
setelah pulang ke rumah selama 2 jam,Molina ke rumah sakit lagi sedang kan Hillary masih di taman menemani Yuriko bermain bersama,ia membawa persiapan makan malam untuk semua nya, seperti biasa itu untuk terakhir kalinya karena besok Yuran sudah bisa pulang ke rumah ia mendengar suara teriakan Yuran di dalam ruangan nya yang begitu keras
sampai kedengaran ke luar sampai dokter dan perawat pun, sampai tidak bisa membujuk nya ia seperti ketakutan melihat xuan yu tapi orang lain tidak melihat nya sama sekali hanya ia saja yang bisa melihat dan menyentuh nya dan itu pun sebaliknya xuan yu juga bisa menyentuh KIA Yuran dan ia juga bisa melihat ke orang orang tersebut.
" eh itu suara Yuran, apa kah ia sudah bangun"sahut Molina tergesa-gesa menghampiri ruang Yuran di sana sudah ada dokter dan perawat tersebut.
" nona berdiri lah kalu jangan di situ, ayo kemari duduk di bangsal mu lagi" sahut perawat
itu membujuk Yuran agar ia mau di periksa oleh dokter dengan berjongkok di pojok an.
"tidak mau suster, aku kan sudah bilang aku tidak mau di bangsal itu lagi di sana ada"sahut KIA Yuran menolak dengan keras sambil melihat ke sekeliling nya dan xuan yu pun menghilang untuk tidak membuat nya takut sementara waktu.
__ADS_1
" Yuran kau kenapa nak, maaf dokter anak saya kenapa ia seperti ketakutan seperti ini"sahut Molina menghampiri mereka dan bertanya kepada dokter di ruang an tersebut.
" kami juga tidak tau apa yang terjadi kepada anak anda nyonya Molina kami menemukan nya, sudah seperti ini kami sudah beberapa kali membujuk nya,l tapi ia tidak mau dan kata nya ia melihat ada seorang pemuda di bangsal nya itu, tapi kami tidak ada yang melihat nya orang masuk ke ruangan ini" sahut dokter tersebut menjelaskan kepada Molina.
"apa seorang pemuda, Yuran ayo nak kamu naik dan duduk dulu di bangsal mu ia" sahut Molina membujuk nya agar mau duduk di tempat tidur nya.
"tapi bunda aku tidak mau di sana masih ada orang itu di bangsal ku" sahut Yuran melihat ke arah bangsal nya dan sudah tidak ada orang lain.
" lihat lah sayang orang itu tidak ada di sini, ayo bunda bantu kamu ber diri dan duduk di sana ia" sahut Molin membangun kan nya dengan menarik tangan Yuran.
"ia sayang bunda tidak akan meninggalkan mu lagi, tapi kau harus mau di periksa oleh dokter dulu ia bunda mau menelpon ayah mu dulu di luar" sahut Molina setelah membantu nya untuk berbaring di tempat tidur nya.
__ADS_1
" suster persiapan lagi infus an nya, dan saya akan periksa kondisi nya" sahut dokter tersebut menyuruh suster menyimpan kembali infus an tersebut.
" baik dokter saya akan segera menyiapkan keperluan nya sebentar" sahut suster tersebut menyiapkan dan setelah itu mereka pun pergi dari ruangan tersebut.
tidak lama kemudian mereka pun ke dalam dan untuk menyiapkan makanan setelah Yuran selesai di periksa oleh dokter dan perawat tersebut.
" bunda ada apa kenapa kamu, kelihatan cemas seperti itu" sahut Hillary bertanya kepada Molina dengan penasaran.
" tidak apa-apa kok, yah bunda hanya hawatir dengan kondisi Yuran saja seperti nya ia melihat seseorang tapi kami semua tidak melihat nya, hanya dia yang bisa melihat nya, seperti ada yang aneh dari Yuran kita ayah merasa tidak, semenjak ia sadar dari koma nya pasti ia menunjukkan sikap yang aneh seperti bukan Yuran kita lagi" sahut Molina memaparkan tentang Yuran yang bersikap aneh dari hari ke hari.
" ia sih Bun, ayah juga seperti merasa ada yang aneh dari nya ayah ingat sekali, bagian ia memberi tau ayah dua hari kemarin, untuk selalu berhati-hati karena kata nya ada seorang penghianat di perusahaan kita, dan setelah itu besok pagi nya apa yang ia katakan kepada ayah itu kejadian juga dan untung, itu ketauan orang salah satu karyawan di perusahaan kita" sahut Hillary bercerita kepada Molina tentang kejadian Tersebut.
__ADS_1
dan setelah mendengar kan ceritanya itu mereka pun bersiap-siap untuk makan malam bersama dan melupakan sejenak pembicaraan nya tersebut.
Bersambung.......