpa saling melihat...hanya rasa sakit jika dikirimi dan mengembalikan kiriman....aku dan ketiga sekutuku berpisah dengan cara masing masing..bertempur dalam dunia masinh masing...aku, kang jaab, kyai wahab....dengan sekutu kami dari makhluk lain dan dalam dunia lain.....berpadu menegakkan kebenaran dan bersaudara dengan landasan islam......alllahu akbar !!!!!!....

__ADS_1


sampai menjelang subuh....


perang baru dimulai....


mungkin dia menunggu lena diriku,aku juga nggak tau bagaimana yang lain perangnya....aku hanya menunggu tanda...


tiba tiba kepalaku seperti tertimpa sesuatu yang lembut, trus menyebar seperti tinta menetes di air....bresss..halus mungkin saat itu eperti kepala di jatuhi pedang qilouttine.....


ya Allah serangan ku kembalikan, bertrilyun kali lipat...


kulihat serangan malah menjadi leher semakin ditancap, tulang belikat perut punggung disabet seperti silet...


perihnya sampai kemana mana....


aku hanya mengembalikan berlipat dsn merantai tubuh dukun santetnya...


membunuhi jin dan siluman penolong juga setan setan kaki tangan sang dukun..sampailah subuh......


sehabis subuh ngurusi anak anak untuk sekolah...


seperti biasa....


setengah tujuh pagi...bles...serangan berkali kali...


ehm....


ini mungkin pasukan terakhir dan sisa nafas lawan terakhir....


serangan tak seberapa tapi mengggangu karena ngantar anak anak naik motor ke sekolah masing masing....


aku pun hanya mengembalikan, tak menyerang...


sekitar jam 8 serangan mereda...


aku mulai aktifitas pagi hari...


jam 9 pagi ketemuan dengan kang jaab lagi...


"gimana semalam?" kata kami sambil berbisik...


" saya pakai qanara tak masukin tubuh saya trus saya tidur menjelang pagi itu, pomoknya menyerang mati gitu dech" jawab jaab...


"lho khan gak boleh boy, kalo jin dimasukkan tubuh untuk seperti itu" jawabku lagi...


"lha mau apa lagi orang aku nggak tau cara yang lain, setahuku juga itu...selesai" jawab kang jaab lagi...


" gini saja entar kamu tak dongkrak, siapa tau jin qanari itu masih didalam tubuhmu..." tanyaku..."iya, entar jam 11 an saja sekalian sholat jumat" kata kang jaab lagi ngasih ide...


beginilah kami siang itu, kami bergegas menuju grand mutiara...


menuju kesana sambil menenteng rokok mild dan korek gas...


naik mobilku dan menuju tekape...


singkat cerita mediumlah....


setelah sebelumnya wudhlu..


"siapa ini" tanyaku...


setelah kulihat kang jaab mulai nggereng nggereng dsn bertingkah seperti ksatria..


"qanara!" jawab yang didalam tubuh kang jaab...


" nanti nggak boleh didalam lagi lho ya, eh qanara bagaiaman peraag semalam..." tanyaku...


" dukunnya mati semua" jawab qanara..


" trus dukunnya orang mana?" tanyaku lagi...


"solo!" jawab qanara..


"siapa yang menunyuruh dukun itu?" tanyaku...


"orangnya pendek,putih" jawab qanara...


" lha temennya yang gemuk pendek ' nggak ikutan?" tanyaku lagi...


"enggak" jawab qanara...


"yang paling ganas yang dukun solo itu" sudah saya matikan...dan yang sragen...sudah mati orang lain...sepertinya kanjeng guru (maksudnya kyai nur)..kalau pagi itu hanya sisa sisanya," terangnya lagi...


" ya sudah qanara, kaau jangan masuk ke anak ini lagi, nanti ngaji di majlis khaa besuk sabtu itu..." terangku...


"baiklah, asalamualaikum!!!" jawab qanara...


"walaikum salam" jawabku....


mas jaab tersadar dan kami siap siap jumatan...


jin qanara itu dulunya qodam ilmu kang jaab, trus dijadikan raja oleh kyai...


dulu pengennya ngawal kyai, tapi kyai menerangkan kalau sudah ada yang mengawal, akhirnya menawarkan menjaga dipintu masuk majlis...


tapi sekali lagi kyai menolak halus, akhirnya diangakt menjadi raja dan sekaligus panglima perang di tanah kosong seberang majlis itu....


masih kuingat kyai menawari jihad waktu itu...


"kalo jihad, misalkan mati di surga dapat seperti ini..." kata kyai sambil memperlihatkan telapak tangan beliau..


"ehm...awewe (cewek) , saya mau memerangi mereka" maksudnya setan dan anak anak iblis..


" kyai memberi senjata rantai dan pedang api..." si nganara sebelum pergi... bertanya lagi..." kyai, boleh saya bertanya?" tanya raja qanara setelah pelantikan dirinya sebagai raja....


"silahkan" kata kyai sambil mengisap rokok cg mild...


" boleh nggak awewenya lebih dari satu" tanya qanara...


kyai kelihatan bingung dengan istilah awewe , setelah dijelaskan sambil senyum kyai menjawab.." boleh saja, setiap seribu makhluk bertanduk dapat tambah satu bidadari di surga nanti" dan qanara pun senyum senang, dia tidak pernah meminta makanan, atau apapun itu...

__ADS_1


dia langsung menuju lokasi yang ditentukan olehnya dan mengucap "asalamualaikum".....


nah itulah cerita raja jin bernama qanara....


__ADS_2