Obsesi Cinta Sang ADF

Obsesi Cinta Sang ADF
Trauma Muncul Kembali


__ADS_3

Sedangkan di tempat Veronika berada.Ia mulai mengerjap dan matanya melihat di sekelilingnya.


"Aw" Veronika Merasakan pusing di kepalanya."Ini dimana?."Ucapnya lirih dan bingung.


"Kamu sudah sadar?" Tanya Arsenio yang baru keluar dari kamar mandi dan mendekat ke arah Veronika.


"Kamu,Dimana aku sekarang?." Tanya Veronika lalu terdiam dan mengingat semua kejadian tadi.


"Rosella, Citra." Ucap Veronika lirih dan mulai takut.


Veronika ingat dengan foto kedua sahabatnya yang terikat tali.Kemudian ia menjerit ketakutan dan memori masa lalu yang menyakitkan itu kembali lagi.


"Tolong lepaskan mereka!!!.Aku mohon..Hiks.. hikss.. hikss." Veronika terisak


"Kamu tenang ya, Mereka sudah aku lepaskan." Ucap Arsenio mencoba menenangkan Veronika. Ia melangkah ke arah Veronika dan mencoba untuk menyentuhnya namun Veronika kembali seperti ketakutan.


"Jangan sentuh aku!!!. Plis, Aku mohon untuk kamu menjauh." Ucap Veronika ketakutan badannya ikut bergetar hebat. Membuat Arsenio bingung dengan sikap Veronika sekarang.


"Tidak, tidak. Aku Mohon kamu pergi!!.Lepaskan aku." Ucap lirih Veronika ketakutan sambil memeluk kedua kakinya yang di tekuk di dada.


"Ver kamu tenang ya." Ucap Arsenio pelan sambil memenangkan Veronika.


"Tolong pergi.. Hiks.. Hiks..hiks... hiks.Jangan mendekat." Veronika.


Arsenio yang khawatir melihat kondisi Veronika sekarang, ia menyuruh salah satu anak buahnya untuk menelfon Dokter.

__ADS_1


"Tolong kamu,telfon dokter suruh datang


sekarang saya tunggu 10 menit kedatanganya." Ucap tegas Arsenio. Lalu mematikan telfon sepihak tanpa memberi waktu anak buahnya untuk menjawab.


Arsenio menjauh dari Veronika dan duduk di sofa sambil menunggu dokter datang.Ia selalu menatap ke arah Veronika yang sekarang dalam kondisi tidak baik-baik saja.


"Sebenarnya apa yang sudah kamu alami Ver.Sehingga membuatmu ketakutan seperti ini.Kenapa hatiku sakit melihat kamu seperti itu." Ucap dalam Hati Arsenio.


"Maaf." Ucapnya lirih


****


10 menit berlalu. Dokter yang di minta untuk kesini Arsenio akhirnya datang. Terdengar suara ketukan pintu.


" Salam Tuan Muda"Ucap Dokter memberi salam Arsenio sedikit membungkuk.


Arsenio yang mendapatkan salam hormat hanya pasang wajah datar dan dingin tanpa mau membalasnya. "Masuk." Perintah Arsenio.


"B-baik Tuan Muda." Ucap Dokter sedikit takut dengan Arsenio.


"Tolong kamu periksa wanitaku." Ucap Arsenio


"Baik.Saya mulai periksa dulu Tuan Muda." Ucap Dokter.


"Hem".Jawab Arsenio

__ADS_1


Dokter mendekat ke arah Veronika untuk memulai memeriksa kondisinya.


" Maaf Nona, saya periksa dulu ya."Ucap Dokter


"STOP." bentak Veronika. "Jangan mendekati saya!! Saya mohon." Ucapnya lagi.


Dokter kemudian mundur dan melangkah mendekat ke Arsenio.


"Maaf Tuan Muda, dengan kondisi wanita anda seperti ini.Sebaiknya.Ada salah satu orang yang di kenal wanita anda berada di sampingnya, dengan begitu dia akan tenang dan saya bisa melanjutkan untuk memeriksanya.


"Baik, tunggu sebentar dan saya titip dia tolong kamu jaga dia."Ucap Arsenio lalu keluar dari kamar hotelnya.Yang secara kebetulan berpapasan dengan kedua teman Veronika. Ia mendekat ke arah kedua wanita itu.


"Apa kalian teman dari Veronika?." Tanya Arsenio tanpa basa basi.


"Ya benar. Maaf Tuan anda siapa? Kenapa bisa kenal sahabat saya." Ucap Rosella.


"Itu tidak penting.Sekarang saya minta kalian berdua ikut dengan saya.Veronika sekarang membutuhkan kalian." Ucap dingin Arsenio.


"Kenapa dengan sahabat saya Tuan?." Tanya Rosella mulai khawatir degan Veronika.


"Ros Veronika kenapa?. Apa terjadi sesuatu kepadanya?. Aku takut Ros.Ucap Citra.


" Kamu tenang iya, lebih baik sekarang kita ikut Tuan ini sekarang. Biar kita tahu Veronika kenapa.


"Ya, aku ikut." Ucap pelan Citra.

__ADS_1


__ADS_2