
"kenapa suara papa berubah.. dan kenapa bau parfum papa berubah seperti...."
"apa yang kalian lakukan disini?" suara seseorang yang tak asing baru saja tiba di depan rumah.
"pa.. papa baru pulang." tanya elyn, dan melepaskan pelukannya.
"berpelukan boleh.. tapi jangan diluar, dikamar saja yaa."
"bukan begitu paa.. tadi elyn mengira."
"sudah-sudah ayo kita masuk, nanti saja dilanjutkan acara pelukannya." ucap Benny dan masuk kedalam rumah.
"apa yang kau lakukan, ayo masuk."
"heyy aku belum selesai dengan mu, apa kau tidak merasa punya kesalahan."
"matilah aku.. dia pasti marah karna aku pergi tanpa izin."
"elyn.. gio.. masuk sayang, ayo makan."
"iya ma..kak gio ayo kita makan, kau pasti lapar kan." ucap elyn mengalihkan pembicaraan, namun tetap saja mata gio tidak berhenti untuk melototi nya.
"aku harus menghukum mu." ucap gio yang membuat elyn semakin takut.
"begini saja.. ayo kita makan dulu, setelah itu baru kau bisa menghukum ku, setidaknya beri aku makan dulu.
"setuju." jawab gio yang membuat elyn semakin ngeri.
__ADS_1
setelah mereka menyelesaikan makanan nya, Benny mengajak gio untuk minum kopi bersama, sedang kan elyn tubuhnya bersama dengan ibu nya, tapi pikirannya tertuju pada hukuman yang akan diberikan gio kepada nya.
"apa aku menginap disini saja, setidaknya kalau kak gio ingin membunuh ku, aku bisa berteriak minta tolong. kalau dirumah kan hanya ada kami berdua.. tapi apa dia mau menginap disini, akhr.. aku takut, aku masih mau hidup.
"elyn apa kau jadi menginap disini?"
"apa mama memberi ku izin untuk menginap?"
"kalau suami mu tidak keberatan."
****
"apa kalian akan menginap?"
"iya pa.. sepertinya elyn merindukan orang tuanya."
"baik pa."
Benny melangkah kan kaki nya masuk kekamar dan disusul oleh mely istrinya. begitu juga dengan gio dia berjalan menemui elyn.
"kak gio apa kita bisa menginap malam ini saja." pinta elyn dengan wajah yang memelas.
"tidak ayo kita pulang.. aku sangat lelah." gio tiba-tiba ingin menggoda elyn.
"tolonglah kak sekali ini saja."
"aku tidak mau tidur dirumah mu." ucap nya dan melangkah kan kakinya, dengan cepat elyn menahan tubuh gio dan memeluknya, berharap gio mau untuk menginap dirumahnya.
__ADS_1
"kak aku mohon.. sekali ini saja"
"heyy kau sekarang sudah berani memeluk ku yaa, lepaskan aku." dan hanya dijawab gelengan kepala oleh elyn.
"baiklah jika kau memaksa, tapi hukuman mu akan aku tambah 2 kali lipat."
"apa 2 kali lipat..bagaimana ini apa aku harus menerimanya? tapi... sudahlah kalau pun dia membunuh ku aku mati didalam rumah ku."
"iya kak aku mau."
"Oke.. dimana kamar mu.?
"apa..ka.. kamar.?"
"iya kamar apa kau ingin ku hukum disini."
"tidak, ayo kekamar."
klekkk
"huh.. aku ingin mandi, bersiap-siap lah untuk dihukum." ucap gio dan berlalu kekamar mandi.
" ya tuhann kenapa aku punya suami seperti ini, oh tidak ini salah ku karna mau menikah dengan nya, apakah hidup ku akan berakhir disini, bagaimana ini.. aku sangat takut apa yang harus ku lakukan, apa aku pura-pura tidur saja, iya benar aku tidur saja, mungkin saja dengan melihat ku terbaring dan tak berdaya dia akan kasian pada ku.
dan elyn akhir nya memutuskan untuk berpura-pura tidur.
klekkk suara pintu yang kamar mandi yang dibuka gio.
__ADS_1
" heyy aku tau kau berpura-pura tidur, cepat bangun dan kita selesaikan hukuman mu.