
Setelah lio mencurahkan semua isi hatinya yang selama ini dia pendam akhirnya sekarang dia merasakan lega
" Mudya ternyata kamu lebih hebat dari kakak, kamu bisa mengiklashkan semuanya demi kebahagiaan orang lain"
"Itu semua udah di atur tuhan kak disini aku bakal jalanin semua rintangan yang akan diberikannnya"ucap Mudya sambil tersenyum
" Kak jika adinda besok datang lagi bagaimana kak, apakah harus aku suruh pergi kak?"
"Tidak perlu, biarkan saja dia datang menemui ku besok"
" Baik lah kak, aku masuk ke kamar dulu"
" Mudya terimakasih telah memberikan kakak kenyamanan didalam situasi apa pun "
" Kak sekarang kita tinggal hanya berdua, ya kita harus saling melengkapi kak" ucap Mudya langsung pergi kekamarnya, sesampainya mudya di kamar dia langsung tidur sambil mengingat kata - kata lio " apaan sih kak lio kok bilang nyaman sama aku, atau jangan-jangan malah aku yang menyukainya" ucap Mudya sambil tersenyum.
Pagi ini mudya berangkat kekantor pagi - pagi tanpa sepengetahuan Lio karena dia akan pergi ke kota Y untuk melihat proyek yang ada disana.
" Fika bisa gak anter gue kekota Y buat lihat proyek "
" Ngapain kesana mud, disana udah di awasi dengan Riski" ucap Fika santai
" Riski dia lagi pergi ke kota A"
"Ya udah deh gue anter".
Didalam perjalanan mereka
" Fika kapan kalian akan menikah"
Glek bagaikan disambar petir disiang bolong
" Hari Minggu ini mud,ada apa"
" Gak papa cuman nanyak aja, jangan lupa undang gue"
" Hehehehe iya - iya mudya"
Didalam perjalanan mereka, mereka mengingat masa lalu mereka pada saat masih anak - anak sambil tertawa ria.
Sesampainya mudya disana Mudya langsung turun ke lapangan untuk melihat proyek.
" Fika tolong panggilkan penanggung jawab dari perusahaan yang bekerja sama dengan kita"
" Baik"
Sesampainya Mita disana ia bertanya disana
" Maaf Mbak, Siapa yang akan menemui saya"
" Mari ikut saya"
Alangkah terkejutnya Mita saat melihat Mudya orang yang pernah dia maki - maki.
" Haduh mati gue kalo dia inget gue " batin Mita
"Mudya ini penanggung jawab dari perusahaan sebelah" ucap Fika langsung pergi meninggalkan mereka berdua
" Bisa saya lihat laporannya" ucap Mudya
"Bisa, mari ikut dengan saya mbak" ucap mita
" Kita akan kemana? Disini tidak ada tempat untuk berteduh"
" Kita ke cafe disana kita akan bertemu mbak" ucap mita polos.
__ADS_1
"Oke sudah saya periksa, saya permisi undur diri"ucap Mudya meninggalkan mita di ikuti oleh Fika.
Sedangkan di perusahaan Arva Group Lio terlihat bingung seperti mencari seseorang.
" Alex cari Mudya dimana dia berada sekarang?"
" Mudya sedang pergi ke kota Y untuk melihat proyek disana tuan"
" Dimana Riski"
" Riski dia sedang keluar negri untuk melihat perusahaan yang akan bekerja sama dengan Arva group tuan".
Sambungan terputus .....
Mudya dan Fika sampai di kantor jam 2 siang alangkah terkejutnya mudya melihat lio sedang berada di ruangannya.
" Ada apa tuan" ucap Mudya
" Kamu kemana saja Mudya dari pagi sudah tidak ada di rumah"
" Tadi saya berkunjung kekota y"
" Kenapa tidak memberitahu saya"
" Saya sudah memberitahu alex, apakah dia tidak memberitahu tuan".
Tiba - tiba suara telfon berbunyi dari resepsionis
" Selamat siang, maaf sebelumnya mengganggu waktunya sebentar, wanita kemarin datang kembali " ucap resepsionis
Mudya pun langsung melihat lio sambil bertanya dengan bahasa isyarat
" Baik lah antar dia keruangan presdir"
Sambungan terputus....
" Kak ruangan Mudya disana, ngapain Mudya kakak ajak kesini".
" Udah kamu ikuti saja "
Tok- tok...
Belum sempat lio menjawab adinda langsung masuk ke ruangan lio
" Hai sayang apa kabar" ucap dinda tanpa malu
" Ada apa kau kemari"
"Aku merindukan mu sayang"
" Apa kau bilang sayang, kemana saja kau"
" Maafkan aku sayang, aku tahu kau sangat marah padaku , disini aku ingin menebus kesalahanku"
" Ohh ya benar kah"
" Iya sayang, sayang wanita itu kemarin mengusirku dari kantor mu"
" Benarkah "
" Iya sayang"
Mudya yang melihat tersebut rasanya ingin muntah
"mimpi apa gue semalem"
__ADS_1
" Sayang usir dia " ucap dinda tanpa malu
" Pramudya kemari" panggil lio
Mudya pun berjalan mendekati lio, lio langsung memegang tangan mudya dan langsung menciumnya, Mudya tahu itu hanyalah akting Lio jadi dia bersikap biasa - biasa saja.
" Kamu tahu siapakah yang harus pergi sekarang, sebelum aku panggil security untuk menjemput mu adinda"
Adinda yang melihat perlakuan lio kepada Mudya langsung naik darah dan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Gak mungkin Lio udah lupain gue, gue ini kan cinta pertamanya, lio akting mu tak berpengaruh pada ku" pikir adinda sambil tersenyum.
" Kak lepas tangan mudya udah selesaikan aktingnya" lio langsung berjongkok dibawah Mudya.
"Mudy kita adalah orang - orang yang ditinggalkan dan kita juga memiliki masa lalu, Mudya aku tahu ini terlalu cepat bagimu tapi aku ingin membuka lembaran baru bersama mu" ucap lio sambil memegang tangan mudya
"Kakak tau kan bagaimana masa laluku, dan kak lio juga mempunya masa lalu
Aku tidak ingin lagi mengenal yang namanya pacaran lama - lama dan ditinggal lagi, aku hanya ingin komitmen kak kita dekat tapi tidak pacaran, aku juga ingin membuka lembaran baru"
" Baiklah jika itu yang kamu mau mud kakak tidak bisa memaksa perasaan mu"
" Kak kita adalah orang yang ditinggalkan oleh orang yang kita cintai aku harap kita sama - sama mengerti bagaimana sewajarnya" ucap Mudya sambil membangunkan Lio
" Kita komitmen" ucap Lio yang di balas senyuman manis oleh Mudya.
" Walaupun kita tidak ada hubungan kak aku harap kakak bisa jaga perasaan kakak" ucap Mudya, Lio pun langsung mencium kening Mudya.
Mudya yang mendapatkan perlakuan itu secara tiba - tiba wajah Mudya berubah menjadi keping rebus.
" Kamu kenapa Mudya" ucap lio sambil tertawa
" Ihh kakak ni apa - apaan sih" ucap Mudya langsung pergi keruangannya
Lembaran baru kehidupan mereka pun di mulai mereka sama - sama berharap semoga tidak seperti kisah cinta mereka sebelumnya.
" Pramudya bagaimana kabar mu" tanya Pram dari balik telefon
" aku baik - baik saja kak"
" bagaimana dengan Lio"
" bagaimana apanya kak"
" ehh kabarnya maksud kakak"
" kak lio baik - baik saja dia kak"
" ya sudah kalo begitu" Pram langsung mematikan telfon.
" dasar punya kakak kebiasannya gak hilang - hilang dari dulu masih aja kaya gitu"
" siapa Mudya" ucap lio tiba - tiba datang
" ehh kak lio itu si kak Pram"
" ayo kita pulang, kamu ikut kakak saja mud"
" baiklah kak, terus mobil Mudya siapa yang bawa kak"
" biarkan si Alex yang mengantar ke apartemen"
" emang kita mau kemana kak?"
" kita pergi ke mall sebentar hitung - hitung refreshing" lio langsung menggandeng tangan mudya untuk berjalan bersama.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
JANGAN LUPA LIKE:)