
sesampainya Alex di ruangannya Ia berpikir Apakah dia harus memberitahu Lio bahwa Adinda datang ke kantornya.
" Bagaimana jika lio mengetahuinya dan aku tidak memberitahunya, jelas dia akan marah besar kepada ku, ada apa lagi adinda mengganggu kehidupan Lio" dan pada akhirnya Alex pergi keruangan Lio.
Tok, Tok, Tok.....
"Masuk" ucap lio
" Maaf sebelumnya tuan saya ingin memberitahu tuan jika tadi ada seorang wanita mencari tuan" ucap Alex sambil menunduk
"siapa yang mencari saya"
" yang mencari tuan adalah adinda dan dia mengaku menjadi kekasih anda tuan"
Lio yang mendengar pun hanya tertawa tetapi tidak ada yang bisa menebaknya.
" hahahaha, dimana dia sekarang"
" dia sudah pergi tuan karena dia tidak membuat janji dengan anda dan dia di usir dari kantor tuan"
" Bagus lah, sekarang kau kembali ke ruangan mu" perintah Lio Alex pun pergi dari ruangan lio.
Tiba saatnya jam pulang kerja sesudah keluar dari ruang kerjanya Mudya mendengar suara orang mengamuk dari ruangan Presdir.
" suara apa itu, jangan - jangan" Mudya langsung masuk kedalam ruangan Presdir alangkah terkejutnya Mudya melihat Lio lemas tak berdaya dan tangan lio berdarah sebab memukul dinding.
" Kak lio kenapa ayo bangun "
Lio tidak menjawab ia hanya melamun sebab lio mengingat kembali masa lalunya, Mudya pun langsung menepuk pundak lio agar tersadar
" kak lio" ucap Mudya
" kenapa kamu ada disini"
" ini sudah jam pulang kerja kak, tadi aku gak sengaja denger suara orang mengamuk dan ternyata itu kak Lio, kak sekarang cuci tangan kakak ya habis itu tunggu aku disini, aku akan mengambilkan kotak P3K".
Lio pun menuruti perkataan Mudya.
sesudah mencuci tangannya yang luka Lio duduk menunggu Mudya.
" kak maaf nunggu lama, mana lukanya biar aku obatin" Mudya mengobati luka lio dengan hati - hati.
" sudah kak lukanya sudah aku obatin" ucap Mudya sambil tersenyum.
" kau sungguh telaten dalam mengobati luka ku Mudya" batin lio sambil tersenyum
" baik lah ayo kita pulang" ucap Lio
Lio menelfon Alex untuk menyuruh cleaning servis membersihkan ruangannya.
kali ini yang menyupir mobil adalah Mudya, Mudya tidak berani bertanya kepada lio karena dari wajahnya lio sedang tidak ingin ditanya.
Kring-Kring ( anggap bunyi telfon:) )
Adinda menelfon lio namun lio tidak menjawabnya
" kenapa tidak di angkat kak"
__ADS_1
" tidak penting" ucap Lio sambil tersenyum
" apa kak lio ingin mampir ke suatu tempat"
" tidak ada kita langsung ke apartemen saja"
Mudya pun membawa mobil dengan kecepatan sedang karena jalanan tidak macat seperti biasa.
Sesampainya mereka di apartemen lio langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri, sedangkan Mudya dia memasak untuk makan malam,setelah itu Mudya membersihkan dirinya yang sudah lengket.
" Kak lio ayo makan " ucap Mudya namun tidak ada balasan dari lio
mudya memutuskan untuk melihat lio kekamarnya.
" kak lio mengapa melamun" tanya mudya
" tidak apa - apa"
" jangan berbohong kak, Mudya tau jika kak Lio sedang ada masalah, ceritakan saja pada ku kak, karena semua orang pasti mempunyai masalah"
" ada apa kamu datang kemari"
" Mudya udah masak ayo kita makan kak"
" kau makan saja, aku tak lapar"
" nanti kakak sakit yang repot Mudya tau" ucap Mudya merajuk
dengan terpaksa lio pergi ke dapur
selama mereka makan tidak ada yang ber suara hanya bunyi dentingan sendok.
" kak ada masalah apa ceritain aja ke Mudya"
"tidak ada"
"kak lio bohong"
" ini sebenarnya hanya masa lalu kakak"
" ceritain aja kak gak apa - apa, Mudya juga punya masa lalu kak".
FLASHBACK ON
Lio dan adinda adalah sahabat semenjak mereka SMA namun dibalik persahabatan mereka ternyata Lio memendam perasaan ke pada adinda dan hingga suatu hari pada saat kelulusan lio mengucapkan nya di depan umum.
"Adinda mau kah kamu menjadi pacar ku" ucap lio sambil jongkok dan memegang tangan adinda, adinda yang di lakukan seperti itu tersipu malu.
" Baik lah aku mau menjadi pacar mu lio" ucap adinda.
Orang - orang yang menyaksikan mereka semuanya merasa seperti menonton film secara langsung.
kisah cinta mereka sangat lah romantis banyak wanita yang ingin menjadi kekasih lio karena sikap lio yang begitu menghormati wanita.
Hingga akhirnya mereka kuliah bersama - sama di luar negeri sebenarnya ibu lio tidak menyetujui jika lio pergi keluar negri.
" Ma aku ingin melanjutkan kuliahku dinegara X"
__ADS_1
" mengapa disana?"
" disana itu universitasnya udah terkenal ma jadi izinin aku ya ma"
Mau tidak mau Ratih membuyarkan anaknya pergi dengan satu syarat yaitu pulang jangan membuat keluarga mu malu.
" Sayang sini ajarin aku gimana cara ngerjainnya" ucap adinda
" makanya kalo dosen jelasin didengerin bukan di kacangin".
Lio adalah lelaki yang pandai dan dia tidak mau mengikuti pergaulan bebas seperti teman - temannya
Hingga suatu hari lio datang ke apartemen adinda karena ingin memberikan kado namun lio kaget melihat Adinda sedang berduaan bersama laki - laki lain.
" Adinda apa yang kau lakukan" ucap lio yang membuat adinda terkejut
" aaa aku sedang mengerjakan tugas, benarkan riko" ucap adinda
" tenang saja aku bukan siapa-siapa adinda" ucap Riko.
Namun lio tetap merasa curiga karena akhir - akhir ini adinda seperti menghindarinya
" dinda besok kita pergi ke tempat wisata ya kamu mau kan"
" maaf lio, aku tidak bisa kita sebentar lagi akan wisuda aku harus menyelesaikan skripsi ku" tolak Dinda halus
" ya sudah jika kau tak mau"
hingga di hari wisuda mereka adinda tetap bertingkah laku dingin terhadap lio.
" lio kapan kita akan balik ke negara kita"
" kau ingin kapan"
" secepatnya"
" baik lah besok kita akan kembali ke negara kita".
Hingga suatu hari lio datang kerumah adinda tanpa memberitahu adinda alangkah terkejutnya Lio melihat adinda bertangan dengan Riko .
" wau hebat sekali kamu adinda" ucap lio membuat adinda kaget.
" jangan pernah kau cari aku lagi" kata - kata terakhir lio sebelum meninggalkan rumah adinda.
dan setelah satu bulan mereka bertunangan adinda dan riko resmi menjadi pasangan suami istri dan setelah itu lio pergi ke suatu negara untuk melupakan masa lalunya yang suram.
FlashBack Off .
" kak lio cerita hidup kita tidak beda jauh, kita adalah orang yang sama - sama di tinggal menikah, aku tahu bagaimana perasaan kakak Karena aku sudah pernah mengalaminya" ucap mudya
" aku harap kakak mengiklashkan semuanya, Tuhan pasti telah merencanakan yang terbaik untuk kita"
" kamu benar Mudya seharusnya aku tidak boleh berlarut - larut dalam masa lalu, aku harus mengubur masa laluku dan membuat cerita baru untuk masa depan ku" balas Lio
" akhirnya kakak sadar kak" ucap Mudya sambil tersenyum
" terimakasih Mudya telah memberikan kakak motivasi" ucap Lio.
__ADS_1
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE:), Favoritnya;)