Om Seksi Milik Ku

Om Seksi Milik Ku
"siapa yang marah"


__ADS_3

"heyy wanita, apa kau bahagia bersama gio?"


"pertanyaan macam apa itu." gumam elyn dalam hati.


"tentu saja aku bahagia.. dia sangat baik kepada ku, apa kau tau dia juga sangat romantis."


"bagus sekali akting mu, kau pikir aku tidak tau tentang kalian, begini sajaa.. jika kau tak bahagia atau sudah bosan bersama suami mu kau bisa datang pada ku. sebenarnya kau adalah tipe ku."


"lucky..ayo."


elyn yang ingin mamaki lucky niatnya terhenti karna gio sudah datang dan berlalu pergi meninggalkan elyn.


"akhrr.. aku sangat ingin mencabik-cabik mulut nya dengan tangan ku, sehingga dia tidak akan bisa mengatakan hal yang buruk lagi kepada ku." ketus elyn yang kesal karna perkataan lucky.


"kenapa kak gio punya teman seperti itu, aku sangat tidak menyukainya, tapi.. memang benar yang dia katakan kalau aku memang istri yang tidak dicintai. huhhh andai saja hidup ku bisa seberuntung wanita yang pada umumnya dicintai oleh pasangannya, pasti itu Sangat menyenangkan."


****


sementara disini gio dan lucky sedang berada didalam mobil.


"gio istri mu itu sangat menggemaskan, aku sangat suka mengganggu nya, kau tau aku paling suka melihat bibir pink nya aku sangat ingin menciumnya."

__ADS_1


"heyy kenapa kau menyukai istri ku, apa kau sudah tidak sayang nyawa mu." teriak gio yang sudah kesal dengan sahabatnya.


"ada apa dengan dirimu, kau bilang tidak menyukai elyn tapi kau sangat marah jika aku membahas tentang elyn, apa kau sudah mulai jatuh cinta pada nya?"


"siapa yang marah.. aku tidak marah, dan satu lagi kau bilang apa tadi jatuh cinta? jangan bercanda atau aku akan membunuh disini."


"dia bilang tidak marah tapi dia mengancam ku apa itu yang dia bilang tidak marah, apa membunuh itu adalah sebuah candaan untuk nya? dasar sahabat sialan mati saja kau." ucap lucky yang memaki gio dalam hati.


"jangan memaki ku, atau aku akan benar-benar membunuh mu."


"kenapa dia selalu tau saat aku memaki nya padahal aku hanya berbicara didalam hati saja, apa dia punya kekuatan untuk mendengar isi hati orang? ahhh tidak mungkin."


"siapa yang memaki mu..aku hanya memikirkan elyn saja."


"tidak...tidak aku salah bicara, aku hanya memikirkan masakan elyn tadi kira-kira dia belajar memasak dari mana yaaa, masakannya sangat enak."


"awas saja kau kalau sampai berani memikirkan istri ku."


"kau cerewet.. sekali, aku belum pernah melihat mu se cerewet ini.. ngomong-ngomong kita mau kemana? kenapa dari tadi tidak sampai-sampai, aku sudah sangat lelah mendengar suara mu aku ingin keluar."


"diamlah..sebentar lagi akan sampai."

__ADS_1


****


"beres-beres udah..masak udah, berendam udah, akhr.. aku bosan sekali setiap hari seperti ini. aku rindu mama dan papa." gumam elyn yang berbicara sendiri.


"sudahlah dari pada aku berdiam diri dirumah ini sendirian seperti orang gila, lebih baik aku pergi saja ke rumah mama." elyn bersiap- dan langsung pergi ke rumah mamanya.


****


"ini rumah siapa gio? aku belum pernah kesini apa ini rumah selingkuhan mu.."


"heyy kenapa mulut mu selalu saja mengeluarkan kata-kata yang tidak masuk akal dan sangat menyebalkan."


"apa salah ku..aku kan hanya bertanya."


"masuklah.. ini rumah ku."


"rumah mu sejak kapan kau membelinya? wahhh rumah mu sangat bagus, tapi tunggu untuk apa kau mengajakku melihat rumah ini? apa kau ingin hidup bersama dengan ku." lagi-lagi hanya omong kosong yang keluar dari mulut lucky.


"heyy gio aku tau kau tidak menyukai wanita, tapi setidaknya jangan aku. aku masih normal aku tidak ingin homo dengan mu."


"ohhh ya tuhan.. kenapa aku mempunyai sahabat seperti mu, sudah cepat masuk aku malas dari tadi berdebat dengan mu. dan asal kau tau aku membeli rumah ini untuk ku tempati bersama dengan istri ku elyn."

__ADS_1


"kenapa kau tidak bilang dari tadi, aku kan jadi salah paham."


"aku baru sadar untuk apa membawa lucky kesini, yang perlu melihat rumah ini kan seharusnya elyn, huhh.. apa dia akan menyukai rumah ini? ngomong-ngomong dia sedang apa disana, aku tadi meninggalkannya tanpa berpamitan, ahhh kenapa aku jadi memikirkan dia."


__ADS_2