
"kita sudahi sampai disini." ucap gio yang seketika berjalan keluar meninggalkan elyn.
"apa dia menyesal melakukan nya dengan ku." ucap elyn yang merasa sedih karna ditinggal oleh gio.
"huhh sudah lah memikirkan itu hanya akan membuat ku sedih saja, lebih baik aku menelpon lisa."
****
ditaman gio lain lagi dengan pikirannya.
"huhh kenapa aku menciumnya, tapi itu kan bukan kesalahan, dia istri ku aku berhak menciumnya kapan saja."
"iyaa betul sekali aku bebas melakukan apa saja dengan nya, dia adalah milik ku." ucap gio sambil tersenyum memikirkan kejadian tadi.
"bibirnya manis sekali.. aku ingin menciumnya lagi, eumhaaa aku sudah mengantuk, aku tidur saja.
keesokan pagi nya gio pergi ke kantor sebelum elyn terbangun.
dikantor gio tidak bisa berhenti tersenyum karna mengingat ciuman nya tadi malam.
"ada apa dengan mu pak?" tanya sekretaris Rian.
"kenapa? ada apa dengan ku?" tanyanya balik
"kau terlihat sangat bahagia hari ini."
"ohh tidak ada.. aku hanya merasa bersemangat bekerja hari ini."
"baiklah pak."
****
Ting tong..
suara bell pintu.
"siapa yang datang sepagi ini." ucap elyn yang terbangun karna bel nya.
__ADS_1
elyn berjalan dengan sempoyongan karna memang jiwa nya belum terkumpul semua.
klekkkk suara pintu yang dibuka oleh elyn.
"elyn..."ucap seseorang yang langsung memeluknya dengan erat sehingga mereka hampir saja terjatuh.
"Lisa.. benarkah ini lisa." sahut elyn yang juga kegirangan.
"rumah majikan mu besar sekali, aku sangat menyukai nya." ucap Lisa yang membuat elyn merengut kan dahinya.
"iya aku sudah tahu kalau kau disini sebagai pembantu, ahh sudah lahh ayo kita duduk aku ingin menceritakan sesuatu.
"apa itu."
"kau tau kemaren aku kecelakaan dengan seseorang, dia yang menabrak mobil ku dari belakang tapi dia malah memarahi ku."
"coba ceritakan lagi kejadiannya dengan jelas." kata elyn
dan Lisa menceritakan dari awal sampai akhir tanpa kekurangan satu pun.
"kau tau Lisa..kau beruntung sekali hanya dimarahi oleh pria itu."
"tapi disitu kau yang salah Lisa."
"tapi kau tau dia mengatai ku kambing."
"hahaha lucu sekali pria itu, aku ingin melihat nya dia pasti sangat menggemaskan." ucap elyn yang tersenyum.
"aku tidak mau lagi bertemu dengan nya." sahut lisa dengan cepat.
"sudah lah.. apa kau tidak lapar ini sudah hampir siang."
"oh iya kau kan juga harus memasak untuk majikan mu, ayok aku akan membantu mu masak."
"heyy kau bicara apa dari tadi, ini bukan rumah majikan ku."
"sudah lahh aku ayo kita memaksak, kau tidak bisa membohongi ku."
__ADS_1
"ya sudah terserah."
elyn dan Lisa hanya memasak dan berbincang saja tak terasa hari pun sudah sore.
****
"didalam mobil gio sedang menuju perjalanan pulang, kali ini dia tidak sendiri dia membawa lucky karna anak itu merengek-rengek seperti anak kecil hanya untuk meminta makanan kepada gio.
"jangan berbicara dengan istri ku nanti."
"iya."
"jangan menyentuhnya sedikit pun."
"hemm."
"jangan meliriknya juga."
"heyy bagaimana bisa aku tidak meliriknya."
"yasudah kalau tidak bisa, kau turun saja disini."
"baiklah-baiklah.. percepat lah aku ingin buang air kecil.
gio melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan akhir nya mereka sampai dirumah, lucky dengan cepat berlari kerumah karna memang sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
Ting tong..
"siapa itu?" ucap Lisa yang berada dibawah menunggu elyn siap mandi.
"apa itu majikannya Lisa, iya itu pasti majikannya lebih baik aku membuka kan pintu."
Lisa berjalan membuka pintu klekkkk ketika pintu dibuka seseorang langsung menerobos masuk sehingga menabrak Lisa dan mereka jatuh bersamaan.
"uhh sakit.." ucap Lisa
"maaf kau tidak apa-apa."
__ADS_1
"tidak aku baa kauu.." ucap Lisa yang terkejut karna lelaki itu.