
Part 5
Jadian yang di rahasiakan
"Jangan lupa sarapan pagi yaa", katanya
"Iya, pasti itu", jawabku
Seperti biasa aku pergi ke sekolah dengan teman teman ku dan pulang sekolah juga bersama sama.
Ari mengirimiku pesan lagi bahwa dia ingin bertemu denganku.
"Hari Sabtu kita ketemu lagi ya sayang", ajak nya
"Aku belum tau", jawabku
"Mengapa?", Tanyanya
"Mungkin aku akan pulang ke daerah asalku sebentar", jawabku
"Aku antar yaa", usulnya
"Tak usah, aku bisa sendiri", jawabku
"Tapi aku tetap mau mengantar", jawabnya lagi
"Ya sudah Sabtu nanti kita bertemu disini yaa", jawabku
"Yey aku sayang sekali sama kamu, jangan pernah tinggalkan aku yaa", kata Ari
Hari Sabtu pun telah tiba, kini aku bersiap untuk pulang kampung, malam nya aku ijin dengan ibu kos bahwa aku ingin pulang.
"Bu besok ijin yaa, saya mau pulang kerumah", kataku
"Oh iyaa, jam berapa mau pulang?" Tanya nya
"Mungkin setelah pulang sekolah Bu", jawabku
"Makan dulu ya sebelum pulang", kata ibu kos
"Iya Bu", jawabku lagi
"Mba mau pulang?", Tanya Ida yang sedari tadi memperhatikan
"Iya da", jawabku
"Yah sepi dong disini", katanya sambil merengut
"Tidak lah, kan aku pulang sebentar saja", jawabku
"Besok nya sudah kembali lagi?" Kata Ida
"Iya besok sudah kembali lagi", kataku
"Yeyyy hati hati ya mba", sorak Ida
Setelah pulang sekolah aku segera ganti baju, makan siang dan bergegas menunggu angkutan umum di depan gang kos kosan, tidak lupa teman teman ku menemani ku, sudah seperti ratu saja aku, mau pulang saja di antar pikirku.
Setelah mendapatkan angkutan umum aku pun bergegas naik, dan tak lupa ku teriki teman temanku.
"Aku mudik dulu yaa", kataku
Dengan serempak mereka menjawab "ya, hati hati"
Setelah di dalam angkutan umum aku pun mengirimi Ari pesan singkat,
"Sudah dimana sayang?" Tanya ku
"Aku sudah menunggu di pinggir jalan ini", jawab nya
"Kamu sudah dimana sayang?" Tanya nya lagi
"Aku baru saja menaiki angkutan umum", kataku
"Ya sudah hati hati disitu yaa, aku menunggumu disini", jawabnya
Tak ku balas lagi pesan nya, aku duduk di samping jendela sambil menikmati indahnya pemandangan kota. Tak lama kemudian aku hampir sampai di pantai tujuan dimana kami akan bertemu. Ku lihat dari jauh ada Ari sedang duduk di pinggir jalan. Ku berhentikan angkutan umum.
"Stop pak", kataku
__ADS_1
Pak sopir pun berhenti, akh turun dari kendaraan umum itu lalu membayar, Ari pun langsung bergegas mendatangiku.
"Lama sudah menunggu?", Tanyaku
"Tak juga kok", jawabnya sambil langsung menggandeng tanganku
"Duduk dimana kita?", Tanyaku lagi
"Disitu saja sepertinya dingin", katanya lagi
"Mau minum apa?", Tanyanya menawariku
"Terserah saja", jawabku
Ari pun pergi membeli minuman dan meninggalkan ku di sebuah kursi panjang di bawah pohon yang memang disediakan di pantai. Sambil menikmati ombak tepi pantai tak lama Ari datang membawa 2 botol minuma teh kotak dan beberapa cemilan.
"Ini di makan dan di minum yaa", katanya
"Iya terimakasih", kataku
"Kenapa tidak ada kata sayangnya?", Tanya nya
"Masih aneh aku menyebutnya", jawabku singkat sambil cengengesan
Kami duduk di bawah pohon yang rindang sambil berpegangan tangan, layaknya manusia yang sedang dirundung asmara sambil menikmati ombak kami bertukar cerita hingga tanpa kami sadari hari semakin sore, akupun segera mengakhiri percakapan kami dan bilang ke Ari bahwa sudah sore dan aku harus segera pulang kampung, karena pasti keluargaku sudah menungguku untuk menjemput di terminal.
"Aku kita pulang", ajak ku
"Tapi aku masih rindu sayang", ucap Ari manja
"Aku mau mudik, keluargaku pasti sudah menungguku di terminal", jawabku
"Nanti kita bertemu lagi yaa", timpaku lagi
"Baiklah, akan ku antr hingga ke terminal yaa", jawabnya
Setelah itu kamipun berjalan keluar dari pantai, kami menunggu angkutan umum untuk ke terminal tujuan ku. Ari pun ikut menemani ku. Setelah mendapatkan angkutan umum itu kami bergegas naik.
"Pak terminal Sempaja yaa", kataku
"Iya neng", jawab pak supir
Dua puluh lima menit perjalanan kami menuju terminal, kami pun langsung bergegas turun dari angkutan umum.
Setelah turun aku langsung membayar jasa pak supir namun Ari ternyata lebih sigap, dia langsung membayar duluan dan bilang aku saja.
"Aku saja yang bayar, sudah aku bayar kok", kata ari
"Loh tidak apa apa?" Tanyaku
"Nanti kau pulang bagaimana?", Timpaku lagi
"Uang ku masih ada sayang", sambil berbisik di telingaku
Ari pun ikut aku turun dari angkutan umum itu, kemudian kami berjalan, setelah itu aku menghubungi orang tua ku untuk menjemputku, Ari menemaniku hingga orang tua ku datang, tanpa terasa dari jauh kulihat motor ayahku, aku langsung berpamitan ke Ari.
"Aku duluan yaa," kataku
"Hati hati sayang, kabarin kalau sudah sampai yaa", jawabnya
Akupun menganggukkan kepala dan Langsung lari menghampiri ayahku yang baru saja sampai di terminal.
"Sudah lama menunggu nya?", Tanya ayahku
"Tak juga yah, aku juga baru sampai disini", jawabku
"Ya sudah ayo, sebelum magrib", katanya
Akupun langsung menaiki motor ayahku, kami pun berkendara ke rumah kami, sambil menengok ke belakang ternyata aku masih mendapati Ari menungguku disana, dia belum beranjak dari tempatnya. Aku pun langsung mengiriminya pesan.
"Pulang sudah, nanti kau kemalaman sayang", kataku
"Iya, ini aku baru akan pulang sayang", katanya
"Kabarin kalau sudah sampai rumah yaa", tambahnya
"Iya, kau juga", jawabku
Tak beberapa lama kami sampai di rumah, aku langsung turun dari kendaraan ayah dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Assalamualaikum", kataku
"Waalaikumsalam", jawab ibuku yang sedari tadi menunggu kedatangan ku
Akupun langsung berganti pakaian dan bergegas mandi, hari ini ibuku memasakkan makanan kesukaan ku yaitu tumis udang dan sayur kangkung.
"Heemm masak apanih Bu", tanyaku
"Jelas saja kesukaan mu", jawab ibuku
Akupun langsung bergegas mengambil piring dan nasi, aku langsung melahap masakan ibu ku sambil di temani ibuku dan ayahku makan.
"Besok kembali jam berapa?", Tanya ibuku
"Mungkin sore Bu", jawabku
"Mau di bawakan cemilan tidak?", Tanya ayahku
"Boleh yah", jawabku
"Bagaimana keadaan disana, apa baik baik saja?", Kata ibuku
"Baik Bu, Minggu kemarin aku di ajak ke rumah nenek Ida, katanya nenek Ida pernah tinggal di daerah kita ini Bu", jawabku
"Oh ya kapan itu?, Tahun berapa?" Tanya ayahku
"Aku tak tau yah", jawabku
Setelah selesai makan aku langsung mencuci piring dan bergegas ke kamar.
"Aku ke kamar ya yah, Bu", jawabku
"Iya", jawab ayah dan ibu serempak
Segera setelah aku sampai di kamar, aku langsung mengambil handphone ku. Ternyata sedari tadi Ari sudah mengirimi ku pesan. Sesampainya dirumah tadi aku sama sekali lupa untuk mengabarinya.
"Sudah sampai apa belum sayang?", Tanyanya
"Aku sudah sampai nih", katanya lagi
"Kok tidak di balas?", Tanya nya lagi
"Sayang?", Pesan nya lagi
"Kok tidak ada kabar, aku jadi khawatir", katanya
Akupun langsung membalas pesan nya.
"Maaf sayang, aku sudah sampai rumah dari tadi, hanya saja aku lupa mengabari", jawabku
"Kamu membuatku khawatir sekali, aku takut kau kenapa kenapa di perjalanan tadi sayang", kata Ari
"Aku tak apa kok, kan aku di jemput orang tua ku", jawabku lagi
"Tetap saja aku khawatir tau", tambahnya
"Iya iyaa maafkan aku yaa", jawabku
"Heeemm besok kembali jam berapa?", Tanya Ari lagi
"Mungkin sore, aku ingin menikmati waktu bersama keluargaku dulu disini", jawab ku
"Kabarin jika besok kembali kesini yaa, akan aku jemput lagi", katanya
"Tak usah, nanti saja kapan kapan kita bertemu kembali", jawabku
"Iya, tapi kau harus sering-sering membalas pesan ku yaa", kata nya
"Baiklah", jawabku singkat
"Lagi apa sayang?", Tanya nya lagi
"Baring saja, sepertinya aku sudah mau tidur, aku lelah sekali", jawabku
"Ya sudah istirahat, besok kita lanjut yaa", jawabnya
Akupun bergegas cuci muka, cuci kaki, gosok gigi dan bersiap untuk tidur malam. Malam itu rasanya nyenyak sekali aku tidur, maklum di kos kamarnya memang luas namun kasur nya tak sebesar di kamar ku. Aku benar-benar menikmati malam tidur ku sampai tak terasa pagi pun tiba, ya benar saja pagi tiba dan aku baru bangun pukul 8.00, tak ada yang membangunkan ku sebab orang tuaku tak ingin mengganggu ku. Ketika aku membuka mata kulihat ibuku telah selesai memasak dan ayahku baru akan berangkat kerja. Ya baru berangkat kerja, ayahku pengusaha biasanya selepas subuh ayahku sudah berangkat namun kali ini beliau belum berangkat. Ayahku masih duduk membaca koran sambil menikmati secangkir kopi nya. Aku bergegas cuci muka dan sarapan. Aku punya magh akut makanya jika baru membuka mata pun aku akan langsung sarapan, harus ada yang mengisi perutku paling tidak sedikit.
"Bu, ayah mana?" Kataku
__ADS_1
"Ada di depan, sarapan dulu cepat, nanti magh mu kambuh", jawab ibuku.