
"bagaimana ini apakah aku masih bisa menikah dengan nya besok setelah apa yang aku dengar hari malam ini, hikss.. hikss.."
"ma.. pa... elyn tidak tau harus bagaimana."
****
keesokan paginya elyn terbangun dari tidurnya dengan mata bengkak yang masih menyesuaikan dengan cahaya dari luar, elyn kembali teringat dengan kejadian semalam,
dengan pikirin yang masih kacau elyn berusaha untuk tetap melanjutkan pernikahannya.
"ternyata cinta itu menyakitkan, aku bahkan rela menderita demi dia." dengan tatapan yang kosong elyn bergumam sendiri.
"aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta padaku, aku akan buktikan kalau aku benar-benar tulus mencintai mu, akan sia-sia jika aku menyerah begitu saja aku akan berusaha semampuku." sebuah senyuman kecil terbit dari bibir mungil elyn, walaupun ia tau kalau keputusan yang ia ambil adalah keputusan yang sangat berat, tapi dia berusaha setegar mungkin.
***
disisi lain gio yang masih dalam keadaan tak sadar kan diri.
"nak.. bangun sayang inikan hari pernikahan mu."
"ntar ma.. gio masih ngantuk."
"gio gak boleh gitu.. ini kan hari spesial, kok gio malas-malasan sihhh, ayo bangun sayang mandi dulu sana." repetan Ririn yang tak henti -hentinya untuk membangunkan gio.
"Mama ihh.. gio masih ngantuk tau.." gio memaksakan diri berjalan kekamar mandi dengan keadaan mata yang masih setengah tertutup.
__ADS_1
****
pernikahan elyn dan gio pun berjalan dengan baik, kedua pasangan itu terlihat sangat lelah setelah acara selesai Giordan langsung masuk kekamar untuk beristirahat rasanya dia benar-benar lelah hari ini.
"huhhh.. mungkin mandi akan membuatku lebih baik." gumam Giordan
sementara itu elyn masih duduk di sofa bersama mertuanya.
"Tante aku tidur dimana?"
"yaampun elyn kok lucu banget.." dengan gemas nya Ririn mencubit pipi menantunya itu.
"ya tidur sama gio lah, masa sama mama kamu tau kamarnya gio kan?"
"iya tan." dengan perasaan yang takut bercampur gugup elyn berusaha melangkah kan kakinya menuju kamar gio.
"kenapa Tante?"
"kamu kok masih panggil Tante sihh, panggil mam dong." elyn hanya terlihat canggung dengan sebutan itu mau tidak mau harus memanggil orang itu dengan sebutan mama.
"tidak mungkinkan aku memangil namanya." gumam elyn dalam hati.
"maaf Tan.. eh mama maksudnya."
"gitu dong, nanti pas bikinin cucu buat mama yang semangat yaa." entahlah.. Ririn memang sangat suka menggoda menantunya itu,berbeda dengan elyn seketika wajahnya berubah merah akibat godaan mertuanya.
__ADS_1
"bilang sama gio kalo malam pertama pelan-pelan aja biar elyn ga kualahan." elyn hanya terdiam malu sambil menatap kepergian mertuanya itu.
****
tok tok tok
suara ketukan pintu yang sudah berkali-kali elyn bunyikan namun tidak ada tanda-tanda gio akan membukanya.
"kenapa dia tidak membukanya apa dia tidur?atau mungkin dia sengaja tidak memberiku masuk karna dia kan tak suka aku." pikiran elyn yang sangat beragam itu membuat dirinya pusing sendiri.
tok tok tok
elyn kembali mengetuk pintu
"kenapa belum dibuka juga aku sangat lelah karna acara pernikahan tadi, kak gio..tolong buka pintunya aku ingin masukkk apa kau didalam aku sangat lelah berdiri disini tolong bukakan pintunya."
karna tidak ada sahutan dari dalam elyn mencoba memegang gagang pintu untuk membukanya
"apaaa.. jadi pintunya tidak dikunci." ketus elyn yang sudah kesal dari tadi, elyn yang ingin masuk kekamar tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"argh.. ya Tuhan aku takut, apakah aku harus masuk atau aku pulang kerumah saja.
ahh tidak elyn kau harus berani, ini kan rencana mu ingin membuat kak gio jatuh hati kepada mu." gumam elyn yang sedari tadi berbicara sendiri.
"aku harus semangat.. semangat elyn." dengan perlahan elyn membuka pintu kamar itu.
__ADS_1
"tidak ada siapa-siapa disini, diamana dia apa dia ada dikamar mandi?" elyn membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati kamar mandi , ia memegang gagang pintu dan hendak menariknya namun sebelum pintu itu ditarik oleh elyn seseorang yang berada didalam kamar mandi terlebih dahulu menarik pintu itu, hingga elyn ikut tertarik dan terjatuh diatas orang itu.