Om Seksi Milik Ku

Om Seksi Milik Ku
"aku tidak menggoda mu"


__ADS_3

"aku harus semangat.. semangat elyn." dengan perlahan elyn membuka pintu kamar itu.


"tidak ada siapa-siapa disini, diamana dia apa dia ada dikamar mandi?" elyn membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati kamar mandi , ia memegang gagang pintu dan hendak menariknya namun sebelum pintu itu ditarik oleh elyn seseorang yang berada didalam kamar mandi terlebih dahulu menarik pintu itu, hingga elyn ikut tertarik dan terjatuh diatas orang itu.


" aduhh.. ngapain sih aku pake acara periksa kamar mandi segala, kan jadinya malu." elyn yang tak hentinya berbicara dalam hati.


" heyy apa yang kau lakukan disitu?" suara yang tak asing itu bertanya kepada elyn, yaa siapa lagi kalau bukan Giordan suaminya sendiri.


" ma..maaf aku.. aku hanya ingin kekamar mandi saja." jawab elyn terbata-bata.


"menyingkirlah."


"apa?"


"menyingkirlah dari tubuhku, kenapa kau berlama-lama diatas tubuhku apa kau ingin menggoda ku?"


"ti..tidak aku tidak menghoda mu, maaf kan aku aku tidak sengaja." elyn bangun dan langsung meninggalkan Giordan.


"menyusahkan saja." ucap gio yang menatap kepergian elyn.


****


gio berdiri didepan cermin dengan bertelanjang dada sambil mengeringkan rambutnya, dan tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"ya ada apa lucky."


"gio kami bertiga sedang berkumpul disini apa kau bisa keluar?" gio berpikir sejenak dengan ajakan temannya.


"oh.. astaga gio aku lupa bahwa ini malam pertama mu, yaaa walaupun kau tak menyukai elyn kau tidak mungkin menolak keperawanan elyn, atau mungkin elyn sudah tidak perawan." lucky yang berbicara seenak jidat nya saja

__ADS_1


"apa yang kau pikirkan aku tidak sekotor itu, dimana kalian sekarang aku akan kesana." jawab gio.


"ditempat biasaa."


"baiklah tunggu aku."


Giordan mematikan handphone nya dan bersiap-siap elyn yang ketika itu melihat suaminya berpakaian rapi spontan bertanya.


"kak gio kau ingin pergi kemana?"


"aku akan keluar dengan teman ku, tidak usah menunggu ku, aku akan pulang larut malam." elyn hanya bisa menatap kepergian suaminya dengan raut wajah yang sedih.


"aku tau dia tidak menyukai ku, tapi tidak bisakah dia berpura-pura untuk menyukai ku hikss.. hikss... padahal ini malam pertama kami, tapi dia lebih memilih bersama temannya dari pada aku, sebenci itu kah kak gio kepada ku hikss.. hikss.." elyn yang kelelahan karna terlalu lama menangis akhirnya tertidur.


****


disisi lain gio dan teman-teman nya sibuk dengan cerita mereka.


"aku setuju lucky..akan lebih seru memainkannya ketika mabuk." jawab Verry.


"baiklah ayo kita pesan miras." sahut dia yang tak mau kalah.


"oke." jawab gio dengan singkat.


permainan pun dimulai dan alangkah sialnya gio, putaran pertama mengenainya.


"hahaha jarang-jarang botol ini mengenai gio, baiklah aku yang akan bertanya".


"gio bagaimana rencana mu kedepannya dengan elyn? apa kau akan mencampakkannya setelah tujuan mu tercapai."

__ADS_1


"mulut lucky yang bar-bar itu memang sangat menyebalkan." gumam gio.


"heyy ayolah kenapa kita harus membahas wanita itu disaat bersenang-senang."


"ayolah gio jangan mengalihkan topik pembicaraan." sambung Verry, sedangkan gio terlihat memikirkan jawaban yang akan dia lontarkan.


****


tok tok tok


" gio.. elyn.. buka pintunya sayang." panggil Ririn, elyn yang tengah tertidur langsung terbangun mendengar panggilan mertuanya.


"iya maa.. sebentar, kenapa ma?" jawab elyn yang sudah berdiri didepan mertuanya.


"sayang dimana suami mu? mama dan papa akan pergi dan tidak akan pulang selama 1minggu."


"apaaa 1 minggu." elyn yang kaget dengan suara nya sendiri sontak menutup mulutnya.


"heyyy kenapa kau sangat terkejut, padahal mama tau kau pasti senangkan tidak ada siapa pun dirumah selain kau dan gio, kalian bisa sepuasnya bercinta." mulut bar-bar Ririn yang tak henti-hentinya nyerocos.


"bukan begitu maaa, kenapa lama sekali memangnya ada urusan apa mam pergi?" jawab elyn yang sudah malu karna digoda mertuanya.


"rahasiaaa... dimana gio?" tanya Ririn kembali.


"kak gio pergi bersama temannya."


"apaaa." yang tak kalah keras dengan suara elyn ketika terkejut.


"kurang ajar sekali anak ini, apa aku pernah mengajarkan nya untuk meninggalkan istri disaat malam pertama. huhh.. kalau seperti ini aku harus kerja extraa untuk membuat mereka jatuh cinta." gumam Ririn yang sudah berlalu meninggalkan elyn tanpa pamit.

__ADS_1


"lihatlah.. setelah menggodaku dia langsung pergi tanpa pamit, huh.. untung mertua" repetan elyn yang kesal karna selalu terkena azab dari jiwa bar-bar mertunya.


__ADS_2