
"ayo mandi bersama."
"apaaa.. taa tapi aku sudah mandi."
"apa.. siapa yang mengajak mu mandi?"
"kau bilang tadi ayo mandi bersama."
"kau salah dengar.. jangan menghayal aku tidak pernah mengatakannya."
"ohh maaf mungkin aku salah dengar, aku akan menyiapkan air nya untuk mu."
"huhh dasar mulut sialan.. kenapa aku sangat sulit mengontrol diri.." ucap gio sambil memukul mulutnya.
setelah mandi akhirnya gio dan juga elyn turun kebawah untuk makan.
"kak gio.. emm ada yang ingin ku bicarakan dengan mu." kata elyn memulai pembicaraan.
"jangan mengajak ku berbicara ketika makan, aku tidak bisa menikmati makanan ku karna mu."
"ohh maaf."
gio tak menyahuti perkataan elyn dan melanjutkan menyantap makanan nya, setelah akhirnya mereka menyelesaikan makannya dan naik keatas untuk istirahat.
"kak gio.." gio tak melirik sama sekali.
"kak aku ingin bicara."
"kak gio... apa kau mendengar ku."
"apa kau pikir aku tuli.. kalau ingin bicara yaa bicara saja, menyusahkan sekali."
__ADS_1
"baiklah... tadi aku berbicara dengan teman ku lewat telpon."
"teman.. dia pria atau wanita?"
"wanita."
"lantas?"
"kami sudah lama tidak bertemu.. aku Sangat merindukan dia, jadi aku mengundang dia untuk datang kesini, apa boleh dia kesini?"
"kau merindukan ku?"
"tidak bukan kau..tapi teman ku."
"kalau begitu tidak boleh."
"apaaa.. apa yang tidak boleh."
"dia tidak boleh kesini."
"karna kau tidak merindukan ku."
" alasan macam apaa itu..tidak masuk akal."
"kak gio tolonglah aku sangat merindukannya, aku akan menurut pada mu, asalkan kau mengizin kan dia kesini."
"menurut.. ide yang bagus."
"kau setuju.." ucap elyn yang terkejut tak menyangka gio menerima tawarannya.
"emm." dengan spontan elyn memeluk gio karna senang.
__ADS_1
"kau bilang akan menurut.. siapa yang menyuruh mu memeluk ku?"
seketika elyn melepaskan pelukannya dari gio.
"maaf."
"cium aku." ucap gio yang berhasil membuat elyn membelelak kan matanya dengan sempurna.
"ci..ci.cium? aku tidak bisa berciuman"
"yaa sudah teman mu juga tidak bisa kesini."
"apaa.. dia licik sekali."
"baiklah aku akan mencium mu." ucap elyn yang memajukan wajah nya agar lebih dekat dengan wajah suami nya, dengan susah payah elyn mengumpulkan keberanian nya dan dengan sekejap ia berhasil menempel kan bibirnya di bibir gio..hanya hitungan detik akhir nya elyn menjauhkan wajahnya dari gio.
"apa yang kau lakukan.. kenapa mencium bibir ku." ucap gio yang lagi-lagi membuat elyn membelalakkan matanya.
"kau menyuruh ku mencium mu tadi."
"apaa.. apa itu alasan, aku memang menyuruh mu mencium ku tapi bukan bibir ku."
"maaf." hanya kata itu yang bisa diucapkan elyn dengan air mata yang sudah berlinang.
"bodoh sekali aku.. aku ingin mati saja rasanya."
"kenapa?" tanya gio
"apa." sahut elyn yang kebingungan.
"kenapa hanya sebentar.. aku ingin lebih lama." seketika gio menarik tangan elyn yang duduk tak jauh darinya dan langsung menempel kan bibirnya.
__ADS_1
kali ini bukan hanya sekedar kecupan, gio menelusuri inci demi inci bagian bibir elyn ******* nya dengan gairah yang membara.. berlangsung cukup lama akhirnya melepaskan ciumannya karna elyn sudah terlihat kehabisan napasnya, mereka menyatukan dahinya dan saling berebutan oksigen.
"kita sudahi sampai disini." ucap gio yang seketika berjalan keluar meninggalkan elyn.