Obsesi Cinta Sang ADF

Obsesi Cinta Sang ADF
Kemarahan Arsenio


__ADS_3

Satu jam berlalu, Veronika mulai mengerjab dari alam bawah sadarnya, Matanya mulai terbuka dan melihat ke arah jendela kamar,untuk melihat hari yang mulai gelap.


"Eeuh, lenguh Veronika sambil merentangkan tangan keatas dengan duduk


"Jam berapa sekarang?Tanya pada dirinya sendiri


" Kelihatan hari sudah mulai gelap, dan rupanya aku ketiduran.Lupa bersih-bersih dan mandi dulu pula. Ucapnya lagi. kemudian dia mencari ponsel miliknya untuk melihat jam berapa sekarang,Namun dia terkejut setelah melihat ponsel miliknya yang mendapat banyak telepon dari pria yang tadi memenuhi pikirannya dan juga pesan masuk darinya.


"Mampus aku." ucap Veronika sambil mengetuk dahinya


"Aduh, bagaimana ini, telfon balik gak ya." Ucap Veronika mulai gelisah


"Kirim pesan ajalah, katakan aja kalau tadi ketiduran, kalau dia tidak percaya itu urusan dia." Ucap acuh Veronika sambil mulai mengetik untuk membalas pesan yang Arsenio kirim ke Veronika tadi.


"Maaf, Aku ketiduran tadi jadi tidak bisa langsung menjawab telfon dari kamu maupun membalas pesan darimu." Isi pesan Veronika untuk Arsenio


Setelah pesan terkirim tidak lama kemudian Arsenio menelpon balik Veronika.


"Aduh, Dia telfon lagi, angkat atau tidak ya." Ucap Veronika sambil berdiri mondar mandir sambil menggenggam ponsel miliknya yang berbunyi kalau ada telfon masuk.Veronika memutuskan untuk menerima telfon dari Arsenio.


"Ha-Halo." Jawab Veronika dengan tergagap

__ADS_1


"Berani sekali kamu tidak menjawab telfon dariku." Ucap Arsenio dengan nada tinggi


"Ma-maaf,Ta-tadi Aku ketiduran." Ucap Veronika takut dengan nada tinggi milik Arsenio


"Ck", Arsenio berdecak. Alasan, bilang saja kamu tidak mau menerima telfon dariku." Ucap Arsenio tidak mau menerima alasan dari Veronika


"Terserah mau kamu percaya atau tidak." Ucap Veronika lalu mematikan telfon secara sepihak


" Ughh, Menyebalkan sekali dia."Ucap Veronika


"Sebaiknya aku berendam air hangat biar relax semuanya."Ucap Veronika lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi


***


"Benar-benar salah kamu menguji kesabaranku." Ucap Arsenio yang marah. Ia menelpon Devan


"Halo Tuan Muda." Ucap Devan dari seberang telfon


"Dev, Saya perintahkan kamu untuk menculik kedua teman Veronika, bawa mereka ke tempat rumah kosong yang lama tidak di huni." Ucap Arsenio


"Akan saya laksanakan perintah Tuan Muda sekarang." Jawab Devan dari seberang telfon

__ADS_1


Kemudian Arsenio mematikan telfon secara sepihak sambil bergumam lirih namun tajam dan dingin dengan tatapan mata yang menusuk.


"Terima hukuman dariku Ver. Kamu pikir siapa yang kamu lawan ini, Saya Arsenio, tidak hanya main-main dengan ucapan saya, namun juga bisa melakukannya." Gumam Arsenio


*****


Devan sudah berhasil membawa ke dua teman Veronika ke rumah kosong tanpa penghuni, Rumah yang lama tidak ditinggali dengan hawa dan aura tidak mengenakan.


"Siapa kamu?. Dan dimana kamu membawaku sekarang?." Tanya Rosella dengan nada tinggi sedangkan Citra hanya menangis dan ketakutan


"Lepaskan kami!!. Sebenarnya apa mau kamu?, mengapa kamu menculik kami." Ucap Rosella sambil berusaha melepaskan ikatan di tangannya


"Ssssshhhttt, Bisa diam tidak." Ucap Devan


"Berisik, kalau mulutmu tidak bisa diam jangan salahkan aku bertindak kasar terhadap kamu. Mengerti." Ucap Devan mengancam


"Bangsat, kami salah apa kepada kamu?. Ha... Kami tidak tau siapa kamu kenapa kamu menculik kami apa salah kami bajingan." Ucap Rosella marah


"Diam!!!!." Bentak Devan


Next

__ADS_1


__ADS_2