Obsesi Cinta Sang ADF

Obsesi Cinta Sang ADF
Trauma


__ADS_3

💐💐💐💐💐💐


Mereka memutuskan untuk ikut bersama Arsenio. Betapa terkejutnya Rosella dan Citra saat melihat kondisi Veronika yang seperti itu.Mereka berdua menghampiri Veronika, Lalu Rosella memeluk erat Veronika dan menenangkan nya.


"LEPAS.Jangan sentuh aku." Bentak dan berontak Veronika,yang belum menyadari jika itu Rosella.


"Ver, Ini aku Rosella, Kamu tenang ya ada aku disini." Ucap Rosella menenangkan Veronika.


"Ros, Rosella ini kamu." Tanya lirih Veronika.


"Iya ini Aku jangan takut ya." Jawab Rosella.


"Ros, Aku takut kehilangan kalian.Aku melihat kalian terikat.. Hiks.. hiks.. hikss." Nangis sesenggukan.


"Ini aku, sekarang aku disini sama citra kamu tenang ya." Ucap Rosella sambil mengusap punggung Veronika.


"Sekarang kamu tenang!.Biarkan Dokter memeriksa kamu." Ucap Rosella yang mendapat anggukan dari Veronika yang sudah mulai tenang.


Kemudian Rosella memberi isyarat lewat mata menyuruh Dokter untuk memeriksa kondisi Veronika, Dokter yang paham akan isyarat yang di berikan kepadanya itu, melangkah mendekati Veronika dan memulai memeriksanya.


****

__ADS_1


Dokter mulai memeriksa Veronika. Namun Dokter di hentikan Rosella saat ingin menyuntikkan obat penenang untuk Veronika.


"Maaf Dokter jangan menyuntikkan obat penenang itu untuknya. Saya juga Dokter dan saya sahabat Veronika, saya sangat mengerti pasien menderita Trauma, jadi saya membawa obat yang berupa cairan khusus untuknya Dok.Akan saya ambilkan." Ucap Rosella.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Dokter


"Citra tolong kamu pindah ke posisiku dan peluk Veronika biar dia tidak memberontak lagi!!." Ucap Rosella


"Oke." Jawab Citra


Rosella bangkit dan melangkah keluar kamar Arsenio, untuk mengambil obat tersebut.


***


"Memang masa lalu apa yang membuat dia bisa trauma seperti ini?. Memang apa saja yang dia lalui saat kejadian masa lalunya.Aku harus mencari tahu untuk masalah ini.Aku harus tahu kejadian yang bisa membuat dia bisa se trauma itu sampai seperti ini." Ucap dalam hati Arsenio.


Tidak lama kemudian. Pintu kamar Arsenio terbuka munculah Rosella dengan membawa botol kecil berisi cairan bening dan di kasihkan kepada Dokter. Dokter menerima Obat tersebut lalu di suntikkan langsung kepada Veronika, dan tidak lama kemudian Veronika mulai tertidur karena efek dari obat tersebut.


Setelah itu Dokter memberikan resep obat dan vitamin untuk Veronika.Kemudian ia pamit untuk kembali ke Rumah Sakit.Arsenio mengantar Dokter itu dan untuk menanyakan kondisi wanitanya.


"Bagaimana kondisi wanitaku." Tanya Arsenio datar

__ADS_1


"Kekasih anda butuh istirahat yang cukup, dan seperti yang anda lihat. Kekasih anda mengalami suatu kejadian di masa lalu yang bisa membuat dia memiliki trauma yang sangat mendalam baginya. Jadi saya mohon jangan tekan dia dengan suatu hal yang bisa memicu tentang trauma dia." Ucap Dokter


"Baik, saya paham dan mengerti." Ucap Arsenio


"Baik kalau begitu saya permisi Tuan Muda" Ucap Dokter sambil sedikit menundukkan kepalanya. yang hanya di balas Arsenio dengan anggukan.


Arsenio kembali ke Veronika.Ia duduk di sofa.Kemudian berbicara kepada kedua sahabat Veronika"Kalian kembali saja ke kamar kalian!!, biar Veronika saya yang menjaganya."Ucap Arsenio.


"Maaf sebelumnya Tuan.Kalau boleh tahu, anda siapanya sahabat saya Veronika?.Tanya Citra.


" Saya kekasih Veronika."Jawab Arsenio dingin dan datar.


Dan jawaban yang keluar dari mulut Arsenio berhasil membuat ke dua sahabat Veronika terkejut.


"Dan apa boleh saya tahu trauma apa yang di alami wanitaku?... Sampai dia bisa seperti ini?." Tanya Arsenio.


"Maaf Tuan, Untuk masalah itu kami berdua tidak bisa memberitahukan kepada anda. Semoga anda paham dan tidak tersinggung dengan jawaban saya ini. Karena saya sebagai sahabat dia dari kecil, tidak mau membuka rahasianya kecuali dia sendiri yang berbicara kepada anda sendiri Tuan." Ucap Rosella


"Baik, Saya mengerti." Ucap Arsenio


"Saya paham jika kalian tidak mau memberitahukan kepada saya, Oke tidak apa-apa. Saya bisa cari tahu sendiri apa penyebabnya." Ucapnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2