Only You Love

Only You Love
Hari pertunangan Rafi dan fika 2


__ADS_3

Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam, malam berganti pagi, hari berganti hari.


" jam berapa ini ya " Mudya pun melihat jam alangkah terkejutnya saat iya melihat jam sepuluh


" Apa jam 10 gue harus cepet - cepet" Mudya pun membersihkan dirinya


Di ruang tamu


" si Mudya mana katanya berangkat jam 9 tapi kok gak ada nongol tu anak" ucap lio karena sudah menunggu Mudya selama 1 jam lebih.


" kak lio maafin mudya, Mudya bangun kesiangan" ucap Mudya sambil berlari


" Emm..." ucap lio singkat karena saking kesalnya menunggu Mudya


"Kak lio marah sama mudya, ya udah mudya pulang sendiri aja" ucap Mudya sambil memegang tangan lio lalu pergi meninggalkan lio.


"Kak lio gak marah sama mudya cuman kesel aja bilangnya jam 9 berangkat tapi kenyataannya berbeda" ucap lio sambil mengejar mudya.


" ya udah ayo kita berangkat kak"ucap mudya


"emm...."


selama di perjalanan


" Mud kamu udah sarapan belum tadi pagi?"


" boro - boro sarapan bangun aja jam 10"


" ya udah kita pergi kerestoran dulu baru lanjut"


" iya kak Mudya udah laper banget" ucap Mudya tanpa malu - malu.


sesampainya di restoran


" mud lo pesen apa" Mudya pun memilih makanan


"gue mau pesen stick kentang,barbeque,puding, sama jus apel" ucap Mudya yang membuat lio kaget


" mud kamu cewek makan sebanyak itu apa gak takut gemuk?"tanya lio karena kaget mendengar ucapan mudya


"kak kalo gak bawa uang bilang aja aku bisa bayar sendiri " ucap Mudya yang membuat lio menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" ya udah terserah kamu aja mud,nanti kak lio yang bayar" ucap lio yang membuat Mudya tersenyum


" kak lio pesen apa"


" jus alpukat aja, tadi aku sudah makan"


" baik lah" Mudya pun langsung memanggil pelayan.


pesanan yang mereka pesan pun datang


" gue malah seneng lihat cewek makan kaya gini dari pada kebanyakan gaya makan baru dikit udah bilang kenyang" batin lio sambil tersenyum melihat Mudya, Mudya yang menyadari dirinya dilihat langsung bertanya


" kak kenapa senyum - senyum lihat Mudya, apa Mudya celemotan kak" tanya mudya


"ehh iya kamu celemotan" ucap lio sambil mengelap saus yang ada di dekat bibir Mudya.


" untung aja si Mudya gak sadar kalo gue ngelihatin dia aja dari tadi" batin Lio

__ADS_1


Selesai makan mereka pun langsung melanjutkan perjalanan.sesampainya di rumah Mudya


" kakak ikut mampir gak apa langsung pulang"


" ya aku ikutlah Mudya, nanti siapa yang anter kamu balik ke apartemen"


" ya udah ayo masuk dulu kak"


sesampainya di dalam rumah


" bi nur ambil kotak cincin yang aku beli sama Rafi "


" iya non" ni nur langsung pergi ke kamar Mudya


" kalian udah beli cincin buat tunangan" tanya lio yang dibalas senyuman dengan Mudya


"non ini cincinnya"


" ya udah makasih bi, Mudya pergi dulu"


" iya non"


" kak ayo kita pulang" ucap Mudya sambil menarik tangan lio


" gak usah narik bisa"


" hehehe maaf "


Sesampainya di apartemen lio


" ya udah kak aku mau istirahat dulu udah capek, nanti kita jam 6 berangkatnya"


Akhirnya malam yang ditunggu - tunggu Fika dan Rafi datang


" Raf Mudya kira - kira datang atau tidak" tanya fika cemas


" pasti Mudya datang kau tenang saja"


" maaf aku tidak sempat membelikan mu cincin tunangan kita"


" sudah tak apa - apa rafi, sekarang lebih baik kau bersiap - siap dulu tamu sudah lumayan banyak yang datang "


" baik lah" Rafi langsung pergi meninggalkan fika


Sedangkan di dalam perjalan Mudya dan Lio


" Mud kalo aku boleh tau siapa nama lengkap rafi"


" Rafi Aditya" jawab Mudya yang membuat lio kaget tanpa sepengetahuan mudya


" ayo turun kita sudah sampai"


" kak ikut aku ya antar aku bertemu dengan Rafi dan Fika"


" baik lah"


Sesampainya di ruangan tempat acara dilangsungkan


" Hai Tante rika mengapa kau tidak mengundang ku" tanya lio yang membuat ibu rafi kaget

__ADS_1


" bukannya kau ikut ibu mu ke Amerika"


" tidak, buktinya aku disini, Fika yang mengundang ku"


" dengan siapa kau kemari"


" dengan temanku Mudya Tante"


" Mudya dimana dia tante ingin bertemu dengannya"


" itu Mudya sedang di meja hidangan Tante" Tante rika pun langsung berjalan kesana dan menarik tangan Mudya


" ada apa lagi tante,kurang puaskah tante menghina saya di depan umum" ucap Mudya


" Mudya disini saya akan menjelaskan sesuatu, maaf sebelumnya tante telah menghina kamu,terserah kamu mau memaafkan Tante atau tidak, disini Tante mau menjelaskan bahwa Rafi dan fika sebenarnya memang sudah di jodohkan dari kecil bahkan dari dalam perut, namun rafi setelah dewasa ia malah jatuh cinta dengan sahabatnya Fika yaitu kamu"


" kenapa Tante gak cerita dari awal kalau Rafi dan Fika memang akan dijodohkan,jika Tante cerita mudya akan langsung melepas Rafi Tan"


" maafin tante Mudya"


"Tante Mudya udah maafin Tante ko,mungkin Rafi memang bukan jodoh Mudya"


" makasih mud udah maafin Tante" Mudya pun membalas dengan senyuman akhirnya kenyataan yang sebenarnya terbongkar


" Tante Fika sama rafi dimana?" tanya mudya


" dia sedang berada di ruang make up mud" Mudya pun pergi ke ruang make up di ikuti Lio.


sesampainya disana


" Fika selamat ya, semoga bahagia Fika" ucap mudya, sedangkan si lio


" dasar tunangan gak ngundang gue lo" dan jawaban Rafi pun sama seperti ibunya


" Rafi Fika kalian kesini pegang tangan gue ya" ucap Mudya, mereka pun menurutinya


" Rafi lepas tangan gue bentar" ucap Mudya dan Rafi melepaskan nya, Mudya mengambil kotak yang berisi cincin dan memberikan nya ke pada Rafi.


"Fika lepas dulu tangan gue " ucap Mudya


" Rafi ini cincin yang waktu itu kita beli bersama, aku ingin sahabatku lah yang memakai cincin ini" ucap mudya


Mudya pun mengambil tangan Fika dan tangan Rafi lalu Mudya menyatukan tangan Rafi dan Fika dengan ucapan " semoga bahagia, lupakan masa lalu mu, buat cerita barumu bersama dia, gue udah ikhlasin semuanya" ucap mudya yang membuat orang - orang yang ada disana bertepuk tangan.


Mudya pun langsung meninggalkan Rafi dan Fika dengan senyumnya.


" Mudya tungguin kakak" ucap Lio sambil mengejar mudya


" yang aku lakuin udah benerkan kak lio" ucap Mudya sambil menangis


" yang kamu lakuin udah bener , kalo kamu mau nangis, nagis aja biar serasa lega, disini ada kakak yang selalu bersama Mudya" ucap Lio Mudya pun menangis di pelukan Lio.


" kak ayo kita lihat mereka" ajak Mudya


" apa kamu yakin, kamu udah kuat?"


" aku janji gak bakal nangis lagi kak, sekarang aku mau lihat dia mau foto bareng sama mereka" ucap Mudya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2