Negeri Para Panglima /Sebuah Cerita Di Alam Jin

Negeri Para Panglima /Sebuah Cerita Di Alam Jin
Negeri Para Panglima 19


__ADS_3

JIN QODAM ILMU


Masih aku ingat sebuah doa yang diajarkan guruku, kyai Nur itu, doa yang menyayat hati dan menyadari kesalahan yang pernah aku lakukan…membuatku terlolosi dari tulang tulangku, lumpuh lunglai tak berdaya karena ,merasa penuh dosa, yang aku ingin segera terampuni… coba baca ini kalau malam:


Ya Allah..., aku ini hambamu yang tak berbakti, yang dzalim padamu, yang menganiaya diri sendiri, yang selalu mengikuti dosa, dan tak pernah mau menerima salah....


ya Allah, Engkau melihat isi hatiku, pasti terlihat penuh kerak, karena dosa ku tumpuk setiap waktu, kadang aku juga menuhankan nafsuku, hanya kesenanganku saja yang selalu ku ikuti...


Ampuni aku ya Allah, ampuni hambamu ini... ya Allah jika aku minta rasa cinta padamu, aku takut tak sanggup menanggungnya, maka isilah hatiku ini rasa cinta dan rindu pada rosulmu muhammad saw, sebagai tanda aku mencintaimu, jadikan di dalam dadaku penuh cinta padanya.


Ya Rosululloh.... jangan biarkan aku sendirian, jangan biarkan aku tersesat tanpa pembimbing, ya rosululloh bimbinglah aku menuju Allah, wahai Rosululloh aku hidup jauh dari jamanmu, jika tanpa mebimbing apa juga guna hidupku... nanti aku kalau di kumpulkan di mahsar, saat matahari di atas kepala, aku harus ikut bendera siapa.?..jangan biarkan aku ini lepas dari barisanmu ya rosululloh...ku minta ya kekasih hati ijinkan ku sentuh tanganmu yang mulia...ya Rosululloh bimbing aku...akui aku sebagai umat Muhammad...jangan biarkan aku terlunta lunta sesat tanpa syafaat, ya Rosululloh.......... .jangan biarkan aku sendirian...aku sungguh tak tau jalan... jalan surga tanpa bantuanmu aku tak tau harus kemana....ya Rosululloh ijinkan aku ada di barisan di bawah benderamu, walau aku ini sungguh penuh dosa, mintakan ampunan pada Allah agar dosaku ini di ampuni, mintakan pada Allah agar aku tak selalu mengulang dan mengulangi dosa ...ya Rosululloh... saya minta sambutlah tanganku ini...


Ya Roslululloh, jiwaku ini sering kosong, aku sering tak punya arah tujuan, aku sering hanya mengikuti kata nafsuku, karena kesenanganku, aku sebenarnya malu menyampaikan ini padamu... tapi jika tak ku sampaikan sekarang, aku takut nanti aku di buka aibku di hadapan semua manusia dari jaman Nabi Adam as sampai hari kiamat, mau ku taruh kemana mukaku. ya Rosululloh mintakan ampun pada Allah untukku...


ya Allah, ampuni dosaku...ampuni dosaku...ampuni dosaku yang tak bisa ku hitung dengan apapun di dunia ini, ampuni ya Allah, jika untuk Engkau ampuni harus Engkau hancur leburkan aku sekarang, maka hancur leburkan aku, luluh lantakkan aku menjadi serpihan kecil, agar aku tak malu lagi jika di hadapkan di pengadilanmu, agar tak semua malaikat menjulukiku pendosa ini.... ya Allah ampunkan aku...ampuni dosaku ya Allah....(amin ya robbal alamin)…


Sudah banyak kaum-kaum yang dibinasakan Allah S.W.T melalui saluran istidraj. Firaun dan Namrud diberi masa yang panjang hidup di dalam kesenangan, kemewahan. Kemudian Tuhan datangkan azab dengan tiba-tiba. Firaun dibinasakan di dalam laut dan Namrud dibinasakan oleh nyamuk. Qarun juga binasa ketika asyik dengan kekayaan. Begitu juga dengan kaum-kaum Nabi-nabi Nuh dan Luth.


Orang-orang yang beriman sentiasa mengawasi diri mereka agar kesenangan dan kemewahan tidak melalaikan mereka yang bisa menyebabkan mereka jatuh ke dalam suasana istidraj. keluarga tidak menjadikan mereka lupa jalan kepada Allah, juga kekuasaan, kemewahan, kedudukan dan pangkat kemulyaan dalam masyarakat. orang yang di sadarkan dan di jaga keimanannya oleh Allah akan teguh takut dalam menjaga istiqomah ibadahnya, karena takut akan siksa Allah dan dalam hidup banyak sekali tipu daya yang indah dan enak di luar dan di lamanya ada bom waktu berupa azab yang di sediakan Allah akan di ledakkan kapan saja, tanpa pemberitahuan sebelumnya.


(Mereka tidak diberitahu akan masa itu) bahkan (yang dijanjikan) itu akan datang kepada mereka secara mengejutkan, serta terus membingungkan mereka; maka mereka tidak akan terdaya menolaknya, dan tidak akan diberi masa bertaubat. ( Ayat 40 : Surah al-Anbiyaa’ )


Orang yang beriman dengan Allah s.w.t dan takdir-Nya akan mendapat pimpinan-Nya. Allah s.w.t berkuasa membalikkan hati siapa saja yang di kehendaki-Nya. Dipimpin-Nya hati orang yang beriman agar menghadap kepada-Nya. Orang yang dipimpin-Nya akan serasa mudah untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Kehalusan pimpinan-Nya itu membuat hamba mengenali kekuasaan-Nya pada membalikkan hati yang keras menjadi lembut dan yang malas beribadah menjadi rajin.


“ Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. ( Ayat 11 : Surah at-Taghaabun )”


Awalnya aku tiap hari kalo dikantor sakit terus, kemudian Mas Jaab ,kemudian teman kami satu persatu abis sakit semua, kantor terasa panas, padahal pakai ac satu pk, dan anehnya ac-nya sering jebol…aneh memang….


Kemudian mas jaab minta di dongkrak, tapi anehnya malah kesurupan langsung…maklum bawaan tubuhnya masih bergolak-golak karena masa lalunya yang jawara….


“siapa ini ?” jawabku sambil pindah duduk berhadapan…


“saya adalah jin ilmu dari langit kesatu” jawab jin yang nyurupi mas jaab itu…


“ saya mau tanya , anda itu kodamnya mas jaab dulu ?” tanyaku lagi…


“bukan saya adalah qodam ilmunya Ajengan Tarib, Banten “ jawab si Jin itu…


“lho kenapa masuk ketubuhnya mas jaab ???” tanyaku lagi..


“dulu anak ini adalah kami anggap “BAKAl” yang mewarisi ilmu para kyai dan auliya di Banten, tapi dalam perjalanan anak ini “kesasar”, makanya waktu kamu bersihkan dulu saya melihat dari jauh dan membawa kebaikan bagi anak ini makanya saya setuju agar anak ini menjadi baik..”


“oh iya jin , nama kamu siapa ya, lupa nanya ???” tanyaku lagi….


“namaku Qojali Jaya Semi” jawabnya..


“ooo…qojali ya…, ehm qojali saya mau tanya kamu masuk islam ya…” jawabku..


“aku sudah islam sejak mengikuti Ajengan Tarib dulu” jawabnya..


“sholatnya sudah berapa kali ??” tanyaku…


“alhamdulilah sudah lima kali..insyaallah” jawab Qojali…


“ lha mau tidak jadi murid guruku…ini difoto ini…” rayuku lagi…

__ADS_1


“ehm….” Qojali mikir-mikir….sementara aku langsung kasih saja…bless…”Ehm….toriqoh…” jawabnya lagi…


“ amalkan nanti ya…” pintaku…”insyaallah” jawab qojali


“ehm kamu umurnya berapa qojali ??” tanyaku…


“aku 400 taun..” jawabnya lagi sambil memainkan jenggotnya …


“ berarti sudah separuh baya, mau saya muda-kan lagi ???” jawabku lagi..


“memang bisa” jawabnya…


“bisa” aku sudah memasukkan ilmu awet muda dengan karomahnya kyai Nur..


Sementara dia melihat tubuhnya menjadi kekar dan suaranya berubah menjadi berwibawa, seperti seorang jawara….


“alhamdulilah terimakasih…” jawab qojali si jin itu lagi….


“qojali dulu jawara ya waktu masih mudanya ??” tanyaku..


“alhamdulilah iya..” jawabnya sambil senyum khas jawara..senyum yang ngeri ngeri sedap, bikin ciut nyali lawan jika berhadapan…


“ siapa namamu ??? “ lanjut qojali..


“saya wahyu…” jawabku…


”lengkapnya? “ Tanya jin qojali lagi…


”wahyu widiyan” jawabku…


“saya ingin bertemu gurumu, tolong nanti disampaikan…caranya aku akan menyurupi anak ini” terang jin qojali lagi..


“sebentar dulu, nanti sampeyan ke senori dulu ketemu temanmu atau siapa yang disana agar kenal..” cegahku, dan dia mangut mangut memainkan jenggotnya yang panjang…


“saya pamit, nanti aka saya sampaikan kepada auliya dan para kyai di banten…” jawab qojali lagi…


“bantu aku sahadad dan al fathekah” pinta qojali….


Tiba tiba mas jaab sadar, dan bertanya …” ada apa om ???? …. “ kami pun masuk mobilku…mendengarkan lewat tape mobil dan mencolokkan blackberryku….setelah selesai masuk rumah lagi…


“nal….nal….. ini ada yang mau datang…siapa ini…kamu siap siap lagi ya..????” pintaku…


“ aku nggak kuat, gimana ini…” kata jaab bingung…


“ aku sajalah…” aku memutuskan..” kamu yang menanyai….”


Tiba tiba bergetar hebat, ruang tamu menjadi jadi, suasananya mengharu biru menjadi magis….


“ asalamulaikum…” jawab kyai banten yang kami tak tau siapa namanya….


“walaikum salam..” jawab kang jaab..


“duduk kamu, kamu siapa ??? yang sopan ???”….jawab kyai banten itu…


“ kamu tau, anak ini didalam darahnya ada darahku..” …

__ADS_1


“inggih kyai…” mas jaab duduk bersila…


“ amaliyah anak ini, ehm….biasa saja…” …sambung kyai banten itu..


“tolong sampaikan kepada gurumu Kyai Nur, besuk kami akan sowan kepada beliau, ada pesan dari kami auliya dan para kyai se-banten untuk beliau…” kyai banten itu melanjutkan …”kamu seberat apapun, bersama anak ini kamu harus tawadlu kepada gurumu, ikuti terus walau berat, berat memang menjadi murid gurumu itu….” Terang kyai banten yang sampai sekarang kami tak tau namanya….


“sini kamu….kepalamu…tak kasih ilmu…..” sambung kyai banten, memegang kepala mas jaab itu… “ ya sudah saya dan para auliya pamit dulu…”……suasana hening sejenak…” asalamualaikum”…para kyai itu pamit pergi…..


“ waalaikum salam”…. Jawab mas Jaab…


aku pun sadar, dan mas jaab mulai berani bicara lagi…


“ada apa nal ? kok kayaknya gugup….” Tanyaku…


“ itu om para kyai dan ajengan banten, kasih pesen buat kyai….” Jawabnya lagi…


“lho, kamu nggak tanyain tadi ngomong apa ???” tanyaku lagi…


“enggak brani om…. Mereka kyai…entar salah ngomong malah berabe…” jawab Jaab dengan argument


“ada pesan buat aku nggak ??” tanyaku lagi…


“enggak katanya om hebat..” jawabnya sekali lagi…


“soal amaliyah bagaimana ???” tanyaku…


“amaliyah om hebat …kata kyai tadi, dan om masih keturunannya katanya…” terang jaab..


“bohong loe….orang tadi aku juga ikut nguping kok, amaliyahku biasa saja, nggak istimewa khan??” seldikku..


“enggak …wong aku dengernya biasa…biasa gitu…brarti ya luar biasa khan???” jawabnya mengeles….


“enggaklah, aku kalo medium jarang seratus persen, jadi pasti denger apa yang diperintahkan dan diceritakan…emangnya kamu…selalu loss….” Jawabku nggak mau dibohongi…


Kami pun tertawa, dan mandi bergantian dengan air bak mandi yang telah kami campur dengan air dzikiran….”ayo cabut makan, dan ngantor lagi….” perintahku ,yang disambung dengan mengemasi barang dan menstater mobil …menuju timur…menuju kembali ke kantor di purwodadi…


Allah s.w.t senantiasa mengirimkan peringatan untuk mengajak manusia kembali ke jalan-Nya. Biasanya peringatan yang datang itu membawa bersama-samanya kesusahan yang menekan jiwa manusia agar manusia insaf dan mau kembali kepada Allah s.w.t dengan merendahkan diri. Di dalam keadaan kemelaratan itu biasanya manusia menjadi insaf dan suka berbakti pada jalan Allah s.w.t. Kemudian Allah s.w.t gantikan kemelaratan dengan kesenangan sebagai ujian untuk mengasingkan yang benar-benar insaf daripada yang pura-pura. jika di beri ujian kemelaratan ingat, apa juga akan sama jika di beri ujian kecukupan dan kemewahan, yang berpura-pura akan tumbang jika di uji dengan kesenangan dan kemewahan, sebab tak jarang apabila kesenangan sudah dirasakan, kembali orang yang tidak teguh imannya, akan kembali kepada kemaksiatan dan kemunkaran.


Mereka memberi alasan bahwa kesenangan dan kesusahan adalah lumrah kehidupan sebagaimana yang pernah dirasai oleh nenek moyang mereka yang dahulu, bukan berkait dengan soal beriman atau tidak seseorang itu kepada Allah s.w.t. Mereka kembali lalai dalam arus kesenangan dunia. Ketika mereka sedang asyik lalai itulah Tuhan datangkan kebinasaan kepada mereka….. Imam Ali Al Hadi : "Orang yang bersyukur lebih berbahagia disebabkan oleh rasa syukurnya daripada nikmat yang menyebabkannya bersyukur, karena nikmat itu adalah harta dunia dan rasa bersyukur adalah nikmat dunia dan akhirat".


“Dan Kami tidak mengutus dalam sesebuah negeri seorang nabi (yang didustakan oleh penduduknya), melainkan Kami timpakan mereka dengan kesusahan (kesempitan hidup) dan penderitaan (penyakit), supaya mereka tunduk merendah diri (insaf). Setelah (mereka tidak juga insaf) Kami gantikan kesusahan itu dengan kesenangan hingga mereka kembang biak (serta bersenang-senang) dan berkata (dengan angkuhnya): “Sesungguhnya nenek moyang kita juga pernah merasakan kesusahan dan kesenangan (sebagaimana yang kita rasakan)”. Lalu Kami timpakan mereka (dengan azab siksa) secara mengejutkan, dan mereka tidak menyadarinya. ( Ayat 94 & 95 : Surah al-A’raaf )”


Apabila siksaan dan kebinasaan dari Allah S.W.T datang, tidak ada siapa yang dapat menghalangnya dan tidak ada siapa mampu menanggungnya. Orang yang menerimanya menjadi bingung, tidak tahu berbuat apa-apa. sebenarnya manusia itu kejadian ketika menerima azab tak beda di jaman dahulu dengan jaman sekarang, semua sama hanya soal waktu dan bentuk kesenangan saja yang berbeda rupa bentuknya, dan perbedaan masa saja.


Allah berfirman:


“ Katakanlah: Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman “ ( QS. Fushillat : 44 )


dan firmanNya:


“ hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit ( yang berada ) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” ( QS. Yunus : 57 )


Nah hal ini kemudian kami laporkan ke Kyai, hasilnya gagal paham lagi….jin itu menipu tujuannya agar dapat sowan ke kyai dan aleman, pengen dianggap sebagai muridnya kyai…ehm….ternyata aku dan mas Jaab masih saja gagal paham….hehehe…manusiawilah….harap maklum


- Rasulullah SAW : " Berbahagialah orang yang karena ia sendiri merasa memiliki aib tidak mau mencari-cari aib saudara mukminnya.

__ADS_1


- Orang yang beruntung itu yang di sibukkan mencari aibnya sendiri dan di sibukkan menyesali aib itu, sampai tak ada waktu mencari aib orang lain. Dan orang yang celaka itu yang di sibukkan mencari aib orang lain dan aibnya sendiri tak kelihatan sama sekali….


__ADS_2