
setelah kejadian dua hari lalu, mereka pun lebih ber hati hati bila ingin berbicara dengan KIA Yuran saat ini kondisi nya, sangat lah baik dan sehat ia sudah mengingat nya meskipun hanya untuk sementara ia mengingat kejadian waktu itu, dan belum bisa mengingat waktu ia berada di alam bawah sadar nya atau alam gaib bersama xuan yu tapi bila ia tidur ia sering kali bermimpi tentang xuan yu, dan setelah Yuran bangun ia seperti kebingungan dan bertanya kepada Arnold kakak nya ia sering mimpi tentang adanya dewa dan bangsa iblis tapi, Arnold tidak mempercayai tentang mimpi yang di alami Yuran tersebut dan Arnold meminta Yuran untuk menggambar kan nya seperti apa mimpi tersebut.
karena Arnold sudah lama tidak melihat Yuran melukis, sejak ia koma di rumah sakit.
" dek Yuran saat nya kamu makan dulu, ia nih kakak suapi kamu ia aaa buka mulut nya" sahut Arnold memgang mangkuk makan untuk menyuapi Yuran.
" tidak mau kamu urus saja urusan mu sendiri, aku bisa makan sendiri tidak perlu kau suapi aku" sahut Yuran dengan bersikap dingin dan aneh kenapa Arnold tanpa ia sadari.
" dek kenapa kamu bersikap seperti itu kepada kakak mu sendiri" sahut Arnold bertanya kepada Yuran dengan kaget yang tidak bisa bisa nya bersikap dingin.
" ah tidak apa-apa, kak maaf aku tidak bermaksud seperti itu kepada mu" sahut Yuran dengan memegang tangan Arnold sambil tersenyum.
__ADS_1
" baik lah tidak apa-apa, biar kakak suapi saja nih buka mulut nya" sahut Arnold menyuapi makanan kepada Yuran sambil memakan nya.
" kak aku beleh tanya nggak kepada mu" sahut KIA Yuran sambil melihat ke arah Arnold.
" kamu mau tanya apa adik ku sayang Kakak pasti menjawab pertanyaan mu" sahut Arnold sambil memegang kepala Yuran dengan lembut.
" kenapa ia aku akhir akhir ini, suka bee mimpi itu seperti nyata dan aku pernah pergi ke sana dan tinggal di sana cukup lama sekali, dan menurut kakak emang ada ya dewa dan para iblis bermusuhan dan aku melihat manusia seperti kata ini ia punya sepasang sayap seperti burung menurut mu percaya tidak ada orang seperti itu" sahut KIA Yuran menceritakan tentang mimpi nya itu kepada Arnold sambil makan di bangsal nya.
" MMM menurut kakak sih mungkin bisa jadi ia bisa jadi tidak, soalnya kakak tidak pernah mengalami nya oh iya kamu kan bisa melukis, coba kamu ingat ingat seperti apa, kejadian nya terus kamu lukis kan saja setiap kamu ber mimpi, ke dalam gambar mu gimana menurut mu dek, siapa tau kakak juga bisa memahami lukisan yang kamu buat itu
" nih air minum nya dan sekali an alat gambar untuk, mu sudah kakak siap kan sudah lama juga kan kamu tidak Memeng alat gambar ini" sahut Arnold sambil tersenyum menyerah kan perlengkapan menggambar nya kepada Yuran.
__ADS_1
" terimakasih kak Arnold kakak tau aja yang aku mau hahaha" sahut Yuran dengan memegang dan memandangi peralatan tersebut dan ketawa bahagia.
" kakak senang melihat mu bisa ketawa lagi dek, semoga kamu seperti ini terus ia" sahut Arnold dengan mengelus rambut Yuran dan mencium kepala nya setelah itu ia hendak meninggalkan Yuran pergi ke luar.
" ah kak Arnold mau kemana seperti buru buru sekali, memakai sepatu nya" sahut KIA Yuran bertanya kepada Arnold.
" oh kakak masih ada urusan di kampus siang ini, cuma sebentar kok, lagi pula bunda sebentar lagi pulang dan bergiliran menjaga mu, tidak apa-apa, kan di tinggal dulu" sahut Arnold sambil tersenyum kepada kia Yuran.
" kak Arnold hati hati ya di jalan nya jangan lewat jalan pintas ya kak kali ini, hahaha" sahut KIA Yuran memperingati kakak nya dengan tidak sengaja.
" ia dek lagi pula siapa yang lewat jalan pintas, kakak tuh nggak pernah tau" sahut Arnold dengan mengalihkan pandangan nya dan melangkah pergi dengan berbicara dalam hati nya kenapa Yuran tau ia bahwa selama ini aku selalu lewat jalan pintas untuk pergi ke kampus padahal ia kan selama ini di rumah sakit terus ah nggak tau ah.
__ADS_1
Arnold kebingungan memikirkan keadaan Yuran semakin aneh dengan sikap nya dan selalu berubah ubah dalam ber sikap dengan cepat seperti membalikkan telapak tangan.
Bersambung............