
klekkk suara pintu yang kamar mandi yang dibuka gio.
" heyy aku tau kau berpura-pura tidur, cepat bangun dan kita selesaikan hukuman mu.
"oh.. tidak aku tidak mau."
"cepat lah bangun, selagi aku masih berbicara baik-baik."
"bangu.. tidak.. bangun.. tidak.. bangun..ti." ucapan elyn berhenti seketika karna teriakan gio
"elyn.. apa kau tidak mendengar ku, apa kau sudah tidak sayang nyawa mu."
"aku bangun jangan membunuh ku kak, aku mohon.."
"kemari lah cepat, selesaikan hukuman mu." elyn memberanin kan diri untuk melangkah kan kaki nya mendekati gio.
"apa kau akan membunuh ku, apa kau sebenci itu kepada ku." ucap elyn yang sudah sampai dedapan gio dengan mata yang berkaca-kaca.
"cepat pijat aku."
"apa... pijat."
"heyyy kenapa kau berteriak, nanti orang rumah terbangun bagaimana."
"kak gio tidak membunuh ku, hanya menyuruh ku untuk memijat mu?"
"memang nya apa yang kau pikir kan bodoh sekali."
"terimakasih kak aku sangat ketakutan tadi." ucap elyn yang telah memeluk gio.
"heyy Kenapa kau doyan sekali memeluk ku, lepaskan."
"tidak mau.. aku ingin memeluk mu sampai besok."
__ADS_1
"kalau kau ingin memeluk ku sampai besok kapan kau akan memijat ku? apa kau ingin hukuman nya diganti?"
"tidak aku akan memijat mu, aku akan melayani mu sampai kau puas." ucap elyn tersenyum dan langsung memijat suami nya.
"huhh.. sayang sekali padahal aku ingin mengganti hukumannya dengan tidur sambil berpelukan sampai pagi."
"benarkah.. kalau begitu ayo ganti hukumannya."
"tidak mau, kau bilang tadi tidak mau."
"aku sudah tau kau tidak mungkin mau berpelukan dengan ku, kau kan sangat membenci ku, tidur lah yang nyenyak aku akan memijat mu dengan lembut.
****
"maa.. apa kau tau."
"mana mama tau..papa ini ada-ada saja."
"papa belum selesai berbicara mama sudah menjawab."
"sepertinya kita tidak salah memilih jodoh untuk elyn."
"kenapa papa bilang begitu."
"tadi papa melihat gio dan elyn berpelukan didepan pintu rumah, papa sangat suka melihatnya."
"benarkah.. mama tidak pernah dipeluk sama papa didepan pintu."
"apa kau juga ingin dipeluk." mely hanya mengangguk sebagai jawaban.
"baiklah ayo kita tidur sambil berpeluka."
-
__ADS_1
-
keesokan pagi nya gio terlebih dahulu bangun dari pada elyn, karna memang dia tidur lebih awal dari pada elyn.
"kenapa akhir-akhir ini aku sangat suka menggoda nya, dia sangat menggemaskan..kenapa bibir nya sangat menggoda akhir-akhir ini, payudara nya juga terlihat besar.. aku rasa itu sangat lezat, ohhh sampai kapan aku harus menahan diri." ucapnya dalam hati.
"huhh..aku ingin melakukan nya."
"melakukan apa? apa yang ingin kau lakukan."
"mengagetkan saja, sejak kapan kau terbangun."
"sejak kau bilang huhhh aku ingin melakukannya, apa yang ingin kau lakukan, ayo kita lakukan bersama aku akan membantu mu."
"benarkah.. kau mau membatu ku."
"tentu, katakanlah apa yang ingin kau lakukan."
"sebenarnya.. aku.. aku.."
"kau kenapa apa aku sakit?"
"tidak.. sebenarnya, akhr.. lupakan saja."
"kenapa apa yang kau ingin kan, ayo katakanlah."
"tidak.. aku yakin kau akan menolaknya."
"menolaknya, kau saja belum mengatakan nya kepada ku, bagaimana bisa aku menolaknya."
"sudah lah.. aku tidak mau membahasnya lagi, bersiap-siap lah setelah sarapan kita akan pulang, aku harus pergi ke kantor.
"baiklah.."
__ADS_1
"apa yang dia ingin lakukan... dia bilang aku pasti menolak, apa dia ingin menikahi wanita lain? kalau memang benar bagaimana ini, apa aku harus menerima keinginannya." pikiran elyn yang entah kemana membuat suasana hati nya memburuk.