
AKU DAN QARIM 03
"bangsa kami tidak bisa melihat malaikat, tapi bisa merasakan kehadirannya, khan bahan pembuatannya pada hakekatnya ada unsur yang sama kami ini dari api, malaikat dari cahaya, nah api khan bisa mengeluarkan cahaya" katanya kemudian...
"biasanya malaikat jika datang itu seperti kami mencium wewangian yang enak dan mereka itu akan datang silih berganti jika kalian sedang melaksanakan amaliayh ibadah, misalnya pas kalian sholat ashar, nah dia akan datang pas waktu sholat ashar dan untuk murid kyai setahuku mereka datang silih berganti, datang dan pergi, nah bau wangi yang datang dan pergi itu menurutku adalah malaikat, mereka mencatat amalmu..."
"emang murid kyai itu mempunyai ciri khusus ya?"tanyaku...
"iya memang ada cirinya" katanya...
"kalo aku menjadi pemimpin apakah bisa amanah?" kataku memancing ceritanya...
"bisa saja karena kamu menjalankan amaliyah dari kyai" katanya lagi....
"bangsa kami bersyukur dengan adanya sampeyan di purwodadi, pesan dari kami tetaplah amanah, tetaplah menjadi murid kyai, karena murid murid kyai bisa dijadikan panutan bukan hanya bangsa manusia tapi juga bangsa kami, semoga kota ini bisa berubah dengan adanya orang orang seperti sampeyan sampeyan ini" katanya lagi...
"lho kyai khan juga banyak disini, aku ini apalah dibanding mereka" kataku lagi...
__ADS_1
"sepanjang mereka masih mengharap dunia, mencintai dunia mereka tidak akan bercahaya, mereka itu apalah..masak kyai kok mengagungkan jabatan, mana nilai ikhlasnya, nilai ikhlas itu penting..." katanya lagi...
"bangsa ini butuh pemimpin yang amanah, yang ikhlas, butuh ulama yang ikhlas agar bisa bangkit kembali, bangsa ini bangsa yang besar lho" katanya lagi...
"maaf qarim, saya harus pulang, maaf menggangu dzikirmu" kataku pamitan...
kemudian dia menyembah dan "asalamualaikum" dan aku membalas salamnya "wa'alaikum salam".....
cerita ini mengisahkan bagian yang hilang, bagian yang terlewatkan dalam sebuah cerita.....
sebaiknya diceritakan langsung saja ke inti cerita dalam bentuk tanya jawab antara aku dan qarim...
"lha kalo kamu dan bangsamu itu apakah sama dengan siluman" tanyaku lagi...
"siluman itu istilah saja, siluamn itu juga dari golongan kami, tapi bukan berasal dari bangsa kami" jelas qarim..
"lho kok bisa? apakah kalian itu berbangsa bangsa" tanyaku kepadanya...
__ADS_1
"sebetulnya yang disebut dengan siluman itu bangsa yang rendah dari golongan kami, kami menganggapnya golongan yang rendah, bakan sangat rendah?" katanya lagi..
"memang apakah mereka itu budak ?" tanyaku...
"bukan, mereka itu asalnya dari manusia, karena ngelmu, ataunkarena sebab tertentu maka ruhnya tidak semuanya kembali ke akherat, jadi ada beberapa yang tertinggal dan menjadi golongan kami, misalkan semasa hidupnya punya ilmu macan ya nanti di alam sini dia akan seperti macan..." katanya menjelaskan...
"jadi siluman itu bukan jin terkuat dari bangsa kalian ?" tanyaku lagi..
"nah, manusia itu sering keliru, justru kebalikannya mereka itu dimata bangsa kami derajadnya amatlah rendah, kami menganggap begitu, lha kalau manusia menganggap lebih hebat dari bangsa kami ya namanya terbalik, kalian keliru..."....jelasnya lagi...
"ooooo" kataku sambil bengong...
pelajaran berharga, jangan pengen sakti, jangan pengen kaya tapi tak lazim, jangan pengen yang aneh aneh , ehm nanti jiwa kita dibeli, dibeli, dijadikan budak, hidup cuman sekali dan sebentar, mati dan sudah....
kemudian terlupakan......
apakah kamu pengen seperti itu ? kuyakin tidak !!!
__ADS_1