
Malam itu adalah malam sebelum pernikahan ku dengan kak Giordan, dimana kala itu keluarga ku dan keluarga kak gio berkumpul untuk makan malam.
"bagaimana gio, apakah kau tidak gugup akan pernikahanmu dengan Evelyne besok?" tanya Om Bayu yang sebentar lagi akan jadi ayah mertuaku.
"tidak mungkin dia gugup, dia adalah pria yang tangguh dan sangat percaya diri, bukankah begitu nak gio?" jawab Benny yang tak lain adalah ayah ku sendiri.
"Hem.." sedangkan kak gio hanya senyum tak mengubsir kata-kata orang tua itu.
***
setelah jamuan selesai papa dan mama pulang ke rumah, sedangkan aku diminta oleh Tante Ririn untuk bermalam dirumahnya.
"sayang..besok elyn akan menikah jadi elyn harus cepat tidur."
"elyn sangat gugup Tante."
"itu hal yang wajar, Tante juga merasakan nya dulu..Tante tidak percaya gio akan menerima perjodohan ini, elyn kan tau sendiri bagaimana gio menutup diri dengan wanita."
__ADS_1
"iya Tan.. bahkan kak gio sering bilang kepada elyn bahwa dia membenci elyn."
"benarkah..Tante rasa dia ingin bilang cinta, tapi lidahnya berbelok dan malah bilang benci." ucap Ririn sambil tertawa bersamaan dengan elyn.
"yasudah sayang ayo Tante antar kekamar."
"elyn bisa sendiri Tan."
"owh..tidak sayang, Tante akan mengantarkan mu, Tante takut kau salah masuk ke kamarnya gio." candaan Ririn yang membuat elyn mati kutu.
"iya tan."
"bagaimana ini..aku sangat gugup." omongku yang hanya berbicara sendiri.
"huh.. rasanya ini seperti mimpi, aku menikah dengan orang yang memang sudah dari kecil aku sukai." aku tergiang kegembiraan saat memikirkan hal itu, aku berbaring kesana sini untuk mencari posisi yang nyaman untuk tidur, namun hal yang kulakukan sia-sia, semakin aku berusaha untuk tidur mata ku semakin terbuka lebar.
"hey.. ayolahhh aku sangat mengantuk kenapa kau tidak mau tidur." rengek ku pada diriku sendiri.
__ADS_1
"huh.. karna tidak bisa tidur akhirnya perutku ku juga ikutan lapar, dasar tubuh sialan." aku turun untuk mencari makanan, namun sebelum aku sampai kedapur aku melihat kak gio yang tengah berdiri sedang berbicara dengan seseorang ditelpon, aku berencana pergi kedapur untuk melanjutkan niatku, namun sebelum kaki ku pergi untuk melangkah aku mendengar hal yang seharusnya tak kudengar.
"cinta... kau bicara apa? aku menikah dengannya bukan karna cinta."ucap gio.
"lalu.. kalau bukan karna cinta untuk apa kau menikahinya." suara dari handphone.
"apa kau benar-benar tidak tau atau hanya berpura-pura tidak tau."
"hey ayolahhh.. aku sangat penasaran."
"perusahaan papa ku sedang dalam keadaan tidak normal, sekarang kami membutuhkan perusahaan yang siap membantu kami sampai perusahaan kembali seperti semula, dan sangat susah mendapat kan perusahaan yang mau membantu kami, jadi aku memutuskan untuk menikahi Evelyne saja papanya adalah pemilik perusahaan terbesar disini dia sangat membantu untukku sekarang."
deg..deg..deg.. suara jantung ku yang sudah tidak normal, yaaa memang seperti itulah kenyataannya kami dijodohkan oleh kedua orang tua kami, namun aku tidak menyangka kak gio tega berbuat selicik itu, aku tulus mencintai dia.. namun ternyata dia tak sama.
"hikss.. hikss.." aku hanya bisa menangis mendengar hal itu.
"bagaimana ini apakah aku masih bisa menikah dengan nya besok setelah apa yang aku dengar hari malam ini, hikss.. hikss.."
__ADS_1
"ma.. pa... elyn tidak tau harus bagaimana."