Om Seksi Milik Ku

Om Seksi Milik Ku
"bayi kecil"


__ADS_3

"aku baru sadar untuk apa membawa lucky kesini, yang perlu melihat rumah ini kan seharusnya elyn, huhh.. apa dia akan menyukai rumah ini? ngomong-ngomong dia sedang apa disana, aku tadi meninggalkannya tanpa berpamitan, ahhh kenapa aku jadi memikirkan dia."


*****


sementara disini elyn sudah sampai dikediaman keluarga Benny.


"Mamaa.." teriak elyn yang mencari mely ibunya.


"sayang..sejak kapan kau datang, dan diamana suami mu?" sahut mely.


"suami elyn sedang keluar maa dengan temannya."


"apa suami mu tau kau disini?"


"tidak maa."


"kenapa kau tidak minta izin dulu kepada suami mu.. nanti kalau dia mencari mu bagaimana, apa kau tidak takut kalau suami mu khawatir karna mu."


"apa.. khawatir, boro-boro khawatir palingan kak gio senang kalo aku ga dirumah, dia bisa bebas melakukan apa pun." jawab elyn dalam hati.


"maa dimana papa aku sangat merindukannya." tanya elyn sambil melangkah mencari Benny papanya.


"papa masih dikantor sayang.. nanti siang juga balik kok buat makan."


"maa.. elyn sangat bosan dirumah hanya sendirian, apa elyn boleh menginap disini?"

__ADS_1


"siapa bilang kau dirumah sendirian..memang nya suami mu kemana?"


"maksud elyn.. elyn ingin punya teman selain kak gio, kan mama tau kalau kak gio sibuk kerja, jadi elyn sering ditinggal sendirian di rumah."


"ohhh jadi kau ingin seorang teman?" elyn dengan cepat menjawab pertanyaan mamanya dengan anggukan.


"sayang..buat lah bayi kecil bersama suami mu, kalau kau sudah punya bayi pasti kau tidak akan kesepian." senyuman gemas muncul dari wajahnya mely.


"buat bayi kecil, huhh ciuman saja sampai sekarang belum pernah.. apa lagi membuat seseorang bayi, aku belum siap dengan itu."


"ya sudah.. dari pada elyn bosan tidak ada kerjaan, mending elyn bantuin mama masak." ucap mely seraya menarik tangan anaknya kedapur.


****


setelah melihat-lihat rumah barunya gio memutuskan untuk mengantar lucky terlebih dahulu, dan pulang ke rumahnya.


"diamana dia, aku sudah mencari ke seluruh ruangan tapi dia tidak ada, apa aku telpon saja yaa.." gio mengeluarkan ponsel nya dan mencari kontak elyn.


"akhr..sial aku baru ingat aku kan tidak punya nomornya, apa aku telpon mama mely saja untuk menanyakan nomor ponsel elyn." gio membuka kembali ponsel nya dan mencari nomor telpon rumah Benny.


tring..tring..tring..


"biar elyn saja maa yang angkat."


"baiklah."

__ADS_1


"halo."


"ini seperti suara elyn apa dia dirumah mama, kenapa dia tidak memberi tahu ku kalau ingin kesana. benar-benar menyusah kan saja." gumam gio dalam hati seraya menutup telponnya.


"awas saja kau nanti, akan ku berikan hukuman berat karna sudah membuat ku cemas... tunggu-tunggu kau bilang apa gio, cemas.. dengar baik-baik kau bukannya cemas, tapi kau hanya takut kalau dia hilang kau juga yang repot, itu baru benar." ucap gio yang berbicara pada dirinya sendiri.


"dasar tidak jelas." ucap elyn yang kesal karna telpon nya dimatikan.


"siapa sayang.."


"tidak tau maa dia mematikan sambungannya setelah aku bilang halo.."


"mungkin orang iseng kali."


"entahlah.."


****


ting tong.. ting tong.. suara bel rumah yang dibunyikan beberapa kali.


"tunggu sebentar, elyn itu pasti papa mu sudah pulang cepat buka kan pintu." dengan cepat elyn berlari kearah pintu, ia sangat senang karna papa nya sudah pulang rasanya dia benar-benar rindu dengan papanya.


"papa.." dengan sangat cepat elyn memeluk papa nya setelah membuka kan pintu.


"papa.. apa kau sudah buta."

__ADS_1


"kenapa suara papa berubah.. dan kenapa bau parfum papa berubah seperti...."


__ADS_2