
KIA Yuran sebagai ketua OSIS SMA shengwen, ia harus melakukan kewajiban nya ia yang memimpin jalannya acara tersebut. untuk besok pagi setelah sarapan pagi ia saat ini mengumpulkan semua murid sari kelas IPA dan IPS semuanya berbaris dan tanpa terkecuali guru guru, yang ikut kemah juga ia pun ikut berbaur dengan murid murid nya meskipun itu sulit di percaya oleh KIA Yuran saat ia baru masuk ke sekolah.
Ia langsung di panggil sama kepala sekolah SMA shengwen, untuk menjalankan tugasnya sebagai ketua OSIS lagi yang telah mana ia tinggal kan selama beberapa bulan terakhir saat ia berada di rumah sakit.
Dan saat ini ia hanya bisa mengikuti alur yang sebagai mana di atur oleh kepala sekolah,dan sekaligus ia berusaha untuk mengingat kembali ingatan nya yang telah hilang sebagian dari nya, ia berusaha untuk tetap
tentang dan mengikuti suruhan kepala sekolah tersebut.
" KIA Yuran kemari lah???? kau sedang apa di sana, yang lain nya sudah berada di lapangan kau sendiri an di dekat tenda mu" ujar Xiao mingjue salah satu guru nya memanggil KIA Yuran dengan menghampiri KIA Yuran di depan tenda nya.
" Ah baiklah pak guru???? saya akan segera ke lapangan bapak dulu an saja" jawab KIA Yuran sambil tersenyum kaku dan meninggal kan tempat nya.
" Huuh anak itu beberapa hari ini, sikapnya aneh sekali dan selalu menghindari pembicaraan ku kepada nya seperti tidak ter biasa melihat orang lain saja" ujar Xiao mingjue melihat KIA Yuran sambil berjalan ke lapangan pantai.
__ADS_1
" Eh lihat lah itu KIA Yuran, ia ber jalan menuju ke mari akhirnya ia sudah sesuai juga bicara di telepon" ujar Tia Ivanka yang langsung menyampaikan maksud nya.
" Apa maksud mu Tia???? Yuran dari tadi bermain telpon di saat acara ini belum selesai dan ber diam diri di tenda gitu maksudnya" ujar Gauri jianet bertanya kepada Tia Ivanka yang berbeda di samping Tia Ivanka.
Seketika itu Gauri jianet pun berjalan menghampiri KIA Yuran, dan berbicara kepada nya dan menanyakan apa yang di kata kan Tia Ivanka kepada mereka semua yang berada di lapangan pantai tersebut.
" Hahahaha rasa kan tuh KIA Yuran, ia pasti di marahi oleh Bu Gauri jianet karena ia tidak disiplin saat acara masih di mulai ia malah bermain hendphon" ujar Tia Ivanka memproduksi guru nya dengan KIA Yuran.
" Heh kenapa kamu seperti itu kepada Yuran, apa salah nya sehingga kalian memojoki dia bersama Bu Gauri setau ku Yuran tidak pernah mengganggu mu Tia, kita ini kan teman sekelas nya" ujar Trisya Agata berkomentar melihat Yuran yang di hampiri bu Gauri ulah Tia Ivanka dan Erina Monica.
" Eh eh eh????? Sudah sudah berhenti kalian ini ada apa, berdebat di sini kalian kira ini pertunjukan drama Korea!!!! tidak kah kalian malu di lihat in banyak orang yang ada di sini, sudah semuanya berbaris lagi dengan kelas masing-masing bapak tidak mau hal ini terjadi lagi di acara kita selanjutnya" ujar Xiao mingjue menghentikan perdebatan antara Trisya Agata, Tia Ivanka dan Erina Monica di lapangan Pantai.
" Baik pak xiao????? seru semua murid dan berbaris kembali seperti semula sambil menunduk kan kepalanya.
__ADS_1
Di sisi lain KIA Yuran dan Gauri jianet berbicara empat mata di bawah pohon kelapa di pinggir pantai tersebut
" KIA Yuran sini ikut ibu sebentar" ujar Gauri jianet menarik tangan KIA Yuran ke pinggir pantai.
" Ada apa???? ibu menggandeng tangan ku ke sini, bukan kah kita harus kelapangan pantai di sana" ujar KIA Yuran bertanya kepada Gauri jianet.
" Kamu kenapa KIA Yuran, dari pagi hingga siang ini kamu ibu lihat tidak bergabung di pantai dan menikmati kesenangan seperti teman teman mu yang lain, melainkan kamu bermain hendphon di luar tenda dan berbicara sendiri" ujar Gauri jianet bertanya kepada kia Yuran dengan mengalihkan pembicaraan nya tersebut.
" Ah kata siapa aku!!!! berbicara sendiri di luar tenda, aku menerima telepon dari rumah saat aku ingin ke lapangan tadi ibu eeemmm salah paham"jawab KIA Yuran menjelaskan kepada Gauri jianet.
" Oh benar kah begitu???? coba ibu lihat ponsel mu kau terima telepon dari rumah atau hanya alasan mu saja" ujar Gauri jianet mengeluarkan tenaga nya meminta handphone KIA Yuran untuk membuktikan bahwa ia benar dengan perkataan nya.
Akhirnya Gauri jianet mempercayai nya, bahwa KIA Yuran tidak bersalah sama sekali ia langsung mengembalikan hendphone nya ke tangan kia Yuran.
__ADS_1
Bersambung.........