
Eps 10
....
Kehidupan Ani memang begitu begitu saja setiap pulang sekolah dia dan teman-teman nya sering belajar kelompok, begitu pula Ari hanya saja ternyata pergaulan Ari jauh lebih keras daripada Ani yang amat sangat polos walaupun sudah menginjak kelas 3 SMA.
"Ri pulang bareng ya nanti", ajak Desi teman Ari yang selalu menggoda dan mengejar-ngejar Ari.
"Sorry, kamu bareng yang lain saja Des", sahut Ari
"Kenapa sih kamu selalu menghindari aku, aku kurang cantik dan seksi gimana lagi coba", jawab Desi sambil menggoda
"Dih apaan sih, dasar murah", ketus Ari
"Ih awas aja aku ganggu pokoknya pacar kamu itu", ancam Desi
"Jangan macam-macam ya", jawab Ari
"Weee", sambil menjulurkan lidah Desi pun berlalu
Dalam hati Ari pun membatin "awas saja kalau dia sampai bicara yang macam-macam",.
Ari pun bergegas meraih ponselnya yang sedari tadi dia simpan di saku celana, dia buka pesan namun tak ada pesan dari Ani sama sekali. " Apa dia sibuk?", Batin Ari
"Apa aku coba hubungi saja" batin nya masih terus berfikir tentang Ani, Ari pun mengirimkan pesan singkat kepada Ani.
"Sayang, kamu kok tidak ada mengabariku?" Tanya Ari
Tak lama Ani pun membalas
"Oh, iya lupa", singkat saja jawaban Ani
"Kabari aku terus, kan aku khawatir", kata Ari
"Iya, aku masih sibuk kerja kelompok sama teman-teman nih, nanti saja di lanjut yaa", jawab Ani
"Okelah, semangat sayangkuh", jawab Ari
Tak lama Ari sampai di rumah, ntah mengapa di rumah Ari hari ini amat sangat sepi, tak tau orangtua nya dan adik nya pergi kemana.
Aripun lekas berganti pakaian dan merebahkan badan nya di atas kasur, tetiba terbesit di kepala Ari untuk membuka video tak senonoh yang seharusnya tidak ia buka karena Ari masih anak sekolah yang belum berumur 18+ .
Ari mengamati dan memperhatikan setiap gerakan yang di lakukan oleh orang lain di dalam handphone nya itu sambil sesekali Ari membayangkan bisa berdua bersama Ani.
Ari tak kuasa menikmati film itu hingga dia meremas bagian dari tubuh nya sendiri namun tetiba dikejutkan oleh suara kendaraan yang ternyata kendaraan orang tua nya.
Ari buru-buru memperbaiki pakaian nya dan menutup tontonan yang tak layak itu dan segera pergi ke depan pintu rumah untuk melihat orang tuanya.
"Darimana pa?", Tanya Ari
"Dari tempat nenek", jawab ayah Ari
"Ada acara?", Tanya nya lagi
"Tidak, hanya arisan keluarga biasa", jawab ayahnya lagi
Setelah melihat orangtuanya pulang Ari bergegas mengambil handuk dan akan pergi mandi.
Namun ketika di dalam kamar mandi aripun masih terbayang gambaran-gambaran nakal yang telah ia tonton barusan, mau tak mau dia harus menuntaskan nafsunya terlebih dahulu di dalam kamar mandi, setelah selesai mandi Ari bergegas untuk sholat magrib masih di liat nya layar handphone Ari ternyata masih tidak ada pesan dari Ani.
"Sudah magriban sayang?", Tanya Ari melalui pesan singkat
"Sudah", di jawab Ani dari sebrang sana
"Kok tidak ada kirim pesan?", Tanya Ari
"Oh iya, aku sibuk sekali maaf yaa", jawab Ani
__ADS_1
"Iya tak apa", kata Ari
"Ini lagi apa?", Tanya Ani
"Eeemm abis magriban sayang", jawab Ari
"Alhamdulillah", jawab Ani singkat
"Eeemm tapi sebenarnya tadi aku habis menonton video tak senonoh juga sayang", kejujuran Ari
Sontak Ani yang membaca pesan nya syok dan membatin "gila-gila ini anak SMP, aku saja yang sudah SMA menonton film yang ada ciuman nya di tutupin mata ku sama teman-teman, lah ini menonton video nakal", batin nya dalam hati
Anipun langsung membalas pesan Ari
"Untuk apa kamu menonton film seperti itu?", Tanya Ani mengintimidasi
"Ya supaya bisa berhubungan dengan kamu", jawab Ari polos
"Gila yaa?, Kan kita belum menikah", jawab Ani
"Kamu mengataiku gila?, Anggaplah kita sudah menikah sayang, anggaplah kita sudah punya anak", jawab Ari
"Sudah dulu ya, aku mau tidur, kita mau ujian fokus saja pada ujian sekolah masing-masing", jawab Ani
"Jangan tidur dulu sayang aku masih kangen pengen chatan", melas Ari namun tak di balas oleh Ani
Ani memilih tidur ketimbang memikirkan anak kecil yang liar itu.
.....
Setelah beberapa bulan sekolah akhirnya ujian pun telah tiba seperti biasa Ani selalu meriang setiap mau ujian, padahal dulu dia tidak begitu. Mungkin efek gugup atau rindu keluarga dia sakit sebelum ujian. Untung Ani mempunyai ibu kos dan juga teman-teman yang baik padanya yang selalu memperhatikan Ani layaknya adiknya.
..
Setelah ujian selesai Ani tak langsung pulang ke daerah asal nya, dia memilih menunggu hasil ujian keluar begitu pula Ari, dia telah selesai ujian akhir sekolah dan memiliki waktu luang yang banyak sekarang. Waktu luang itu di luangkan untuk bertemu kekasih pujaan hatinya yaitu Ani.
"Iya", jawab Ani
Setelah melewati perjalanan akhirnya Ani dan Ari bertemu di tempat biasa mereka sering ketemu.
Seperti biasa Ari menggandeng tangan pujaan hatinya itu. Namun kali ini agak berbeda, setelah Ari menciumi seluruh bibir Ani tiba-tiba Ari meninggalkan sebagian pakaian dan memperlihatkan sesuatu hal yang amat sensitif di depan Ani.
Sontak Ani terkaget dan bingung
"Apa-apaan kamu nih", hertak Ani
"Tegang sayang", kata Ari tanpa malu
"Kamu gila ya, tutup itu", perintah Ani
"Gak ada yang lihat", kata Ari
"Kamu tidak malu?", Tanya Ani
"Kan cuma kamu yang lihat", jawab Ari
"Ini di tempat umum siapapun bisa lihat, lagian aku juga tidak pingin untuk melihat itu", jawab Ani sambil memalingkan pandangan nya namun kepala nya di arahkan oleh Ari menghadap Ari
"Tidak apa-apa sayang lihat saja", rayu Ari
"Ini hasil pertemanan mu dengan wanita itu kan", jawab Ani
"Tidak, aku tidak berteman dengan dia, aku sengaja menonton film karena penasaran", jelas Ari
"Ya tapi harusnya kau tunjukan itu untuk istrimu, bukan aku, lagian kita masih sekolah", jawab Ani
"Tidak apa-apa, kan kamu sudah mau lulus sayang", kata Ari
__ADS_1
"Kamu masih SMP, perjalananmu masih panjang", jelas Ani
"Sayang, percaya sama aku yaa", bujuk Ari lagi
Anipun terdiam dan menatap lautan pandangan nya kosong, ntah apa yang di pikirkan anak anak seusia Ari ini, apakah karena kurangnya perhatian orangtuanya ataukah karena pergaulan nya.
Masih dengan posisi duduk tepat di hadapan Ani, Ari mendekatkan pandangan nya dan mencium bibir Ani seraya meletakkan tangan Ani di pangkuan nya, namun segera di tarik dan di lepas oleh Ani.
"Kenapa sayang?, Pegang saja tidak apa-apa, tidak akan membuatmu hamil", oceh Ari
"Aku jijik", jawab Ani singkat
"Masa kamu jijik dengan punyaku?, Bahkan Desi saja mengejar ku", jawab Ari
"Ya sudah, kamu sama dia saja, aku rasa kalian cocok", ketus Ani
"Aku mau nya sama kamu sayang", rengek Ari
"Kalau mau sama aku tutup sekarang juga", jawab Ani
Aripun langsung memakai kembali pakaian nya yang sedari tadi ia buka, mereka langsung duduk di bawah pohon rindang dan menikmati indahnya ombak di lautan sambil berpelukan.
Tak terasa waktu telah sore merekapun bersiap untuk pulang kerumah masing-masing, di sepanjang perjalanan keluar pantai Ani terus-terusan mengomeli Ari.
"Jangan begitu lagi lain kali yaa, itu tidak baik, kalau masih seperti itu kita putus saja", jawab Ani
"Iya sayang aku tidak mengulangi nya lagi, tapi di chat tetap romantis tidak apa kan?", Tanya nya
"Romantis bagaimana?", Tanya balik Ani
"Ya seperti biasa", jawab Ari
"Kalau chat seperti biasa aku tidak masalah", jawab Ani
Sepulang dari pantai masing-masing tanpa sadar Ani masih membayangkan apa yang di lakukan Ari tadi dan membayangkan hal-hal yang tidak sepantasnya ia bayangkan dan tiba-tiba saja di kejutkan oleh ketukan kamar dan suara Ida memanggil.
"Mba, ayo makan", ajak nya dari luar pintu kamar
"Iya da, tunggu mba sebentar", kata Ani
Seketika Ani langsung beranjak dari lamunan nya sambil membatin "apa-apaan aku tadi, bisa-bisanya membayangkan hal tidak pantas seperti itu", sambil bergegas menghampiri Ida yang menunggunya di depan pintu kamar sedari tadi.
"Mba habis jalan darimana tadi?" Tanya Ida penasaran
"Ke pantai dong", jawab Ani
"Ih kepantai ngga ajak-ajak Ida nih", jawab nya
"Iya dong soalnya kan aku jalan nya sama pacar aku", jawab Ani yang membuat Ida semakin penasaran
"Mba punya pacar? Siapa tuh?", Ida mulai penasaran
"Ibuuuu mba punya pacar loh", teriak Ida menggelegar membuat tetangga pun mungkin mendengar.
"Buat jangan teriak-teriak", sahut Ani
"Ada apasih ini ribut-ribut", jawab ibu
"Ini Bu si mba punya pacar", ceplos Ida
"Iya? Kamu punya pacar? Ganteng tidak?", Tanya ibu yang ikutan penasaran.
"Biasa saja Bu", jawab Ani singkat
"Sudah bekerja atau sama sama baru lulus?" Tanya ibu
"Hehe sama-sama baru lulus kok Bu", jawab Ani singkat lagi
__ADS_1