
saat itu dokter di rumah sakit memeriksa kondisi KIA Yuran di dalam, di saat seperti itu KIA Molina pun datang membawa semua belanja an nya, ia langsung menghampiri mereka, di ruang tunggu menunggu dokter itu keluar dari ruangan KIA Yuran.
" eh itu kan ayah dan anak anak, kok ada di luar seharusnya mereka saat ini udah menunggu ku di dalam, untuk makan malam kenapa mereka masih di luar ya apa jangan jangan, Yuran kondisi nya tidak setabil lagi" sahut KIA Molina tergesa-gesa menghampiri mereka dan melihat ke arah jendela ruang an KIA Yuran.
" ayah lihat lah itu bunda sudah kembali" sahut Yuriko dengan menarik baju Hillary sambil melihat ke lorong rumah sakit.
" kenapa lagi dengan Yuran ayah, kondisi nya menurun lagi ia" sahut KIA Molina dengan cemas bertanya kepada Hillary menghampiri nya dan melihat ke jendela ruang an Yuran di dalam masih ada dokter.
" Bun kita tunggu saja, ia dokter keluar dari kamar Yuran semoga kali ini tidak terjadi apa-apa kepada Yuran kita" sahut Hillary dengan menepuk pundak Molina menenangkan nya agar ia tidak cemas.
__ADS_1
" ia bunda aku juga cemas, melihat adik seperti ini kondisi nya setiap kali ia tidak setabil mungkin ia merasa kan apa yang kita rasakan, bunda ingat tidak waktu itu pas aku bercerita kepada nya tentang keluarga aku melihat adik membuka matanya ku kira ia sudah sadar, eh ternyata tidak dan aku melihat adik menangis mengeluarkan air mata mungkin ia juga kangen kepada kita" sahut Arnold sambil menceritakan tentang waktu itu kepada Molina.
" ia bunda ingat sayang" sahut Molina dengan menyeka air matanya dan memegang pipi Arnold dengan penuh perhatian.
" bunda maaf kan aku, kak Yuran bangun karena aku. aku tidak sengaja menyenggol meja dan mainan ku jatuh ke lantai dan berserakan, huuh huuh huuh" sahut Yuriko mengakui kesalahannya dan menangis di depan mereka.
tidak lama kemudian dokter pun keluar dan memberikan informasi kepada mereka karena kali ini Yuran kondisi nya baik dan tidak perlu menggunakan alat pernapasan lagi untuk membantu nya agar tetap stabil dalam mengatur detak jantung nya.
" dokter bagaimana keadaan anak saya, sekarang kenapa saya lihat alat alat yang ada di tubuh nya di lepas anda ingin anak saya mati tanpa alat bantu lagi ya " sahut Molina dengan bertanya kepada dokter, sambil memegang tangan dokter tersebut.
__ADS_1
" nyonya Molina harap tenang jangan cemas, kenapa saya melepaskan semua alat bantu tersebut karena anak anda sudah melewati masa koma nya, dan hanya menunggu untuk nya sadar karena tadi itu membuat nya kaget seketika syaraf otak nya berfungsi kembali, dengan rangsangan suara keras tersebut mungkin tidak lama lagi ia akan segera sadar kembali dan harap kalian perhatikan jika ada sesuatu tolong langsung temui saya di ruang an " sahut dokter tersebut meninggal kan tempat itu setelah menyampaikan hasil pemeriksaan medis nya terhadap pasien nya.
mereka pun langsung masuk dan menghampiri, bangsal Yuran sambil melihat Yuran sedang tertidur pulas karena telah di suntik vitamin oleh dokter Molina mendekati Yuran dengan memegang tangan, Yuran sambil tersenyum dan mencium kening Yuran dan membisikkan ke telinga nya.
" semoga kamu cepat sembuh sayang, dan jangan koma lagi membuat bunda cemas, kami semua menunggu mu kita kangen kamu"sahut Molina mengelus kepala Yuran.
setelah itu mereka pun akhirnya bahagia kembali dan pukul 12:35 WIB mereka pun tertidur lelap di depan pintu rumah sakit dan sebagai an di dalam menemani Yuran di sofa dan lantai mereka tidak pulang ke rumah
Bersambung.........
__ADS_1