Negeri Para Panglima /Sebuah Cerita Di Alam Jin

Negeri Para Panglima /Sebuah Cerita Di Alam Jin
Negeri Para Panglima 17


__ADS_3

Sakti Adalah Penyakit 02


KI JAGAD PATI ini mempunyai 3 punggawa yang membantunya dalam kesehariannya yaitu KI. GLEMBOH, KI BRAJAMUSTI berbentuk raksasa, bersenjatakan panah api, KI JAYA LAKSANA berwajah macan tapi bertubuh beruang dan mempunyai taring hampir sampai menyentuh tanah, dengan kukunya dari emas, bersenjata palu godam……


Kubertanya kepada Ki Jagad Pati dalam upaya penyembuhan yang dilakukan dan meyakinkan agar mereka nggak kembali lagi ke tubuh pasien ya sang jawara itu…..


“ Ki Jagad pati, sebagai jawara kamu kok bisa diikat didalam tubuh bapak itu bagaimana ?”


“kami ini ibaratnya telah dibeli dengan ritual tertentu dan wirids tertentu jadi kami terikat perjanjian, dan sekarang sudah kamu bebaskan maka saya menghaturkan terimakasih” katanya kepadaku..


“lha kamu ditubuhnya makan apa saja ?”


“kami ya MAKAN SUNGSUM, JATISARI, DARAH MERAH,DARAH PUTIH, DZIKIRAN YANG DILAKUKAN, BAHKAN KADANG NAFASNYA JUGA SAYA MAKAN..” katanya lagi…


“dengan jumlah segitu kamu semakin kuat dong, tetapi orangnya akan semakin lemah secara fisiknya karena kamu gerogoti …”penjelasanku…


“ya itu kami tidak urusan karena sudah bagian dari perjanjian dengannya tentu saja kami memberikan ilmu kebal, ilmu kuat bahkan dia mampu menarik orang ratusan, mengangkat kendaraan pun bisa, bahkan kebalnya sampai kebal peluru lho…” katanya menjelaskan…


“ya sudah kamu khan perjanjian sudah putus, maka kamu bebas, gabung ke Kesultanan Jin di Purwodadi situ saja…” jawabku…


“kalo boleh kami jangan bergabung dulu, kami pengen belajar dulu dan mempelajari agama islam dan menjadi murid kyai…” kata ki Jagad Geni…


“apa kamu jadi pengawal saya saja, tak kasih surat kuasa nih, kamu kasih ke naga di alun alun situ…” kataku sambil melempar surat ghaib…hehehehe….

__ADS_1


“ ehm, mengawalmu trus kami harus bagaimana ???’ katanya bertanya lagi…


“kamu akan saya persenjatai, kamu minta palu khan sudah tak kasih, sekarang mau tak kasih perisai dari emas dan sorban putih…”


“udah, jangan repot repot ,saya jadi malu kamu baik sekali, kayaknya berlebihan deh kalo pakai perisai emas segala…” sambil tersipu sipu..


“ lho itu penting bagimu, kamu itu pengawal saya dan tugasmu berat, kamu harus pakai itu agar berwibawa, ini kau kasih rantai lagi jika kamu bertemu jin bertanduk lempar dengan rantai ini, juga kamu tak kasih perisai emas, nih…gini cara makainya …bismilah perisai…bismilah masuk lagi…perisai ini berguna melindungi anak buahmu…..jadi bisa membesar sesuai kebutuhan dan juga tempat perlindungan, trus jika kamu mau makan usap tangan kirimu bismillah makanan keluar bismillah makanan simpan masuk lagi, tergantung kamu pengen makan apa…” kataku menjelaskan panjang lebar….


“ ehm, begitu ya….kalo yang bertanduk itu pernah tak makan…rasanya nggak enak, pait rasanya……kalo jin fasik ya gampang itu… kalo santet itu permainannya begini, dia akan menggunakan media tertentu yang dibawa jin fasik trus jin itu utusan dulu menyusup dan melihat berani apa tidak menyerang, nah jika utusan itu menyampaikan bahwa kamu lengah dia baru menyerangmu, lha kalo mereka menyerangmu ya tinggal saja ki Glemboh suruh makan selesai…” trus sejenak dia menghela nafas….melanjutkan lagi ..” anak buahku yang kukenalkan tadi mempunyai peran masing masing, kalo kamu sudah bisa melihat bangsa kami kalo keluargamu khan belum bisa maka akan aku kasih tau jika dirumahmu dan sekitarmu bau kambing ya itu Ki Glemboh sedang di dekatmu dan menjaga keluargamu…”….


“ kamu juga suatu saat harus ikut berjihad melawan kerajaan setan atau siluman yang menyerang kesultanan jin Purwodadi’” perintahku kepadanya…


“mohon maaf kalo diijinkan sekarang ini saya ingin mengawal saja, sambil belajar islam nah nanti jika perang lain soal, saya nanti tak bicara dengan Naga siapa itu ?’ katanya kepadaku….


“aku kalo sama si Naga itu ya agak agak mikir lah, tapi kalo sama jin tanah itu ya saya keliatannya bisa mengalahkan… kami ini petarung, jika perang ya nanti Glemboh ikut makan khan kami akan membantumu mengatasi serangan santet, dan dukunnya nanti saya bunuh dan akan saya bawa ke laut selatan kepalanya buat tangga menuju ke istana ratu pantai selatan…” kata jin ki Jagad geni lagi….


“lho kamu kenal ratu pantai selatan…” tanyaku kepadanya..


“ya saya kenal dan sering dia datang sendiri atau utusannya datang meminta tolong untuk ikut berperang” jelasnya …


“coba panggil dia kesini, saya pengen kenalan” kataku kepadanya…


“maaf, begini kami ini apalah, dia itu ratu, derajad kami rendah dibanding dia karena saya hanya rakyat biasa, kami ini terikat kasta “ jelasnya kepadaku…

__ADS_1


“derajadmu itu sama dengan dia, tidak ada yang membedakan…” kataku…menerangkan dan menasehati….


“cuman saya kadang tidak bisa membantu dia dalam peperangan, karena kalau orang yang aku masuki tubuhnya itu sedang dzikir maka aku akan menjaganya dan menyimaknya, kami juga sungkan kalo meninggalkan tubuh yang kami terikat perjanjian itu…” kata Ki Jagad pati lagi….


“sekarang kamu bersihkan sisa sisa kerajaan ditubuh orang itu, kamu sudah bebas dan merdeka serta menjadi islam dan kamu juga menjadi pengawalku dan berjihad dan berjuang nah orang yang berjuang itu jika mati akan masuk surga dan akan diberi bidadari kayak ini nih…” kataku sambil mengusap telapak tanganku seolah menjadi tv ghaib memperlihatkan kemesraan jin dan bidadari di surga nanti, tapi sayangnya aku nggak bisa ikut ngintip hehehehehe…


“ehm, sekarang kami semua pamit…” katanya sambil memanggil 3 orang kepercayaannya dan menyembah setelah itu salam dan menghilang….


Sekitar jam setengah dua belas siang hape kang Ja`ab berbunyi dan dia melangkah keluar ruangan …sepertinya ada yang rahasia….dan beberapa saat masuk keruangan…”sudah sembuh om, orangnya sudah sadar, malah minta minum satu botol aqua dan minta makan nasi dan besuk diperbolehkan pulang kerumah…”


“alhamdulilah…masih bisa bengkokin besi nggak ???” kataku sambil bercanda…..


“itu sudah di suruh mbengkokin sendok nggak bisa, itu orang begitu sadar infusnya minta dilepas, duduk sila diatas kasur ,minta makan nasi dan minum…wis …wis….tapi pamannya seneng sudah nggak arogan lagi, kalo ngeyel sudah bisa di tonjokin lagi..hehehehe…”


Aku pun ikut tertawa, kami tertawa, terlihat lega dan bersyukur…kuingat nasehat kyai menjelang subuh di Majlis Al Husaini pada jumat dini hari, yang kurang lebihnya kutangkap seperti ini …”pada hakekatnya manusia itu diberi sakit mencakup 3 hal dan diantaranya terdapat sela sela (kata beliau sambil mencontohkan dengan jari kirinya ) sakit itu bisa berupa cobaan, bisa berupa siksaan, bisa berupa akan dinaikkan derajadnya, nah orang itu kadang disayang Allah nggak sadar maka dikasih cobaan, masih nggak sadar dikasih siksaan, nah kalo yang lainya mau dinaikkan derajadnya, namanya sayang itu nggak selamanya dengan sayang kadang juga perlu ditabok agar orang itu sadar”.


Kejadian ini menyadarkan aku bahwa : JANGAN PENGEN SAKTI ????


Seharusnya orang itu berfikir mendalam sebelum melangkah, nah kehati-hatian itu diperlukan agar selamat dalam melangkah….sorenya Ki Glemboh datang “ mohon ijin, sudah lama saya tak makan siluman, kira kira dimana lokasi bisa makan siluman ???” pintanya setelah salam…


“lha, kamu makan disana Semarang sana, daerah Gombel sana kalo nggak mau masuk islam kamu makan saja siluman disana, juga di daerah Juwangi, daerah Kwaron situ juga bisa, makan yang tak mau diislamkan…” kataku kepadanya… “ya sudah terserah kamu, yang penting kamu islamkan dulu dan Gunung Ungaran itu banyak sekali siluman kamu boleh perangi jika menolak ya makan saja kalo nggak mau islam”….perintahku kepadanya…


“ehm. Kalo boleh Wewe Gobel Semarang sebagian saja tak makan, sisanya mau tak jadikan gundik…” pintanya kepadaku…

__ADS_1


“ sak karepmu !!!!!” kataku ……” ehm…GLEMBOH…GLEMBOH…”


__ADS_2