Obsesi Cinta Sang ADF

Obsesi Cinta Sang ADF
Memohon


__ADS_3

Veronika terkejut. Saat Arsenio mendekat kepadanya. Yang jadi pertanyaan di benak Veronika mengapa pria ini bisa tau tempat dimana Ia menginap di Hotel ini.


Dia di sini?. Darimana dia tau aku menginap di Hotel ini, Dan perkataanya tadi seolah dia tau keberadaan kedua sahabatku."Tunggu,tunggu, Dulu... Jangan,jangan, Dia ... Tidak. Itu tidak boleh terjadi."Ucapnya dalam hati Ia sangat takut jika ancaman yang di berikan Arsenio kepadanya akan menjadi kenyataan.Dan jika itu terjadi dia tidak akan memafkan diri dia sendiri seumur hidup.


"Mengapa kamu bisa tau aku disini?." Tanya Veronika.


"Apa salah jika aku ingin bertemu wanitaku." Ucap Arsenio dengan smirknya itu.


"Trus, tadi maksud kamu apa?.Seolah kamu tahu tentang keberadaan kedua sahabatku." Cecar Veronika tanpa basa basi.


Arsenio yang mendapat cecaran langsung dari Veronika.Kemudian ia tertawa keras mendengar suara seperti ketakutan yang diucapkan wanitanya ini.


"Ha.ha.ha.ha.ha". Tawa Arsenio menggelegar memenuhi isi ruangan tersebut. "Ver, Ver. Sudah aku katakan jangan sekali kali kamu mengabaikan perkataanku. Karena aku tidak akan main-main dengan ucapanku." Ucap Arsenio Tegas.


Veronika hanya bisa terdiam, sambil sedikit menggelengkan kepalanya.Ia tidak habis pikir dengan pria di hadapannya yang melakukan segala cara hanya untuk obsesinya itu.


"Kamu benar-benar tidak punya hati ya. Sebenarnya apa yang kamu mau dariku?." Tanya Veronika.


"Kamu melakukan segala cara hanya untuk obsesimu.Kamu benar-benar sudah gila." Ucap Veronika kecewa.


"Sekarang kasih tau aku!! Kemana keberadaan kedua sahabatku?." Tanya Veronika dengan nada Lirih

__ADS_1


"Mereka akan aman jika kamu tidak keras kepala dan mau nurut kepadaku." Ucap Arsenio tenang.


"DIMANA MEREKA." Bentak Veronika yang sudah hilang kendali jika menyangkut kedua sahabatnya.


Arsenio yang menerima bentakan dari Veronika, ikut tersulut emosinya. Lalu ia mencengkram kuat bahu Veronika.


"STOP BERSIKAP KERAS KEPALA." Bentak balik Arsenio.


"Aw, Lepaskan!!!.Sakit." Ucap Veronika


"Ck."Arsenio berdecak." Masih bisa merasakan sakit kamu." Ucapnya


"Tolong lepaskan!!.Ini benar-benar sakit." Ucap Veronika lirih memohon untuk dilepaskan.


"Tolong lepaskan." Lirih Veronika


Arsenio yang melihat wanitanya tak berdaya pun. Akhirnya mau melepaskan cengkraman yang ia lakukan kepada Veronika.


"Aku akan kasih tau kamu, tentang keberadaan kedua temanmu itu. Jika kamu bisa nurut dan tidak selalu membangkang." Tekan Arsenio


Veronika yang mendengar ucapan dari Arsenio. Memilih untuk sementara nurut semua perkataanya, Dan tidak keras kepala lagi.Ini satu-satunya cara agar ia bisa tahu keberadaan kedua sahabatnya yang sekarang ada di tangan Arsenio.

__ADS_1


"Baik, Aku akan menurut dan tidak keras kepala lagi." Ucap Veronika


"Bagus jika kamu sudah tau diri." Ucap Arsenio Acuh


"Sekarang katakan dimana mereka?.Plis kasih tau aku." Tanya Veronika.


Kemudian Arsenio mengambil ponsel miliknya di dalam saku celananya. Lalu mencari foto yang dikirim Devan kepadanya tadi untuk di perlihatkan kepada Veronika.


"Lihat ini." Arsenio menyodorkan ponsel miliknya untuk di kasih Veronika.


Veronika yang melihat foto itu. Terkejut sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Ia melihat kedua sahabatnya duduk di kursi sambil tangan dan kaki dalam kondisi terikat dan melihat kondisi mereka Rosella mencoba untuk kuat sedangkan Citra terlihat menangis ketakutan.Hati Veronika sangat sakit melihat kedua sahabatnya dalam kondisi tidak berdaya seperti itu. Tanpa sadar Air mata keluar dari kedua kelopak matanya dan mengalir membasahi pipi mulus miliknya.


"Aku mohon lepaskan mereka." Veronika memohon sambil memegang tangan Arsenio.


"Aku akan nurut sama kamu.Aku tidak akan keras kepala lagi dan tidak akan membangkang. Tapi aku mohon lepaskan mereka. Aku mohon." Ucap Veronika terisak dan badanya bergetar karena menangis seperti orang gila. Dia takut jika terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan kepada kedua sahabatnya.Dia meminta untuk Arsenio melepaskan mereka dengan memohon kepadanya.


Arsenio yang melihat Wanitanya menangis seperti itu tidak tega dan akhirnya luluh.Kedua tangannya memegang pipi Veronika dan mengusap air mata Veronika lembut.


"Oke, Aku akan meminta Devan untuk melepaskan mereka sekarang." Ucap Arsenio pelan dan hangat.


Veronika yang masih terisak hanya bisa membalasnya dengan anggukan.Namun kemudian, Veronika pingsan, Dan badanya merosot kebawah, Dengan cepat Arsenio menangkapnya supaya tidak jatuh.Ia menepuk pelan wajah Veronika dan sedikit memberi guncangan untuk membangunkan Veronika namun Nihil matanya masih tetap terpejam.

__ADS_1


"Puk..puk.. puk. Ver, Veronika bangun!!!.Jangan seperti ini!!!. Plis maafkan aku." Ucap Arsenio khawatir jika Veronika kenapa-napa sambil memeluknya.


... ...


__ADS_2