
Setelah memilih gaun yang akan di gunakan besok mudya dan bela pergi ke restoran karena jam sudah menunjukan jam makan siang.
" Mudya kenapa kamu biarin fika sama rafi menikah , bukannya kamu sangat mencintai rafi" tanya bela sebab bela tak bisa menahan pertanyaan ini kesahabatnya.
" Rafi dan fika sudah di jodohkan bahkan waktu mereka masih di dalam kandungan, dan kami tidak mendapat restu dari ibu rafi karena ibu rafi ingin memenuhi permintaan terakhir almarhum ayah rafi" jelas Mudya panjang sebab dia tidak ingin bela berpikir yang tidak - tidak.
" aku salut sama kamu gitar , kamu ikhlaskan semuanya demi kebahagiaan orang lain ". Mudya hanya membalas ucapan bela dengan senyuman.
Gitar adalah panggilan kesayangan bela kepada mudya sebab Mudya memiliki body seperti gitar spanyol dan mudya selalu berpenampilan polos.
" Bela gimana kuliah mu selama disana " tanya mudya sebab dia ingin melanjutkan cita - citanya sebagai seorang dokter.
" ya biasa - biasa aja sih, gitar jadi ambil S2 dimana " tanya bela sebab bela mengetahui jika bela akan melanjutkan ke S2.
" lihat besok saja, aku akan meminta pendapat kak Pram dan kak Clara " yang di balas dengan anggukan oleh bela.
Selesai mereka makan siang Mudya mengajak bela untuk berkunjung ke rumahnya lagi pula orang tua bela ada di luar negeri.
" sebelum ke rumah aku kita jemput kak Clara dulu bel " bela semakin bingung mengapa dari tadi Clara seperti orang yang sangat penting.
" Clara itu siapa lagi gitar " tanya bela dan mudya menjelaskan semuanya dan bela ikut merasa senang karena sahabatnya dapat bertemu kembali dengan kakaknya.
Setelah menjemput Clara dan meika, bela langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang sebab jalan tidak terlalu macat.
Sesampainya Mudya dan yang lain di rumah Mudya mereka langsung di sambut oleh bi nur dan mereka langsung masuk.
" kenapa kamar kak Pram pintunya terbuka " Mudya pergi berjalan menuju kamar Pram alangkah senangnya Mudya melihat Pram sudah pulang.
" kakak aku sangat merindukan kakak " ucap Mudya manja pada kakak laki - lakinya itu.
" kakak juga merindukan mu gadis kecilku yang manja " ucap Pram sambil mengelus kepala Mudya.
" kak aku punya berita gembira kak Pram pasti senang mendengarnya " Pram menaikan sebelah alisnya dan mudya langsung menarik tangan Pram.
__ADS_1
sedangkan bela dan clara di ruang tamu sedang bercanda dan tertawa bersama namun mereka berhenti tertawa ketika mendengar suara.
" siapa mereka " tanya Pram masih bingung sebab dia tidak mengingat wajah clara dan dia belum mengenal bela.
" Pram...." ucap Clara berjalan dan langsung memeluk Pram sambil menangis sedangkan Pram masih bingung dengan semua ini.
" Aku Pramudi rose kakak mu yang dipisahkan dengan adik - adiknya " ucap clara di sela - sela tangisnya.
tanpa sadar pram menjatuhkan air matanya kakak yang selama ini dia sering mimpikan dalam tidurnya sekarang nyata berada di hadapannya Pram membalas pelukan clara.
" kak mudi selama ini kemana , kami mencari kak mudi kemana - mana" ucap Pram sambil menangis.
Clara menjelaskan semuanya mulai dari mereka di pisahkan hingga dia di angkat menjadi anak dari keluarga Wijaya dan dia juga menceritakan jika dia sudah menikah dan memiliki anak, dan Clara memberitahu Pram jika dia akan tinggal bersama.
" apa suami kakak tidak akan marah dengan kakak " tanya pram dan mudya langsung menginjak kaki Pram.
" sudah Mudya tak apa - apa, suami kakak sudah tiada dia pergi meninggalkan ku selama - lamanya dia kecelakaan karena ada seseorang yang memotong kabel rem mobil nya " ucap Clara sambil tersenyum.
" kak maaf pram gak tahu, ya udah kakak diam di rumah ini aja aku akan menjaga kakak" ucap Pram sambil tersenyum.
" kak kenalin ini temen aku bela cantik kan " ucap Mudya memperkenalkan bela.
" hai aku Pram , aku kakaknya bela " ucap Pram memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
" aku bela sahabat mudya " ucap bela sambil tersenyum.
Setelah berkenalan pram mengantar clara menuju kamar kosong yang memang sudah di sediakan Pram dari dulu sebab dia yakin dia kan bertemu dengan kakaknya.
" Gitar kenapa kamu gak bilang sama aku kalo punya kakak laki - laki tampan ohh my good" ucap bela sambil tersenyum.
" maaf bela aku lupa, apa kau menyukai kakak ku dari tampang mu seperti cinta pandangan pertama buahahahaha" ucap Mudya sambil tertawa
" mungkin iya gitar kan aku gak pernah main cinta - cintaan sebelumnya" ucap bela tanpa ragu sambil tertawa.
__ADS_1
" kamu mau no WhatsApp kak pram aku kirim ni hahahaha" ucap mudya sambil tertawa namun bela menganggukkan kepalanya.
" tapi gitar, aku kan cewek aku malu sama kak pram dan mungkin kak Pram sudah punya kekasih" Mudya yang mendengar langsung tertawa
" kak Pram punya pacar ngehalu keknya kamu bel, bela dengerin aku kak Pram dia gak punya pacar " ucap Mudya yang membuat bela melongo.
" hah orang tampan dan gak sombong kek dia gak punya pacar astaga...." ucap bela sambil mengaga.
" kamu suka sama dia , ya kejar dia bel sebelum semuanya terlambat , kalo kamu memang kak Pram cinta pandangan pertama mu kamu gak boleh malu untuk deketin dia" ucap mudya memberi tahu bela sebab banyak wanita yang mengejar Pram.
Mudya memberikan no WhatsApp Pram ke bela.
" gitar kamu memang sahabat terbaik ku, kamu paling ngerti aku, gitar aku mau pulang dulu sebab kakak ku dia hari ini datang dari luar kota". ucap bela sambil memeluk mudya dan langsung pergi meninggalkan Mudya.
Tiba - tiba Pram datang menemui mudya membuat Mudya kaget
" Mudya kenapa punya temen secantik itu gak bilang sama kak Pram " Mudya yang mendengar langsung tertawa
" apa dia cinta pandangan pertama kakak buahahah " ucap mudya dan Pram langsung memukul kepala Mudya
" ihh kak Pram apa - apaan sih, aku cuman mau ngasih tau kalo kalian itu sama - sama cinta pandangan pertama " ucap Mudya lansung pergi meninggalkan Pram namun Pram menarik tangan mudya.
" stop maksud kamu apa lagi mud, apa dia juga menyukai kakak " tanya Pram yang diangguki oleh Mudya.
Mudya meninggalkan Pram sendiri di ruang tamu sedangkan Mudya pergi ke kamar Meika untuk bermain dengannya, sedangkan Pram dia diruang tamu sedang memainkan ponselnya tiba - tiba ada nomor baru masuk mengirim chat.
" Hai kak Pram aku bela, save no aku kak " chat bela masuk membuat Pram senang
" oke, kamu dapat nomor ku dari siapa bel " tanya Pram yang membuat jantung bela seperti orang disko.
" maaf kak aku mendapatkannya dari mudya " balas bela dia mengatakan sejujurnya karena bela tidak pandai berbohong.
Sedangkan mudya yang sedang lewat hendak keluar mengantar Meika ke mini market melihat Pram senyum - senyum sendiri.
__ADS_1
" Dasar orang baru jatuh cinta buahahahaha " ucap Mudya langsung lari masuk kedalam mobil sebab Pram mengejarnya.
BERSAMBUNG........