
Part 3
Ari mulai berani
Setiba nya di pantai tak ku sangka ternyata Ari menggandeng tangan ku, aku berasa seperti anak kecil di buatnya.
"Ka, aku gandeng yaa?" Tanyanya
Aku hanya menjawab dengan pelan "iya"
Teman ku yang menyaksikan itu sambil senyum dan mengolok-olok kami "ciiee jadi kalian pacaran?" Tanyanya frontal
"Tak lah dia adik ku" jawabku dengan wajah malu-malu
"Iya kami adik kakak kok" tambah Ari
Kami pun pergi ke pinggir pantai sekedar melepaskan penat, kemudian kami bertiga duduk di pinggir pesisir pantai yang warna pasirnya putih, dan airnya berwarna biru. Sungguh aku merasa senang kala itu ntah mengapa. Mungkin karena aku tak pernah di gandeng seorang pria, atau mungkin aku merasa senang. Ah sudahlah dalam batin ku.
Kami bercerita kegiatan kami di sekolah, dia menceritakan bahwa ada teman sekelasnya yang sangat kijil terhadapnya, teman wanita itu namanya deci. Deci kerap sekali menggoda Ari agar Ari mau memeluk nya atau bahkan menciumnya, namun Ari menolaknya.
Pernah suatu ketika Ari ingin di cium oleh deci namun Ari berlari dan menangis, sesampainya dirumah dia hanya bisa berdiam diri di dalam kamar, ia takut jika orangtuanya tau mungkin dia yang akan di salahkan, atau bahkan mungkin dia yang di anggap menggoda duluan.
Aku tertawa geli mendengar cerita itu, batin ku apa iya ada wanita yang seperti itu, aku saja tak berani, bahkan berpegangan tangan pun baru kali ini, dan aku menganggap dia adik ku yang kecil. Yah walaupun jika di lihat sekilas mata mungkin orang orang akan beranggapan bahwa kami berpacaran. Kenapa tidak, badan Ari lebih besar dari badan ku walaupun Ari masih duduk di bangku SMP. Jadi seperti aku adalah pacar Ari yang sedang di bawanya untuk jalan jalan di pantai.
Beberapa detik kami sempat diam membisu karena bingung ingin membahas apa lagi. Tetiba aku di kagetkan dengan suara Ari
"Ka ayo kita foto berdua" ajaknya
"Hah? Serius?" Tanyaku tak yakin
__ADS_1
"Iya, ayo kita foto, kita abadikan pertemuan pertama kita" tambahnya
Aku mengiyakan ajakan nya berfoto, ternyata teman ku pun menawarkan diri untuk memfoto kami berdua.
"Sini aku fotokan", seru teman ku
"Tidak apa apa nih?" Tanyaku tak enak karena sedari tadi dia seperti obat nyamuk yang menemani orang pacaran.
"Tak apa, santai saja" jawab nya
Kami pun berfoto berdua
"Sini sini ka, jangan berjauhan, tidak bagus nanti fotonya" kata Ari
Aku pun bergeser duduk di sebelahnya, bahkan foto kami lebih mirip orang pacaran daripada seorang adik dan kakak.
"Wah kalian serasi sekali" kata teman ku yang menurutku itu sebuah ejekan.
"Bagus kok, beneran" timpa teman ku lagi, "kalian memang serasi"
Tambahnya
"Wah iya bagus kok, jangan lupa kirim yaa ka" kata ari
Aku hanya menjawab ala kadarnya "iya".
Sudah sekitar dua jam kami di pantai hari pun semakin sore, aku tak mungkin pulang terlalu sore apalagi sampai malam. Karena ibu kos pasti mengkhawatirkan aku dan tak baik pula anak gadis berkeliaran di malam hari. Di wilayahku juga terkenal kejahatan jadi aku dan teman ku memutuskan untuk pulang sore itu juga.
Aripun berat melepaskan ku, dalam batin ku "mungkin dia baru kali ini bercerita sampai leluasa, sehingga berat untuk berpisah".
__ADS_1
Namun aku meyakinkan nya, jika kami tidak pulang dan kemalaman dia juga akan di marahi oleh orang tuanya, dan aku juga tidak akan bisa menemui nya kembali. Akhirnya kamipun memutuskan untuk pulang, karena kami berbeda jalur Ari menyuruh kami untuk naik angkutan umum duluan. Dia mengawasi kami sampai kami benar benar naik angkutan umum baru dia beranjak pergi juga.
Saat di dalam angkutan umum teman ku pun mulai mengejekku kembali. "Kau suka dia yaa?" Tanyanya
"Ah apaan sih, kami kan adik Kaka" jawabku
"Tapi dia seperti tak merasakan itu, seperti nya dia ingin menganggap mu lebih" katanya
"Ah sudahlah dia anak kecil mana mungkin dengan ku" jawabku.
"Kan kau tidak tau, tuhan yang maha membolak balikan hati manusia loh" kata nya lagi
"Aku tak mau, sudah sudah mari kita bahas yang lain", imbuhnya sedikit kesal karena di sebut menyukai anak anak itu
"Kau kenal dia dari mana?"tanya teman ku
"Dia keponakan ibu kos ku" jawabku singkat
"Wah tak apa berarti kalian dekat ya", tanyanya lagi
"Dia tak dekat dengan siapapun, termasuk Tante nya yaitu ibu kos ku" imbuhku
Panjang sekali pertanyaan teman ku sampai sampai kami hampir saja keterusan naik angkutan umumnya. Aku turun duluan di dekat sekolah karena memang kos kosan ku berada tidak jauh dari kos kosan, sedangkan teman ku masih sekitar 2 km lagi untuk menuju rumahnya.
*Aku duluan yaa" kataku kepada teman ku yang masih yg berada di angkutan umum
"Iya hari hati yaa" katanya
Seketika aku langsung menyahut " kau yang hati hati karena masih jauh, jangan lupa sekolah nyaa" teriak ku
__ADS_1
"Iya aman" katanya