
"apa yang dia ingin lakukan... dia bilang aku pasti menolak, apa dia ingin menikahi wanita lain? kalau memang benar bagaimana ini, apa aku harus menerima keinginannya." pikiran elyn yang entah kemana membuat suasana hati nya memburuk.
setelah sarapan akhirnya elyn diantar kerumah, sedangkan gio dia hanya mengganti baju sebentar dan berlalu pergi ke kantor, lagi-lagi elyn hanya sendiri dirumah.
"apa yang harus ku lakukan agar tidak merasa kesepian, aku tidak punya teman disini..ohh aku sangat rindu dengan lisa." tiba-tiba saja elyn kepeikiran dengan sahabat nya itu, dan dengan sekecap elyn mengambil handphone nya untuk mencari kontak Lisa.
drett... drett...
"Elyn... aku sangat merindukan mu hikss.. hikss." suara dari handphone yang sudah dijawab.
"Lissa.. aku juga merindukan mu hikss.. hikss.."
"kau bohong jika merindukan ku kenapa baru menelpon ku sekarang, kau tidak pernah memberi ku kabar.. jahat sekali dirimu. hikss.. hikss.."
"maaf kan aku.. sebenarnya aku punya alasan tapi aku tidak bisa menceritakan nya kepdamu, apa kau bisa memaafkan ku."
"alasan.. kau sudah mempunyai rahasia diantara kita, kau sudah berubah elyn.. kenapa kau tidak menceritakan masalahmu kepada ku."
"aku akan menceritakan nya liss, tapi tidak sekarang."
"aku tidak akan memaafkan mu kalau kau tidak mau menceritakannya."
"aku akan menceritakannya tapi dengan satu syarat."
"heyy seharusnya aku yang memberi syarat agar mau memaafkan mu."
__ADS_1
"hehehe aku akan menceritakan nya kalau kau mau bermain kerumah ku."
"apa.. syarat apa itu, kalau hanya bermain kerumah mu aku akan berangkat sekarang tunggu aku dirumah mu."
"Lisa.. Lissa tunggu dulu, memangnya kau tau alamat rumah ku."
"aku tau, tunggu..kenapa apa kau pindah rumah? apa keluarga mu bangkrut, jadi itu alasan mu elyn.. maaf kan aku elyn, aku tidak tau kalau kalian tertimpa musibah hikss.. hikss."
"Lissa aku belum selesai bicara, keluarga ku tidak pindah kami juga tidak bangkrut.. hanya saja aku tidak tinggal dirumah ku lagi."
"kenapa? apa kau diusir.. huhh kasian sekali dirimu elyn."
"Lissa biarkan aku selesai bicara dulu, aku akan menjelaskan segalanya besok.. aku akan mengirimkan alamat rumah ku kau harus datang besok."
"aku harus meminta izin kepada pemilik rumah dulu."
"apa kau tinggal dirumah orang?"
"Lissa berhentilah bertanya, kau akan dapat jawabannya besok."
"baiklah.. aku tidak akan bertanya lagi."
"ya sudah.. aku tutup telpon nya, aku mau bersih-bersih dulu." tanpa menunggu jawaban dari teman nya elyn langsung menutup sambungan dengan sepihak.
"apaa.. bersih-bersih apa disana kau sebagai pembantu, haloo.. elynn apa kau mendengar ku akhrr.. dia mematikan telponnya." ucap elyn yang membanting ponselnya karna kesal.
__ADS_1
****
"sekretaris Rian.. masuk keruangan ku." langsung mematikan sambungan.
-
tok..tok.. tok
"masuk."
"ada apa pak."
"duduklah.." mereka pun duduk saling berhadapan.
"apa kau sudah menikah?"
"sudah pak."
" aku ingin kau menyelesaikan masalah teman ku, jadi teman ku baru-baru ini dijodohkan dengan anak dari teman ayahnya, tapi teman ku itu pernah mengatakan kepada istrinya kalau dia tidak tertarik dengan tubuh istrinya dan bahkan dia sangat membenci wanita, tapi akhir-akhir ini teman ku itu sering tidak bisa mengontrol dirinya.. yahh intinya dia ingin melakukan hubungan intim dengan istrinya, bagaimana menurut mu?"
"huhhh jadi masalahnya kau sudah terlanjur mengatakan bahwa kau tidak tertarik dengan istri mu, padahal kau sangat ingin melakukannya. iya kan pak?"
"iya benar sekali." ucap nya dan seketika sadar dengan ucapan sekretaris nya.
'heyyy apa kau ingin mati.. ini bukan tentang ku tapi tentang sahabat ku, dia ingin mendengar pendapat ku, tapi kau kan tau sendiri aku tidak suka dengan hal-hal seperti itu, jadi aku menanyakan pendapat mu."
__ADS_1