Only You Love

Only You Love
Mudya dan Lio Cemburu?


__ADS_3

Lio yang mendengar ucapan mudya kaget karena mudya sedari tadi Mudya hanya diam.


" kau siapa, aku tidak ada urusan denganmu" ucap adinda


"papa sudah meninggalkan kami kak" ucap resti tiba - tiba datang


" Resti kenapa gak makan, biar kak Mudya yang temenin ya" ucap lio


Mudya yang mendengar kata - kata lio langsung pergi menarik tangan Resti karena menurut Mudya itu adalah cara mengusir dengan halus .


" Resti udah pesen makanan" tanya mudya


" belum kak yang pesen cuman baru mama, tapi Resti bakalan makan ini kak"


" itu pedas kamu masih kecil nanti sakit perut"


" tidak akan kak, nanti jika aku membeli makanan siapa yang akan membayarnya"


" tenang disini kakak yang akan bayar"


" makasih kak" Mudya hanya membalas dengan senyuman.


Di lain tempat


" ada apa lagi kau mencari ku bukan kah dulu kau yang meninggalkan ku"


" maafkan aku lio ,dia berbeda tak sama seperti mu"


" minta maaf dengan benar"


" aku harus meminta maaf seperti apa Lio"


" bersujud di hadapanku sekarang"


" apakah harus seperti itu"


" emm...." lio pergi meninggalkan adinda yang tengah sibuk berpikir.


"hai Resti, kami pulang dulu ya" ucap lio sambil menarik tangan mudya


" mama aku dimana om"


" nanti mama kamu datang"


Lio pergi meninggalkan resti, sedangkan di perjalanan sampai di rumah Mudya tak berbicara sepatah katapun.


" Mudya kau kenapa diam saja dari tadi"


" Tak apa - apa bukan urusanmu"


" apa kakak ada buat salah sama mudya"


" enggak"


Mudya menjawab pertanyaan Lio dengan singakat,dari sana Lio mengetahui jika Mudya sedang marah


" jangan berbohong Mudya kakak tau, kau sendiri pernah mengatakan jika ada masalah katakan "


" kak jika kakak mencintai adinda lebih baik kakak bersama dia saja"


" kau cemburu "


" tidak untuk apa aku cemburu lagi pula kau bukan siapa - siapa ku"


" sedangkan kamu di ajak pacaran tidak mau, ya suka - suka aku lah" ucap Lio sambil menahan tawa


"kan aku udah bilang kak komitment, kalo kakak gak mau ya udah, sebelum ada rasa di antara kita"


" Mudya Kaka bercanda, maafin ya"


Mudya pergi kekamarnya tanpa menjawab pertanyaan lio .

__ADS_1


di dalam kamar Mudya


" ahh Mudya kenapa kau bodoh sekali, jika kak lio benar - benar pergi meninggalkan mu seperti apa" batin Mudya


Tiba - tiba Rafi menelfon Mudya


"halo Rafi ada apa "


" apa besok kita bisa bertemu Mudya"


"baik lah , jam berapa"


" jam makan siang apa kau bisa Mudya"


" baiklah aku bisa"


sambungan terputus lio mendengar percakapan mereka


"Mudya besok akan kemana aku harus mengikutinya".


Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, bulan berganti matahari,hari berganti hari , sinar matahari memasuki kamar seorang gadis hingga membuat gadis itu terbangun.


" jam berapa ini apa aku sudah kesiangan" mudya langsung berjalan melihat jam


" tidak ini baru jam setengah 7, baik lah aku mandi dulu".


"apa kah Mudya masih marah dengan ku, apa dia akan meninggalkan ku" lio sedang menunggu Mudya sedari tadi karena dia belum mendapatkan maaf dari mudya dan setelah Mudya bersiap - siap untuk pergi kekantor mudya keluar dari kamarnya


"Mudya apa kau masih marah dengan ku" tanya lio saat melihat Mudya


" tidak untuk apa aku marah kau juga bukan siapa - siapa ku"


" Mudya apa kau cemburu" Mudya yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung membuang muka karena dia malu.


" baik lah kakak akan menjauhinya "


" ohh berarti selama ini kakak dekat"


" emm baik lah kak, cepat bersiap - siap atau aku tinggal" lio langsung pergi meninggalkan Mudya di ruang tamu.


Setelah beberapa menit lio bersiap - siap dia pergi ke ruang tamu di mana Mudya menunggunya.


" dimana - mana tu cowok nunggu cewek ini mah kebalik, untung gue sayang hahahaha"


" udah mulai sayang " tanya Lio yang membuat Mudya terkejut


" ihh kakak apa - apaan sih, ayo kita berangkat"


Lio mengejar mudya yang pergi meninggalkan nya


" kakak juga sayang sama kamu " bisik Lio ditelinga Mudya


" kak apa - apaan sih "


" semoga yang saat ini bersamaku dia lah yang terbaik untuk ku" ucap lio sambil menggenggam tangan mudya


" kakak bisa aja" mereka tersenyum karena mereka ingin membuat lembaran baru untuk hidup mereka apa pun yang akan di hadapinya.


Sesampainya di kantor Mudya berjalan terlebih dahulu sedangkan Lio berjalan jika Mudya sudah memasuki kantor karena mereka tidak ingin ada yang membicarakan mereka.


Fika datang menghampiri mudya, dari tampang Fika dia sedang kacau matanya sembab karena habis menangis


" Fika kamu kenapa " ucap Mudya yang terkejut melihat tampang Fika


" Mudya " tangis Fika pecah di dalam pelukan Mudya


" kalo kamu ada masalah cerita aja fik, kita ini sahabat"


" gue lagi berantem sama Rafi Mudya"


" kenapa bisa, ini minum air dulu supaya ada air mata yang keluar lagi " ucap Mudya yang membuat Fika tertawa

__ADS_1


"ahh lo apa - apaan sih mud, gue serius ni"


FLASHBACK ON


Setelah mereka makan malam di food court Rafi pergi ke lapangan sepak bola untuk berlatih.


" Rafi ngapain kita malem - malem kesini"


" aku mau latihan dulu sayang, karena aku dua hari lagi ada pertandingan"


Fika yang mendengar penuturan Rafi terkejut sebab Rafi tidak ada memberitahu Fika


" mengapa kau tidak memberitahuku Rafi"


" aku lupa Fik, kau tunggu disana saja"


" Rafi pernikahan kita tinggal 3 hari lagi dan kau pergi ikut pertandingan, aku tidak akan mengizinkan mu"


Rafi mencoba merayu Fika sebisanya namun Fika tetap berdiri pada pendiriannya hingga Rafi tidak bisa menahan rasa kesalnya


" kita batalkan saja pernikahan kita, kita tunda bulan depan" ucap Rafi yang sudah terselimuti emosi


" undangan sudah kita sebar dan kau akan membatalkan karena sebuah pertandingan, baiklah aku tidak akan mengganggu mu"


" tinggal kita umumkan saja di media sosial jika pernikahan kita, kita tunda"


Tanpa membalas perkataan Rafi Fika langsung pergi meninggalkan Rafi, sedangkan Rafi tidak mengejar Fika, Rafi dia pergi menemui teman - temannya yang ada di lapangan.


FLASHBACK OFF


" Tenang saja Fika aku yakin Rafi terbawa emosi " ucap Mudya berusaha menenangkan Fika


" tapi kenapa dia gak minta maaf sama gue sampe sekarang"


"mungkin Rafi masih sibuk, kau tenang saja Fika serahkan semua pada Tuhan"


" iya mud lo bener, makasih ya udah mau dengerin curhatan gue" Mudya membalas dengan senyuman dan setelah itu Fika pergi dari ruangan Mudya.


Jam Berganti jam dan sekarang adalah jam waktunya untuk para karyawan beristirahat.


di jam istirahat ini mudya pergi ke sesuatu tempat karena telah ada janji dengan Rafi.


" Lex panggilkan Mudya" perintah Lio


" maaf tuan, Mudya sedang keluar "


Lio langsung teringat bahwa Mudya hari ini ada janji bertemu dengan seseorang.


" lex siapkan mobil kita pergi ke cafe yoyo"


" baik tuan" Alex pergi meninggalkan Lio di ruangannya dan Lio memakai jasnya.


Sedangkan Mudya sedang mencari keberadaan Rafi


" Mudya gue disini " ucap Rafi sambil melambaikan tangganya kepada Mudya, Mudya menghampiri Rafi yang sedang menunggunya.


" ada apa Rafi langsung to the points aja" ucap Mudya karena dia tidak ingin berlama - lama dengan Rafi takut Fika salah tanggap jika Mudya dan Rafi masih memiliki hubungan.


" kamu sama dia beda ya mud" ucap rafi sambil menunduk


" Ya kalo sama kita kembar dong "balas Mudya ingin mencairkan suasana


" enggak lo beda sama Fika, Fika dikit - dikit ngekang gue, masa gue dua hari lagi ada pertandingan gak boleh ikut"


" ya wajar lah, Lo lupa kalo lo bentar lagi bakalan nikah"


" andai waktu dapat di putar*" belum selesai rafi mengucapkan kalimatnya Mudya sudah memotongnya


" gak ada yang perlu di sesali, ini bukan salah Lo Rafi dan juga bukan orang tua Lo, kita tidak berjodoh karena Tuhan sudah merencanakn yang terbaik untuk kita."


Tiba - tiba ada seseorang yang mendobrak meja cafe tempat Mudya dan rafi.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2