
Setelah pergi berbelanja di mini market Mudya langsung pulang kerumahnya sebab hari sudah sore dan meika akan menemani mamanya ber olahraga.
" Mudya mengapa kau sangat memanjakan Meika mana lagi yang di beli semua ice krim " ucap Clara yang melihat Meika memakan ice krim
" tidak apa - apa kak selagi dia masih kecil dia harus bahagia, biar dia tidak merasakan seperti kita waktu kecil " ucap Mudya sambil tersenyum.
" tapi gak gitu juga mudya, itu namanya pemborosan , kau tidak boleh terlalu memanjakan Meika " ucap clara langsung pergi meninggalkan Mudya .
Malam hari, seperti biasa mudya makan malam bersama kakaknya namun kali ini berbeda semua keluarganya telah berkumpul lagi.
" kak nanti aku mau ngomong sama kalian " ucap Mudya yang di angguki oleh kedua kakaknya.
setelah selesai makan Clara mengantar Meika kekamarnya agar Meika beristirahat dan yang lain menunggu di ruang keluarga.
" mau bicara apa mud bicara aja " ucap Pram karena Clara sudah datang
" kak aku ingin melanjutkan S2 dan mengambil jurusan kedokteran " Pram yang mendengar langsung tersedak sebab Pram sedang memakan cemilan.
" kalau kamu sekolah terus ,kasian kak Pram gak nikah - nikah nanti " goda Clara
" kak Pram kalau mau nikah, nikah saja aku tidak apa - apa lagi pula sudah ada kak Clara " Mudya memang mengetahui jika Pram akan menikah setelah Mudya menikah
" jika kau lanjut kuliah akan melanjutkan dimana " tanya Pram sambil meminum coklat panas.
" mungkin disini saja kak, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan Arav group , dan usaha ku sudah lumayan berkembang kak" ucap Mudya yang mengagetkan kedua kakaknya.
" baik lah jika itu keputusan mu " ucap Pram langsung pergi meninggalkan Mudya dan mudya tahu kakaknya tidak setuju namun dia mengingatkan sesuatu kepada kakaknya.
" kak aku tau kakak gak setuju tapi ini pesan almarhum bunda kak, walaupun bunda gak ada aku mau wujudkan keinginan bunda salah satu dari anaknya harus ada yang menjadi dokter anak kak " Pram yang mendengar bagaikan di sambar petir disiang hari, Pram tidak mengetahui jika bundanya pernah berpesan seperti itu dan Pram dia hanya diam dalam seribu bahasa.
" maaf mudya, sebenarnya bunda menyuruh kakak menjadi dokter namun takdir berkata lain kakak malah menjadi model " ucap clara sambil mendekati mudya dan memeluknya.
" tidak apa - apa kak " ucap mudya sambil tersenyum.
Semuanya telah kembali ke kamar mereka masing - masing di dalam kamar Mudya sedang bermain ponselnya dan tiba - tiba ada seorang follower mengirim chat.
" Kak Mudya maaf bukannya aku lancang, kenapa bukan kakak yang menikah dengan kak rafi dan mengapa malah sahabat kakak sendiri yang menikah dengan kak Rafi, maaf kak aku lancang" isi chat yang masuk ke hp Mudya.
Rafi sebenarnya dia adalah seorang selebgram , pemain sepak bola , youtuber .
Rafi menjadi terkenal semenjak menjalin hubungan dengan Mudya karena mereka sangatlah romantis.
" mungkin bukan jodoh " balas mudya singkat karena ini masalah pribadi tidak dapat di umbar ke sosial media.
__ADS_1
Di lain tempat....
" Bel pesan gue di bales terus sama pria tampan di bandara itu " Bela tidak menghiraukan rani sama sekali sedangkan bela sibuk dengan ponselnya.
" Lo chatan sama siapa sih sampel gue lo kacangin parah lo bel" bela menarik napas pajang lalu membuangnya dengan kasar
" terus gue harus bilang wauu gitu " ucap bela pergi ke kulkas mengambil minuman dingin
" ihh gitu amat sih lo bel, oh iya gue pulang dulu udah malem di cariin sama Nyokab " ucap rani pergi ke luar rumah bela.
Ayam Berkokok Menandakan bahwa hari sudah pagi
Embun membasahi tumbuhan
Sinar matahari memasuki kamar
Semua manusia kembali melakukan aktivitas nya.
Mudya melakukan aktivitas nya seperti biasa dia pergi ke taman di depan rumahnya sambil menyiram bunga , tapi dia melihat kak Pram sedang bertelfonan sambil tertawa.
" woyy pagi - pagi udah telfonan bantu nyiram bunga kenapa " ucap Mudya namun tak didengar oleh pram.
Mudya menghampiri Pram baru mendengarkan apa sih yang dibicarakan oleh kakaknya.
" Meika sini bantu tante siram bunga " panggil mudya Meika langsung mendatangi Mudya.
Meika Yang melihat Mudya menyiram bunga langsung terdiam melihat bunga mawar Mudya semuanya berbunga.
" Meika mengapa kamu hanya berdiri cepat kemari " Meika langsung tersadar dari lamunannya
" kak bangus banget bunga mawarnya, aku boleh petik gak kak " tanya meika
" kakak akan memberikan mu jika meika sudah selesai membantu kakak " ucap mudya sambil tersenyum.
Meika mengambil penyiraman bunga dari tangan mudya dan langsung menyiram tanaman setelah selesai menyiram tanaman seperti tadi Meika boleh memetik bunga mawar.
Tidak terasa hari sudah siang , siang ini mudya dan bela akan pergi bersama - sama untuk membelikan hadiah untuk pernikahan Rafi dan Fika.
__ADS_1
" Bela ayo berangkat nanti keduluan sore " ucap Mudya langsung masuk kedalam mobil bela.
" tunggu gitar masih ada yang mau ikut " ucap bela ,namun Mudya hanya diam dan bermain ponsel
" ayo kita berangkat " ucap pram dan pram kaget melihat Mudya.
" Mudya kamu duduk di belakang biar bela didepan " Mudya yang mendengar hanya diam langsung pindah duduk di belakang dan menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar.
" bela kita pergi kemana " tanya pram
" kita pergi ke mall kak " jawab bela namun bela tidak menoleh Pram karena masih malu.
sedangkan mudya dia diam dalam seribu bahasa melihat kedua orang didepan matanya bertemu cinta pandangan pertama mereka padahal baru kenal kemarin.
Sesampainya di mall mudya langsung turun dari dalam mobil, tanpa sepengetahuan pram Mudya langsung pergi kedalam mall sendiri namun bela melihatnya.
" gitar kamu mau kemana " teriak bela membuat Mudya berhenti
" ya masuk lah bel, aku duluan ya " jawab Mudya langsung pergi kedalam mall.
" dasar punya kakak nyebelin banget aku adiknya dikacangin dan dia malah dengan santai nya ngobrol berdua tanpa mengingat ada aku " gerutu Mudya sambil berjalan namun mudya tanpa sengaja menabrak seseorang .
" maaf aku gak sengaja " ucap mudya sambil berdiri dan merapikan rambutnya .
" iya tidak apa - apa, aku juga tidak melihat mu sebab aku sedang telfonan, perkenalkan aku rahendra " ucap seorang pria sambil mengulurkan tangannya
" aku Mudya " jawab mudya sambil menjulurkan tangannya dan setelah itu Mudya langsung pergi meninggalkan rahendra.
" kak lio mengapa tidak ada mengabari ku hari ini ,ehh mengapa aku jadi memikirkannya " batin mudya, namun mudya senyum - senyum sendiri melihat foto lio yang sedang makan.
Di lain tempat.....
" kak Pram Mudya sepertinya dia sedang marah dengan ku sebab dia langsung pergi meninggalkan ku" ucap bela membuka percakapan terlebih dahulu
" sudah tidak usah dipikirkan mudya memang seperti itu, mungkin dia sedang mencari sesuatu makanya dia lebih dulu masuk kedalam " ucap Pram sambil menggandeng tangan bela, sedangkan bela wajahnya langsung berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.
" sudah tak usah malu , memang kita baru berkenalan kemarin tapi apa salahnya jika kita memulainya " ucap pram yang membuat bela tersenyum
" kakak bisa aja, kak bukannya aku mau nyindir kakak, umur kakak kan hampir kepala tiga tapi mengapa kakak belum menikah" tanya bela sebab bela masih heran dengan orang setampan Pram tetapi belum menikah.
" kakak akan menjelaskannya nanti jika waktunya sudah tepat " ucap Pram langsung berjalan menggandeng tangan bela.
BERSAMBUNG .....
__ADS_1