Obsesi Cinta Sang ADF

Obsesi Cinta Sang ADF
Ke Dua Sahabatnya Di Culik


__ADS_3

Rosella yang mendapat bentakan dari Devan langsung terdiam."Gluk."Menelan ludah sambil ketakutan, begitu juga dengan citra yang sudah sangat takut dan terus menangis.


Rosella bergumam dalam hati."Ya Allah tolong lindungi hamba dan sahabat hamba saat ini, saya tidak mengenal ataupun punya masalah dengan orang ini tolong lindungi kita berdua."Doa dia dalam hati.


Sedangkan Devan, setelah membentak wanita yang dia sekap. Mendapat telfon dari Arsenio, Dan langsung di terimanya tanpa menunggu lama.


"Dreett.... dreeett... dreettt... dreettt." Bergetar ponsel milik Devan yang mendapat telfon dari Arsenio


"Halo Tuan Muda, Apa ada yang bisa saya lakukan lagi?." Tanya Devan


"Dev, kamu Foto kedua wanita itu lalu kamu kirimkan ke saya!!!!." Ucap Arsenio dari seberang telepon


"Baik Tuan Muda."Jawab Devan, kemudian telfon mereka mati


***


Devan melangkah ke arah mereka untuk melakukan tugas yang di berikan Tuan Mudanya.


" Crikk.. criiikk... criikkk..

__ADS_1


"Buat apa, kamu foto kami berdua?." Tanya Rosella dengan nada sedikit meninggi


"Menjual kalian." Ucap Devan dengan datar


"Dasar Brengsek."Ucap Rosella marah yang ia tahan akhirnya meledak juga


" Memang."Jawab Singkat Devan


"Cih, Menjijikan." Ucap Rosella lagi


Devan tidak menggubris lagi perkataan yang Rosella lontarkan kepadanya, Dan memilih pergi dari hadapan mereka berdua.


"Ros, A-Aku t-takut aku benar-benar takut." Ucap tergagap Citra lirih sambil menangis terisak


Citra membalas dengan anggukan dan masih Menangis terisak


*****


Sedangkan Disisi Devan. Dia keluar dari ruangan untuk menghirup sedikit udara segar.Setelah menyelesaikan tugas yang di berikan Tuan Muda kepadanya.

__ADS_1


Lalu ia bergumam lirih "Untuk apa Tuan Muda menculik teman Nona Veronika?." Apa benar Tuan Muda sudah jatuh cinta kepadanya?. Sehingga Tuan Muda melakukan semua rencana ini, untuk bisa membuat Nona Veronika tunduk kepadanya dengan memanfaatkan kelemahannya ini.


"Aaahhh, Taulah kenapa jadi ikut mikirin hal percintaan.Hal ini paling aku benci karena menyusahkan dan suka mengatur hidup seorang pria. "Membosankan bukan." Ucapnya


***


Veronika yang sedang menikmati berendam dengan air hangat pun. Memutuskan untuk membersihkan diri dan menghubungi kedua sahabatnya untuk bersiap keluar makan malam.


30 menit kemudian Veronika keluar dari kamar mandi dengan memakai bath robe. Lalu ia melangkah menuju koper miliknya, untuk mengambil baju untuk ia kenakan keluar dengan kedua sahabatnya. Setelah selesai semuanya Veronika melangkah ke meja samping tempat tidur untuk mengambil ponsel miliknya.


Veronika menelfon kedua sahabatnya namun nihil, Tidak ada satu jawaban dari mereka yang mau menjawab telfon Veronika.


Ia bergumam "Kenapa tidak ada yang menjawab telfon dariku." Tidak biasanya mereka seperti ini. Ucapnya. Sambil mulai khawatir dengan sahabatnya tidak mau hanya berdiam diri. Veronika keluar dari kamarnya, melangkah ke arah pintu kamar hotel kedua sahabatnya dengan mengetok pintu kamar mereka.


"Tookk.. tookkk.. Ros... toook... tookk....Rosella, Apa kamu Di dalam? " Veronika mengetuk kamar Rosella dan memangil namanya dengan nada agak tinggi. Namun pintu tidak di buka sama Rosella dan tidak mendapat jawaban dari Rosella. Kemudian ia beralih melangkah ke arah pintu milik Citra..


"Cit... tookkk... tookkk... tookkk.. Cit, Apa kamu di dalam?. Tolong buka pintunya.!!. Toookkk.. tokkk.. Citra.." Ucap Veronika memangil dan mengetuk pintu, namun tidak di buka maupun mendapat jawaban dari Citra.Tidak ada respon dari kedua sahabatnya membuat Veronika semakin khawatir kepada kedua sahabatnya.


"Tidak biasanya mereka seperti ini." Ucap Veronika lirih

__ADS_1


"Percuma kamu mengetuk pintu mereka atau menghubungi mereka. Ver."


"Teep.. teppp.. teeppp..." Suara sepatu pria yang melangkah mendekatinya.


__ADS_2