
"heyyy apa kau ingin mati.. ini bukan tentang ku tapi tentang sahabat ku, dia ingin mendengar pendapat ku, tapi kau kan tau sendiri aku tidak suka dengan hal-hal seperti itu, jadi aku menanyakan pendapat mu."
"baiklah.. ini tentang teman mu."
"iya benar sekali.."
"menurut saya bapak haruss jujur dengan perasaan sendiri, jika bapak ingin melakukannya cobalah mengatakan nya kepada istri bapak, sayaa rasa dia tidak akan menolak."
"apa kau ingin dipecat.. sudah berapa kali ku bilang ini bukan tentang ku, tapi tentang teman ku apa kau tidak mengerti."
"ohh iya pak saya lupa, maksud saya teman bapak."
"sudahlah... tidak ada gunanya menanyakan tentang itu kepada mu, keluarlah.."
"baik pak.."
"kasihann sekali diriku, punya istri tapi tidak bisa memenuhi nafsu sendiri, tapi bukan salah dia sihh.. aku sendiri yang membuat batas."
"huhhh lebih baik aku menyelesaikan pekerjaan dan pulang untuk beristirahat."
****
"mama.. Lisa pergi keluar, Lisa akan pulang malam."
"iya sayang.. jangan terlalu malam, nanti papa mu marah."
"iya maa Lisa pergi dulu."
__ADS_1
-
-
-
diperjalanan.. Lissa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.. namun tiba-tiba didepan nya ada seekor kucing yang melintas, sontak ia menginjak rem mobilnya dengan cepat..
brukkkk
"ohhh apa itu, siapa yang menabrak ku." Lisa keluar dari mobilnya dan menghampiri orang yang menabrak mobil nya dari belakang.
"heyy apa kau sudah buta, mobil ku lecet gara-gara dirimu."
"heyy wanita gila kenapa kau marah, itu salah mu kenapa kau tiba-tiba berhenti?"
"aku juga sama, ada kambing didepan ku makanya aku berhenti."
"kambing? dimana.. tidak ada kambing disini."
"apa kau tidak melihatnya kambing itu menggunakan mobil bewarna biru.. dia marah-marah kepada ku, padahal dia yang salah."
"apaaa kau mengatai ku kambing.. dasar pria gilaa."
"heyy wanita.. untung saja kau cantik kalau tidak sudah ku jahit mulut mu itu." lelaki itu masuk kedalam mobilnya dan melaju pergi meninggal kan Lissa.
"akhr.. sial sekali aku hari ini, awas saja kau pria gilaa kalau kita bertemu lagi akan ku patahkan lehermu."
__ADS_1
****
elyn yang sudah selesai dengan pekerjaan nya pun melanjutkan diri untuk berendam dikamar mandi sambil mendengarkan musik kesukaannya.
"diamana dia? apa dia tidak ada dirumah." ucap gio yang sudah pulang dari kantor nya.
"apa dia pergi lagi tanpa izin ku, awas saja kalau dia berani pergi lagi.. kali ini akan ku berikan hukuman yang paling berat." omelan gio yang tak berhenti keluar dari mulutnya, dia pergi kekamar untuk memeriksa istrinya.. namun dia tidak menemukannya. tapi dia mendengar alunan musik dari kamar mandi dia sedikit lega karna mengetahui elyn ada dikamar mandi.
" aku juga ingin mandi bersama nya." bayangan gio yang sudah melayang kemana-mana membuatnya tak sadar kalau istrinya sudah keluar dari kamar mandi.
"kak gio sudah pulang."
"kau liat nya gimana?"
" ayo mandi lah.. aku akan menyiapkan air untuk mu."
"ayo mandi bersama."
"apaaa.. taa tapi aku sudah mandi."
"apa.. siapa yang mengajak mu mandi?"
"kau bilang tadi ayo mandi bersama."
"kau salah dengar.. jangan menghayal aku tidak pernah mengatakannya."
"ohh maaf mungkin aku salah dengar, aku akan menyiapkan air nya untuk mu."
__ADS_1
"huhh dasar mulut sialan.. kenapa aku sangat sulit mengontrol diri.." ucap gio sambil memukul mulutnya.