
Detik berganti detik,menit berganti menit,jam berganti jam, hari berganti hari. Kini adalah hari Minggu dimana Mudya dan Rafi akan bertemu. " hai sayang aku disini " suara Rafi dari jauh, " aku mau langsung to the points aja, Rafi Aku minta maaf aku gak bisa lanjutin hubungan kita " ucap Mudya sambil menahan tangisnya
" Berikan aku alasannya Mudya " balas Rafi dengan rasa kaget.
" orang tua mu tidak merestui hubungan kita, untuk apa kita bertahan "
Rafi di buatnya tambah terkejut " Mudya kalo bicara gak usah ngaco "
" aku sudah tau semuanya Rafi tanpa meminta restu dari orang tua mu, karena orang tua mu sendiri yang mengatakannya padaku " Mudya pun menceritakan semuanya.
jadi gini ceritanya guys
pada hari Kamis Mudya pergi ke sebuah restoran dan ia ingin melupakan masalah sejenak. saat di restoran Mudya di datangi ibu - ibu cantik, tapi sikapnya tak sama cantik seperti wajahnya.
" kamu pacarnya Rafi " kata ibu Rafi
" iya tante siapa " tanya mudya balik
" saya ibunya rafi, jadi kebetulan sekali kita ketemu disini saya ingin kamu akhiri hubungan kamu dengan anak saya " ucap ibu Rafi
" apa salah saya tante, kenapa tante tidak merestui kami" tanya balik Mudya
" kamu itu tidak mempunyai orang tua pasti kamu cewek malam yang tiap malamnya di club malam" kata - kata ibu Rafi yang membuat Mudya sakit hati
" jaga mulut tante, saya bukan wanita seperti itu walaupun saya tidak memiliki orang tua, kenapa tante tidak suruh saja dia yang mengakhiri hubungan kami" balas Mudya karena sakit hati dan marah.
" Eh kupu - kupu malam asalkan kamu tau sudah berkali - kali saya menyuruh anak saya untuk mengakhiri hubungan kalian tapi dia tidak mau dan saya harap kamu yang mengakhiri hubungan kalian ini.
" Mudya maafin aku Mudya" balas Rafi
" Rafi lihat aku, kamu tidak bersalah, namun ibu mu yang membuat ku sakit" balas Mudya sambil menangis
" Mudya maafin ibu ku Mudya" Rafi memohon pada Mudya
" Rafi aku sudah ikhlaskan semuanya dan aku juga sudah memaafkan ibu mu" balas Mudya sambil tersenyum
" Mudya aku tidak ingin mengakhiri hubungan kita ini,aku sangat mencintai mu Mudya" mohon rafi pada Mudya
" Rafi kamu tidak boleh membantah apa kata orang tua mu apa kamu mau jadi anak yang durhaka, Ingat satu Rafi aku sudah ikhlaskan semuanya, sakit ku hari ini pasti akan terbayar dengan kebahagian dikemudian hari" balas Mudya Menyemangati Rafi, walaupun hatinya terasa begitu sakit.
"Mudya aku mohon jangan mud" Rafi sudah duduk ditanah memohon kepada Mudya
" Rafi bangun aku tidak ingin melihat laki - laki yang ku cintai lemah seperti ini, kisah kita sudah habis sekarang kita tutup cerita,"
" Mudya aku tak akan pernah melupakanmu kau wanita terhebat yang pernah kutemui,semoga kau bahagia Mudya" balas Rafi, ia harus bisa menerima kenyataan yang begitu pahit akibat dari perbuatan orang tuanya.
" Rafi aku hanya ingin memberi tahumu, sebenarnya Fika mencintai mu dan orang tua mu akan menjodohkannya dengan mu, dan aku mohon jangan sekali - kali kau sakiti hati Fika Rafi aku mohon"
" Kenapa kau bisa mengetahuinya?"
__ADS_1
" bukannya aku lancang aku membaca buku harian Fika yang tertinggal dimeja cafe pada saat malam kita bertemu, kau harus mencintai Fika,barulah hidup mu akan bahagia, jika kau tidak mencintai Fika dan tidak menerimanya, aku lah yang akan sakit rafi sakit karena perkataan ibu mu"
" Mudya sudah cukup aku menyakiti mu, aku akan mencoba membuka lembaran baru hidup ku,aku tak akan pernah melupakan mu Mudya" balas Rafi sambil memeluk Mudya
" Maaf aku harus pergi rafi, Fika menunggu di cafe saat ini dan cepat temui dia" balas Mudya tersenyum sambil meninggalkan Rafi.
Di kediaman Mudya
" Kak Pram, aku sudah tenang sekarang" ucap Mudya sambil tersenyum
" benarkah, kakak lupa memberi tahu mu bahwa teman kakak akan berkunjung kemari" balas Pram
" Iya kak, Mudya ke kamar dulu, nanti kalau sudah datang teman kak Pram panggil saja aku kak" Mudya pergi meninggalkan Pram
Malam pun tiba
Ting - tong ( anggap aja bunyi bel)
" Lio cepet amat Lo datang kesini" tanya Pram
" iya karena aku akan mengunjungi sekertaris ku dia izin cuti 1 Minggu" balas Lio
" emm ya udah ayok masuk"
jadi gini Pram tidak mengetahui jika adiknya bekerja di Arva Group dan sebaliknya Lio tidak mengetahui jika Mudya adiknya pram.
"Bentar gue panggil adik gue dulu" ucap Pram
" bi nur panggil Mudya"
" baik nak Pram"
" permisi non tamunya kak Pram sudah datang"
" bibi duluan aja nanti Mudya nyusul "
" baik non"
Mudya pun turun
Betapa kagetnya Mudya dan Lio saat mereka tatapan dan mereka berdua berkata secara kompak " ohh elo"
" oh kalian udah saling kenal kah " tanya Pram
" dia presdir di tempat Mudya kerja kak" balas Mudya
" dan dia sekertaris gue" balas lio singkat.
" ohh Kaka gak tau ternyata adik Kakak kerja ditempat temen kakak" jawab Pram sambil tertawa.
__ADS_1
" kenapa kalian diem benernya kalian akrab" tanya Pram.
" Manusia sedingin es batu mau di akrabin aku takut es nya meleleh nanti cair" balas Mudya yang ditertawai oleh Pram
" sudah cukup tertawanya" tanya Lio membuat merek terdiam.
" selow aja kali bro jangan di masukin kehati" balas Pram.
" Mudya kenapa kamu cutinya lama sekali?" tanya Lio
Mudya melihat kakak nya
" Mudya bisa buatin kakak minum" tanya Pram
" baik kak"
" Gue sedang bertanya dan lo suruh dia bikin minum, apa - apaan lo ni" ucap Lio yang dibalas bisikan oleh Pram
" entar gue aja yang ceritain ke Lo"
" emm" jawab Lio
Kring - Kring
" halo ma?" jawab Lio
" kamu dimana nak di rumah ada temen mama udah sama anak nya kamu mau tidak?"
" Ma sampai kapanpun Lio gak mau dijodoh - jodohin, Lio akan buktikan ke mama kalo Lio bisa cari pasangan hidup sendiri" jawab lio tegas.
" baik lah mama harap dalam waktu 3 bulan kau harus menikah jika tidak mama yang akan mencarikan mu wanita". telfon langsung terputus.
" buahhahaha jaman kek gini Lo masih di jodohin?" tanya Pram sambil tertawa
"ya kaya yang Lo denger barusan Pram gue bingung harus cari pacar kemana "
" makanya Lo jangan fokus kerja aja inget umur" jawab Pram
" kak silahkan diminum jus nya dulu" kata Mudya.
sedangkan si Lio dia menatap Mudya tak berkedip " kenapa gue terus kepikiran Lo sih Mudya lo polos tapi Lo cantik,kaya idaman gue aja Lo mud" batin Lio.
" Woy Lio ngapain Lo lihatin Adek gue Sampek kaya gitu Lo naksir" tanya Pram sambil tertawa
" apaan sih Lo gak jelas" balas Lio
" sudah diam kalian ini dari tadi ribut terus" ucap Mudya yang membuat mereka terdiam.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Hai kakak bantu like dan favoritnya ya kak
serta jangan lupa coment dan vote nya kak.