
" Kak lebih baik pulang dulu baru kita pergi ke mall" bujuk Mudya
" mengapa pulang"
" bersih - bersih dulu kak, kakak mau pake kakaian kaya gini ke mall"
" ya sudah kita pulang dulu sekarang" lio langsung pergi ke parkiran sedangkan Mudya menunggu di depan kantor.
Sesampainya di rumah Mudya langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
" kak lio cepat mandi"
" iya" jawab lio
mudya mendandani dirinya walaupun dia tidak bisa make up, setelah selesai ber siap - siap Mudya menunggu lio di ruang tamu, mudya terkejut melihat lio
" kak mengapa berpakaian seperti itu" tanya mudya bingung
" lalu aku harus menggunakan pakaian apa"
" pakaian santai lah kak, yang benar kak lio mau pake pakaian kantor seperti itu, mari ikut aku kak" Mudya berjalan ke kamar Lio dan mudya membuka lemari lio mencari pakaian santai namun tak ada.
" kakak banyak uang tapi yang ada cuman baju jas aja, lepas jasnya kak"
Lio pun melepas jasnya dan mudya menyingsingkan lengan baju lio.
" nah sudah ayo kita berangkat" ucap Mudya, Lio pun langsung menggandeng tangan mudya. Di dalam perjalanan mereka tertawa bersama - sama, entah apa yang dibahas mereka wkwkwkwkk:)
" Mudya kita memang saat ini tidak memiliki rasa tapi mulai sekarang kita akan menumbuhkan nya bersama - sama" ucap lio sambil mengusap kepala Mudya
" kakak benar, kak kita akan selalu bersama dalam ke adaan suka dan duka"
" jangan pernah coba tinggalkan kakak "
" Kaka juga jangan pernah meninggalkan Mudya". Mereka pun sama - sama tersenyum.
Tidak terasa mereka sudah sampai di mall
Mudya yang sedari tadi sudah merajut perut kini terdengar oleh Lio.
" kamu lapar Mudya, maaf kakak lupa kalau sekarang sudah jam makan malam"
" hehehehe ya sudah ayo kita makan dulu kak"
Mereka pun pergi ke food court, sesampainya mudya disana dia melihat Rafi dan Fika lalu menghampiri mereka
" woy kalian udah lama disini " ucap Mudya membuat rafi dan fika kaget.
" Ehh kamu mud, enggak kita baru aja kesini" ucap Rafi
" Fika Boleh kami gabung disini" tanya mudya
" boleh " lio hanya diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
" jangan lupa undang aku di pesta pernikahan kalian ya" ucap Mudya
" kami pasti akan mengundang mu " jawab Rafi.
Fika yang melihat ke akrab mereka berdua hanya tersenyum, dia senang karena persahabatan mereka tidak rusak seperti yang dia bayangkan.
Sedangkan Lio dia merasa panas melihat mudya akrab dengan rafi, apa lagi jika Rafi adalah masa lalu Mudya😂.
" Hem... kau jadi makan atau tidak Mudya" tanya lio membuat Mudya tersadar
" jadi kak, aku mau pesen mitarik laiker minumnya jus mangga, kak lio apa"
__ADS_1
" sama seperti mu" jawab lio singkat.
"kalian makan apa" tanya mudya pada fika dan rafi
" samakan saja seperti mu " jawab Fika
" aihh kalian ikut - ikutan semua, ya sudah aku pesan dulu"
" mbak mitarik laiker 4 sama jus mangga nya 4" ucap Mudya
" baik mbak, tunggu sebentar".
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
" selamat menikmati" ucap pelayan langsung pergi.
sedangkan pelayan tadi mengingat - ngigat
" itu bukannya si Mudya yang lagi viral ditinggal pacarnya, ahh sudah lah mengapa aku memikirkan hal yang tidak penting".
Sedangkan Mudya yang sedang makan pun tersedak
" hik hik , siapa sih yang ngomongin aku"
lio langsung memberikan air mineral untuk Mudya
" minum dulu, makanya kalo makan hati - hati biar gak kesedek"
" iya kak "
Rafi dan Fika yang melihat itu tersenyum mereka mengartikan bahwa Mudya dan Lio mempunyai perasaan karena terlihat dari sikap Lio.
" ya udah kita pulang duluan ya mud" ucap Fika
" iya fik hati - hati di jalan, makanannya biar aku aja yang bayar fik"
Fika dan Rafi pergi meninggalkan mereka berdua .
" kakak kenapa kok cuek banget sih"
" gak papa mud"
" ya udah Mudya minta maaf sama kakak, pasti kakak marah kalo Mudya akrab dengan Rafi" ucap Mudya sambil memegang tangan Lio
" kamu ngerti banget ya kalo kakak lagi marah sama kamu dan mau mau minta maaf"
" kak kalo kita gak minta maaf dan gengsi karena ego kita percuma aja jalanin semuanya kalo mau menang sendiri"
" kamu memang pintar mud, ya udah kakak maafin kamu tapi jangan di ulang lagi"
" baik kak, ya sudah ayo kita jalan - jalan kak".
Mereka pergi berjalan - jalan di mall hingga Mudya berhenti di tempat pakaian laki - laki sedangkan lio mengikutinya.
" kak kemari coba lihat ini kakak mau tidak" tanya mudya
" tidak perlu mud"
" kakak tidak mempunyai pakaian casual, sini sekarang ikut aku" Mudya memilihkan 6 baju dan 6 celana untuk Lio.
" Mudya banyak sekali"
" supaya kakak kalo pergi jalan - jalan sama aku biar gak pake baju jas"
" baik lah pintar sekali kau membujuk ku dengan cara merajuk" ucap lio sambil mengelus kepala Mudya.
__ADS_1
" kak lihat ada anak kecil yang menangis itu"
" dimana aku tidak melihatnya"
" mari ikut aku" lio mengikuti Mudya dari belakang
" hai dek kenapa menangis"
" aku kehilangan mama aku kak" ucap anak kecil yang berumur kisaran 6 tahun.
" hai adik kecil siapa nama mu" tanya Lio
" nama ku Resti om"
" kamu kehilangan mama mu dimana Resti" tanya mudya
" aku kehilangan mama ku di food court kak, tadi aku salah mengikuti orang yang ku sangka mama ternyata bukan "
" ya sudah mari kakak antar ke food court"
sesampainya di food court Resti melihat sekeliling dan dia melihat mamanya.
" kak mari ikut aku, kan ku kenalkan kakak sama om kepada mama ku"
Mudya melihat lio, lio menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
" mama..." ucap resti memeluk mamanya
" kau dari mana saja nak"
" tadi aku salah mengikuti orang ma, dan untung ada kakak yang menolongku ma"
" benarkah mana dia, mama ingin melihatnya"
Resti memanggil Mudya untuk mendatanginya.
Adinda sangat kaget melihat Mudya dan Lio.
" ma kakak sama om ini yang mengantar Resti"
"nak kamu makan duluan ya, nanti mama temenin" ucap dinda pada buah hatinya.
" jadi itu anak mu" tanya Lio dingin
" bukan dia bukan anak ku" jawab Dinda
" pintar sekali kau berbohong dinda, sudah jelas wajahnya mirip dengan mu dan kau tidak mengakuinya"
" jika dia anak ku memang kenapa"
" kau adalah ibu yang kejam anak sendiri tidak kau akui dan untung saja kita tidak berjodoh" ucap Lio
" Lio maafkan aku, aku masih mencintai mu, aku ingin kita mengulang kisah kita dari awal"
" mengulang kisah kita apa kau bodoh adinda kau sudah menikah"
" aku mencintai mu lio" ucap dinda sambil memegang tangan lio
" lepaskan tangan ku" bentak Lio
Mudya yang melihat itu merasa panas pria yang dekat dengannya di pegang - pegang oleh wanita lain
" mbak tidak cukup kah kau memiliki satu suami, dan dimana suami mu" ucal mudya karena sudah emosi.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN FAVORITNYA :) .