Only You Love

Only You Love
Perginya lio


__ADS_3

Setelah selesai makan Mudya membereskan meja makan dan lio bersiap - siap karena malam ini dia akan berangkat ke Jerman.


" Mudya apa kau ikut mengantar ku kebandara" lio menghampiri mudya kedapur sebab Mudya belum terlihat setelah makan


" aku akan ikut mengantar kakak" Mudya pergi kekamarnya dan mengganti pakaian.


Alex sudah menunggu lio di depan sedangkan lio sedang mencari koper yang sudah di siapkan Mudya.


" kak sedang mencari apa, di luar sudah ada Alex" tanya mudya sebab lio terlihat seperti orang ke bingungan


" koper kakak dimana Mudya"


"buahahahaha, koper kakak udah di mobil tadi Alex yang menggambil saat kakak di kamar mandi".


" ya sudah ayo kita berangkat" ajak lio sambil menggandeng tangan mudya mereka terlihat seperti pasangan sejoli, padahal mereka belum memiliki hubungan sebab mudya tidak


ingin terlalu cepat.


Mobil yang dikendarai Alex melaju dengan kecepatan sedang karena jalanan tidak terlalu macet seperti biasanya.


" tuan apa kah kita akan langsung ke bandara" tanya alex sebab dia mendapatkan pesan dari mamanya lio.


" tidak, kita pulang ke mansion aku ingin melihat kakak ku " .


Didalam perjalanan mereka hanya terdiam hingga Mudya mempunyai rencana.


" kak lio, kak alex tau gak" ucap Mudya yang membuat lio dan Alex meliriknya


" tentu saja tidak, kau belum memberitahunya Mudya"


" kemarin ponsel aku jatuh dari lantai 4 "


" terus ponsel kamu kenapa, apa ponsel mu rusak Mudya"


Mudya yang mendengar Lio berkata seperti itu menahan ketawa sebisa mungkin.


" enggak, kan aku hidupin mode pesawat kak hahahaha"


Lio yang merasa dirinya tertipu dia hanya terdiam dan ingin mengerjai Mudya


" Mudya nanti kamu mau gak kalo kakak jadiin yang ke dua"


" maksud kakak apa , apa kakak udah punya yang lain " tanya mudya yang kaget akan kata Lio


" maksud kakak urutan kedua di kartu keluarga kita nanti"


" healah ni aki - aki dah tua masih aja gombal"


" iya kan kakak akan pergi ninggalin Mudya, nanti kalo rindu bilang aja sama kakak"


Tiba - tiba si Alex batuk membuat mereka tersadar bahwa disana bukan hanya mereka


"kau kenapa lex " tanya Lio


" lio kalo pengen berduaan jangan di hadapan gue, jiwa jomblo gue meronta - ronta"


Mudya yang mendengar perkataan Alex dia sangat terkejut sebab Alex tidak seperti yang dia bayangkan


" kak Alex rupanya manusia normal ya aku kira cuek, dingin,bodo amat namun ternyata tidak"

__ADS_1


" aku hanya harus mempunyai wibawa Mudya, karena aku asisten pribadi lio, ayo turun kita sudah sampai" ucap alex karena Clara kakak Lio sudah menunggu.


" hai kak aku kesini tidak lama aku akan berangkat ke Jerman" ucap lio menghampiri kakaknya


" jika kau ke Jerman siapa yang akan menemani kakak lahiran nanti"


ucap kakak lio sambil menaiki nada bicaranya


" Cantika dia kemana, bukannya dia yang akan menemani kakak lahiran" tanya lio sebab memang Cantika lah yang mengurus kakaknya yang sedang tengah hamil.


" Cantika pergi ke Inggris untuk menemani kekasihnya yang akan wisuda"


sedangkan Mudya berperang dengan pikirannya sendiri dimana suami kak Clara dia ingin menanyakannya namun dia urungkan.


"Mudya kemari" panggil lio Mudya datang mendekati lio


" iya ada apa kak"


Lio memperkenalkan Mudya kepada Clara


" kak kenalin ini mudya, adiknya Pram"


Mudya mengulurkan tangannya kepada Clara dan Clara menerima uluran tangan mudya


" mudya kakak minta tolong jaga kak Clara seperti kakak menjaga mu dan kamu tidak usah pergi bekerja"


" Baik kak". Clara yang melihat hanya tersenyum.


Lio pun berpamitan dengan Clara karena pesawat lio sudah siap untuk berangkat .


" lex entar anter mudya balik ke mansion "


" kak Alex nanti kita mampir dulu ke mini market"


" kenapa kau memanggil Alex dengan sebutan kakak juga"


Lio tidak suka jika orang yang dekat dengannya menyebut orang lain dengan sebutan yang sama


" baik lah kalau begitu aku panggil kau Abang Lio, mau atau tidak"


" jauh lebih baik Maimunah"


jawab lio sambil tertawa dan keluarlah batuk musiman Alex mudya dan lio mengerti maksud Alex.


Sesampainya Lio di bandara lio di jemput oleh beberapa orang untuk menuju ke ruang tunggu VVIP


" Mudya jaga diri mu baik - baik kau harus ingat jaga mata jaga hati " ucap lio sambil menunjuk mata dan hati


" Abang juga harus inget, jaga kesehatannya juga "


" ya udah sekarang Maimunah pulang jangan macem - macem " ucap lio mencubit hidung Mudya dan langsung memeluk Mudya.


" ya udah Abang jalan dulu" Lio pergi meninggalkan Mudya, dan tanpa sadar mudya menitihkan air mata.


" Mudya ayo kita pulang " ajak alex, mudya pergi mengikuti Alex


" kak jangan lupa kita ke mini market"


Alex pun mengantar mudya ke mini market

__ADS_1


Sesampainya mereka di mini markeret Mudya tertidur mau tidak mau Alex harus membangunkan Mudya


" Mudya bangun kita sudah sampai "


Mudya menjawab dengan suara khas orang bangun tidur.


Sedangkan Lio dia sedang menunggu pesawat jet nya karena lelah menunggu lio memutuskan untuk berjalan - jalan di bandara.


" hai kak apa kita boleh kenalan" ucap seorang gadis yang mungkin seumuran dengan Mudya menghampiri lio


" Lio" ucap lio tak mau bertele - tele


" kenalin aku Rina kak, kakak mau pergi kemana". tanya rina basa-basi sedangkan lio dia berharap gadis ini pergi dari hadapannya


" saya akan kejerman "


" kak boleh minta nomor telpon nya"


"0822 **** ****" Lio memberikan sebuah nomor telfon kepada rina dan setelah itu lio langsung pergi meninggalkan Rina.


Setelah selesai berbelanja Mudya dan Alex pergi menuju mansion lio


" Mudya aku pulang dulu, besok banyak yang harus ku urus di kantor"


Mudya membalas dengan anggukan kepala.


" ini benar non Mudya " tanya pelayan tiba - tiba yang membuat Mudya kaget


"iya Bi kenapa"


" nona udah ditunggu sama non Clara di dalam ayo masuk" sambil mengikuti pelayan Mudya berpikir mengapa kak Clara menunggunya.


"hai Mudya kemari , mengapa kau lama sekali mengantar lio " tanya Clara


" tadi aku mampir ke mini market dulu kak, cari cemilan"


" ya udah kamu tidur sama aku aja ya "


" baik , tapi kemana suami kakak "


Clara mendekati Mudya sambil memegang tangan mudya


" suami kakak sudah tiada "


Gleg Mudya yang mendengar bagaikan tersambar petir di siang hari.


" kak maaf Mudya gak sengaja nanyak seperti itu "


" iya gak papa wajar aja kalo orang gak tahu kan kakak hamil, ya sudah ayo kita tidur" ajak Clara mengalihkan pertanyaan dan mudya pun mengikuti Clara.


" kak besok aku mau pulang kerumah, mau ngambil baju buat ke pesta pernikahan"


" tidak usah pulang Mudya, besok akan ku antar ke butik"


" Kakak hamil Mudya gak mau ngerepotin kakak lagi"


" udah kamu tenang aja Mudya ".


Setelah melakukan perdebatan panjang akhirnya Mudya mengalah dengan 1000 alasan Clara.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2