
Veronika beserta 2 sahabatnya memakan menu yang sudah di sediakan untuk acara ulang tahun citra.Veronika mencicipi setiap hidangan dan meresapi nya, karena dia juga mencari keunikan yang di cari dari rasa makanan tersebut.
Citra dan Rosella , yang tau kalau sahabatnya itu mencari keunikan rasa dan akan memiliki ide menu baru untuk restoran miliknya. itulah sahabat mereka yang satu ini terkenal sibuk setiap waktu dan di manapun dia berada.
Setelah makan. Veronika izin kepada sahabatnya untuk pergi ke toilet.
"Ros... Cit. aku ke toilet dulu iya. " ucap Veronika
"Gak mau di antar.?" ucap Rosella menawarkan diri
"Tidak usah. aku bisa sendiri, kamu lanjutkan makan saja. " ucap Veronika
**
Setelah itu. Veronika buru-buru ke toilet di karenakan mau buang air kecil dan tanpa sengaja saat mau ke toilet wanita. Veronika tidak sengaja menabrak laki-laki tinggi besar atletis dan tampan. siapa lagi kalau bukan, Arsenio Duke Finley.
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja menabrak anda. " ucap Veronika meminta maaf dengan perasaan bersalah
"Apa kamu baru belajar berjalan.? ucap Arsenio dengan wajah datar dan dingin
"Siapa laki-laki ini.? tampan sih tapi wajahnya datar dan dingin mirip Vampir. "ucap Veronika dalam hati.
__ADS_1
"Sekali lagi ,saya minta maaf Tuan saya benar-benar tidak sengaja. " ucap Veronika
"Apa dengan kata maaf, semua masalah akan selesai.? dasar semua wanita memang sama tidak berguna, jalan aja kamu masih gak becus sok-sok ant minta maaf. " ucap Arsenio dingin dan menatap tajam Veronika
"Mau lo sebenarnya apa.?, saya sudah baik-baik, dengan minta maaf sama anda, tapi anda sendiri yang tidak mau menerima permintaan maaf dari saya. saya harus bagaimana lagi Tuan.? " tanya Veronika
"Oh , saya mengerti, apa anda ingin uang ganti rugi.? untuk anda memeriksakan dada bidang anda yang tadi sudah saya tabrak Tuan" ucap Veronika ikut tersulut emosinya mendengar perkataan Arsenio tadi.
Arsenio yang sudah terlihat sangat marah dengan urat yang kelihatan timbul, tatapan tajam dan rahang yang mengeras.
"Kurang ajar. berani sekali kamu bicara seperti itu kepada saya. kamu salah mencari masalah denganku Nona. " ucap Arsenio
Arsenio yang sudah marah, bertambah marah saat melihat yang ada di depannya seorang wanita membuat kemarahan dia membuncah. dengan teganya Arsenio mencengkram kuat bahu Veronika, dan menatap tajam wanita yang ada di hadapannya sekarang.
"Satu lagi Nona. saya, Arsenio Duke Finley. tidak membutuhkan uangmu. kau pikir saya laki-laki yang sekarang membutuhkan uangmu, kau salah besar jika berfikir seperti itu. " ucap Arsenio
"Lepaskan tanganmu itu Tuan!! kalau anda tidak mau melepaskan tangan anda saya akan berteriak sekencang mungkin" ancam Veronika kepada Arsenio
"Silahkan...silahkan ,kamu berteriak sekencangnya, sampai pita suaramu putus pun tidak akan ada 1 orangpun yang akan menolong kamu. karena mereka tidak akan mau bersinggungan langsung dengan saya mengerti kamu. " ucap Arsenio yang menatap tajam Veronika
"Sekarang lepaskan tangan anda !! apa sebenarnya yang kau inginkan dari saya. saya sudah meminta maaf dan saya benar-benar tidak sengaja menabrak anda Tuan. " ucap Veronika menatap tajam Arsenio balik
__ADS_1
"Berani sekali kamu, menatapku dengan tatapan seperti itu. wanita sepertimu bagusnya di musnahkan saja dasar menjijikan." ucap Arsenio lalu melangkah pergi dari tempat itu, namun langkahnya terhenti di karenakan ucapan Veronika yang membalas ucapan tajamnya.
Veronika, yang sudah geram dan marah. mendengar ucapan Arsenio, yang menyakitkan dan tajam itu membalasnya dengan tak kalah tajamnya.
"Mengapa saya tidak boleh menatap anda dengan tatapan saya.? apa anda takut dengan tatapan seorang wanita yang anda hina rendah ini Tuan.?sebelum anda memusnahkan seorang wanita ini. saya yang akan lebih dulu memusnahkan anda terlebih dahulu. karena laki-laki seperti anda yang selalu menghina wanita, juga tidak pantas hidup mengerti anda!!tanpa seorang wanita, anda juga tidak akan hidup dan menghirup udara segar Tuan yang Terhormat. " ucap Veronika menjawab ucapan Arsenio, tegas dengan wajah dingin dan tanpa rasa takut dalam dirinya dan menatap tajam Arsenio dengan tatapan permusuhan dan benci.
Setelah mengatakan itu Veronika melangkah keluar dan melewati Arsenio dengan begitu saja tanpa peduli tatapan membunuh yang Arsenio layangkan kepadanya.
NEXT
salam dari author:jihan refaisy
dan jangan lupa untuk
*vote
*like
*dan beri komentar kalian
Terima kasih semuanya
__ADS_1