
"kurang ajar sekali anak ini, apa aku pernah mengajarkan nya untuk meninggalkan istri disaat malam pertama. huhh.. kalau seperti ini aku harus kerja extraa untuk membuat mereka jatuh cinta." gumam Ririn yang sudah berlalu meninggalkan elyn tanpa pamit.
"lihatlah.. setelah menggodaku dia langsung pergi tanpa pamit, huh.. untung mertua" repetan elyn yang kesal karna selalu terkena azab dari jiwa bar-bar mertunya.
****
"gio.. cepat jawab pertanyaan lucky." ucap Verry yang membuyarkan gio dari lamuannya.
"aku belum berniat untuk menceraikan nya, aku tertarik untuk mempermainkan perasaan nya dulu." sahut gio yang berbicara tanpa memakai otaknya.
"jahat sekali kau gio" sambung Dian yang dari tadi hanya makan saja.
Tutttt tuttt tuttt
suara ponsel gio yang mendapat panggilan masuk.
"iya maa.. ada apa?"
"pulang s e k a r a n g!" suara dari telpon yang langsung meneruskan sambungan setelah menyampaikan tujuannya.
"aku harus pulang mama menyuruh ku pulang dan dia menyatakan nya dengan sangat singkat, aku rasa dia sedang marah besar."
"hahaha ku rasa aku tau penyebab kemarahan Tante." ledek Dian
__ADS_1
"sudahlahhh.. aku malas membahasnya, itu pasti karna wanita sialan itu." gumam gio dan berlalu meninggalkan ketiga sahabatnya.
****
"dimana mama?" suara gio yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu membangunkan elyn secara spontan.
"kak gio sudah pulang, apa kau sudah makan ayo kebawah biar kutemani makan."
"apa kau tuli aku bertanya dimana mama? kenapa kau malah bertanya balik." ketus gio
"mama dan papa sudah pergi."
"ayo."
"kau bilang ingin menemani ku makan apa kau sudah pikun, ohhh aku tau maksud mu mengajak ku makan bukan untuk memenuhi perut ku kan. pasti yang kau maksud dengan makanan itu adalah kau, apa kau sudah tidak sanar... baiklah kalau kau memaksa aku akan melakukannya." kata gio sambil mendekatkan wajahnya kepada elyn, elyn yang mengira kalau gio akan mencium nya pun sontak memejamkan mata nya.
deg.. deg..deg.. debaran jantung elyn yang terdengar dengan keras bahkan gio bisa mendengarnya dengan jelas.
"ahh.. apa ini akan menjadi ciuman pertama ku, aku sangat menantikan saat-saat seperti ini." ucap elyn dalam hati.
"kenapa dia lama sekali aku sudah lama memejamkan mata ku, apa aku buka mata saja."
"kenapa kau menutup mata mu? apa kau mengharapkan sesuatu." ucap gio yang sontak membuat elyn membelalakkan mata nya dengan sempurna.
__ADS_1
" ti.. tidak aku hanya.."
"tidak akan terjadi apa-apa malam ini, tahan lah nafsu mu itu sampai aku ingin merasakan tubuh mu." senyum licik yang terlihat menakutkan bagi elyn.
"kenapa aku bodoh sekali." gumam elyn sambil mengejar gio yang sudah turun kebawah.
setelah menemani gio makan mereka pun beranjak ke kamar untuk tidur, gio terlihat tidur dengan pulas tanpa beban sedangkan elyn tak bisa memejamkan matanya karna terlalu banyak yang ia pikirkan.
****
keesokan pagi nya gio terbangun karna suara alarm nya yang sangat ribut sedangkan elyn dia tertidur dengan pulas karna memang dia baru saja tertidur, gio sejenak memandangi wajah istrinya.
"apa kau masih menyukai ku." gio berbicara dengan orang yang tengah tak sadarkan diri.
"aku rasa pernikahan kita akan lebih seru jika aku juga menyukai mu, tapi kau kan tau itu tidak mungkin terjadi." ucap gio dan beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu berangkat ke kantor.
berbeda dengan elyn dia baru saja tersadar dari dunia mimpinya, matanya yang masih menyesuaikan dengan cahaya dari luar membuat mata nya terbuka dan tertutup berkali-kali.
"euhm haaa.. dimana kak gio? oh astaga ini sudah siang, aku rasa dia sudah berangkat ke kantor." lalu elyn kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"kalo aku selalu bersikap lemah dihadapan kak gio aku rasa sampai kapan pun aku tidak akan bisa mendapatkan hatinya, huhhh.. bagaimana.. bagaimana cara melunakkan hatinya. elyn yang berbicara sendiri.
" aku akan mencobanya, aku akan buat kau nyaman dengan ku akan ku buat kau tak bisa hidup tanpa ku, aku akan kerahkan semua yang ada di diriku . masa bodoh dengan harga diri yang penting aku bisa mendapatkan cintamu." sebuah senyuman yang tiba-tiba muncul di wajah cantiknya elvelyne.
__ADS_1