Only You Love

Only You Love
Mudya dan Lio Cemburu 2


__ADS_3

" hai Mudya kita bertemu lagi disini " ucap adinda yang dengan seenak maunya


" tidak ada kah sopan santun mu, kau jauh lebih dewasa tapi tidak memiliki sopan santun"


Adinda yang melihat dihadapan Mudya bukan lio, melainkan rafi dia tersenyum licik


" kemarin kau mengatakan tidak cukupkah aku memiliki satu suami, sekarang aku bertanya pada mu apa kau tidak cukup memiliki Lio"


Rafi yang melihat perdebatan Mudya dan adinda dia bingung sebab dia tidak mengetahui inti permasalahannya


"mbak jangan berbicara sembarangan, saya disini sudah mempunyai tunangan" ucap Rafi yang membuat adinda terdiam.


Adinda tetap tidak mau mengalah


" sebelum ada bukti gue gak percaya sama Lo"


tiba - tiba ada seseorang yang melempar sebuah undangan ke wajah adinda.


" Kak Lio , kenapa kakak ada disini" Lio tidak menjawab pertanyaan mudya


" itu adalah bukti jika Rafi akan menikah "


lio berjalan ke sebelah Mudya lalu duduk di kursi sebelah Mudya, sedangkan adinda langsung pergi dari sana karena tak kuasa menahan malu.


" Makanan disini enak, mengapa kau tidak mengajak ku kemari " tanya lio sambil memakan makanan Mudya.


Sedangkan Mudya pasrah dia tidak bisa berkata - kata lagi dia hanya diam.


Rafi yang melihat kecanggungan mereka ber tiga langsung membuka mulut untuk berbicara


" kak Lio aku disini hanya meminta pendapat Mudya " ucap rafi


" lalu apa hubungannya denganku"


" aku tidak ingin antara kalian ada masalah, baik lah aku pergi dulu.


Rafi pergi meninggalkan Mudya , Lio ,dan alex.


" Rafi Lo harus lanjutin pernikahan lo baru ikut pertandingan " ucap Mudya yang dibalas senyuman oleh Rafi sedangkan Lio sedang di selimuti api kecemburuan.


Mudya tidak berbicara kepada lio mau tidak mau lio berbicara terlebih dahulu.


" emm lex, ayo kita balik ke kantor " ucap lio akan meninggalkan Mudya.


" kakak marah sama aku " ucap Mudya yang membuat lio baru berdiri langsung duduk kembali.


" tidak untuk apa aku marah kau juga bukan siapa - siapa ku" gleg Mudya yang mendengar itu hatinya merasa perih namun dia tetap untuk terlihat biasa - biasa saja.


" bagus lah kalau enggak, yaudah kalo gitu Mudya pergi dulu" ucap Mudya karena saat ini dia tak tahan rasanya dia ingin menangis namun lio menarik tangan mudya.


" duduk disini kau mau kemana" ucap lio berusaha menahan Mudya agar tidak pergi.


" bagaimana perasaan mu saat melihat aku dengan adinda seperti itu lah perasaan ku saat ini" ucap lio yang membuat Mudya terkejut bahkan bukan Mudya saja disana Alex ikut terkejut tapi tanpa ekspresi.


" perasaan ku biasa saja " ucap Mudya yang ingin cepat - cepat pergi dari hadapan Lio


" aku rasa tidak, lalu mengapa kau marah pada ku" Mudya langsung memeluk lio dan menangis di pelukan lio.


" kak lio maafin mudya , Mudya tau rasanya sakit" lirih Mudya disela - sela tangisnya


" apa kau ingin membalas perbuatan ku Mudya" tanya Lio

__ADS_1


" aku tidak ada kepikiran kesana kak, disini aku cuman mau bantuin Rafi sama Fika"


sedangkan si Alex hanya diam tanpa ekspresi


" Mudya mau saja kau dibodohi Lio kampret ini" batin alex.


ok sebentar dulu disini aku mau ngenalin Alex dia adalah sahabat lio dari SMP mereka kemana - mana selalu bersama sampai saat ini Alex menjadi asisten pribadi sekaligus sekertaris lio. tapi mengapa sekarang Mudya?


Jadi seperti ini mudya sudah lama bekerja di perusahaan Arav group sejak ayah lio masih bekerja disana Mudya menjadi sekertaris ayah lio.


" memang mereka kenapa" Mudya menjelaskan semua mulai dari Rafi menelfon ya sampai Fika datang menemuinya


" kak maafin mudya"


" lepas dulu jas kakak basah kena air mata mu" entah mengapa sejak dekat dengan lio Mudya bisa menjadi cengeng seperti ini.


" iya kakak maafin mudya, tapi jangan di ulang lagi" ucap lio karena dia harus belajar menerima masa lalu Mudya


" Alex suruh satu orang untuk mengambil mobil Mudya disini" Alex langsung pergi meninggalkan Mudya dan Lio


" ayo kita balik kekantor mudya" ajak Lio mencairkan suasana karena dari tadi Mudya masih saja diam tidak berbicara Mudya hanya mengikutinya saja.


sekarang Alex yang menyupir mobil lio sedangkan Mudya dan lio ya mereka duduk di belakang berdua.


" kak Lio Mudya mau pergi keluar negri mau ketemu kak Pram" Lio yang mendengar kaget


" tidak bisa kah kau menunggu kak Pram datang, sebentar lagi ada pernikahan Rafi dan Fika"


" aku lupa kak" jawab Mudya sambil tertawa


" tuan dua hari lagi kita akan berangkat ke Jerman" ucapan Alex membuat Mudya kaget


"ada apa kita kesana"


"Siapkan jet pribadi, malam ini kita akan berangkat kesana"


" baik tuan".


Mudya hanya terdiam mendengar perkataan lio dalam batin Mudya berkata " pantas saja aku mendapatkan hukuman seperti ini sebab membuatmu kecewa"


Lio yang melihat Mudya melamun mencoba menyadarkan Mudya dari lamunannya


" Mudya kau tidak apa - apa kan kakak tinggal sendiri"


"ehh iya Mudya gak papa ko kak" Lio yang mendengar jawaban Mudya merasa kecewa padahal lio ingin Mudya melarangnya.


" baiklah jika kau tak apa - apa, lebih baik sekarang kita pulang ke apartemen"


Alex pun menuju ke apartemen lio didalam perjalanan tidak ada yang berbicara sepatah kata pun.


kring - kring .......( anggap aja bunyi telfon)


" halo ada apa ma "


" kau ini kebiasaan, bukannya tanya kabar mama dulu" ucap mama lio sambil marah-marah


" ma cepat ada apa"


" dasar.... bagaimana kabarmu sekarang"


" aku baik - baik saja ma "

__ADS_1


" bagaimana dengan kabar kakak mu apa sudah melahirkan"


" aku tidak tahu ma, aku tidak pernah pulang "


" lalu kau ajak tinggal dimana Mudya"


kali ini mama lio tidak dengan sengaja berbicara terus terang hingga membuat lio curiga


" mama mengapa bisa tahu jika aku bersama Mudya"


" Pram yang memberitahu mama, berikan handphone nya kepada mudya"


"halo Tante ada apa "


" Tante minta tolong sama kamu tolong atur si lio karena jika dia sudah bekerja dia akan lupa waktu" ucap mama lio karena dengan seperti itulah mereka dekat dan akan tumbuhlah rasa.


" tante tenang aja selama ini udah Mudya urus semuanya tan"


" makasih ya mudya , kamu memang cocok jadi calon menantu Tante"


tiba - tiba lio mengambil handphone nya


" ma sudah dulu aku sedang sibuk"


" baiklah nak jaga dirimu baik - baik " sambungan terputus dan tidak terasa ternyata mereka sudah sampai di apartemen lio.


" Alex tolong siapkan berkas yang perlu saya bawa besok" perintah Lio pada Alex dan Alex langsung pergi menuju Perusahaan Arva Group.


" Kak apa perlu ku bantu berkemas - kemas" tanya mudya sebab lio sedari tadi sibuk dengan laptopnya


" boleh kau siapkan semua keperluan ku"


Mudya menggambil koper dan mengambil semua yang di butuhkan Lio


" kakak berapa lama disana" tanya mudya sambil berteriK


" kurang lebih hanya satu Minggu ".


setelah beberapa menit Mudya mengemasi keperluan Lio Mudya pergi ke dapur untuk memasak karena hari sudah mulai sore dan akan tiba jam makan malam, Mudya kali ini dia memasak oseng kangkung , ikan goreng dan sambal tomat.


Setelah Mudya selesai memasak dan mandi dia pergi ke ruang tamu dimana lio berada.


" kak sana mandi dulu habis itu kita makan Mudya sudah masak"


" baik lah" Lio pun menaruh laptopnya dan pergi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri lio datang menghampiri mudya yang tengah asik bermain ponsel dan Lio mengambil ponsel Mudya


" kak sini bawa ponsel ku"


" Kakak sudah lapar ayo kita makan dulu "


Mudya pergi ke dapur untuk menyiapkan semuanya.


" ini semua kamu yang masak "


" iya kak gak usah dihina pasti rasanya gak enak"


" tidak Mudya, rasanya pas seperti seleraku untung aku memiliki wanita yang pandai memasak" ucap Lio sambil mengelus kepala Mudya, mudya hanya membalas dengan senyuman.


Lio makan dengan sangat lahap Mudya yang melihatnya hanya senyum - senyum sendiri dan mudya melihat ponselnya yang tidak jauh darinya Mudya menggambil ponselnya dan memfoto Lio secara diam - diam.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like, vote , dan favoritnya karena itu semua gratis tanpa di pungut biaya:)


__ADS_2