
Part 9 Ari mulai berani
..
"Enak sayang?", Tanya Ari sambil menggoda
"I-iya", jawab Ani ragu-ragu
"Kalau enak di nikmati saja yaa jangan berontak", kata Ari
"Ini di tempat umum, apa pantas kita seperti ini", jawab Ani sedikit melirik sekeliling
"tidak apa apa sayang, tak ada yang akan melihat kita karena ini tertutup, hanya kita yang ada disini", jawab Ari meyakinkan
Ani menunduk malu seketika Ari kembali meremas gunung kembarnya sambil sesekali memainkan ****** milik Ani.
"Ah geli, jangan begitu", jawab Ani melirik ntah apa yang di rasakan oleh Ani saat itu
Dengan senyuman maut nya Ari pun berbisik di telinga Ani
"Enak kan sayang?", Tanya nya
"Aku tidak pernah", jawab Ani
"Aku juga tidak pernah, aku hanya penasaran bagaimana rasanya meremas payudara wanita", jawab Ari
"Ternyata enak juga", tambahnya lagi
"Sudah lepaskan", jawab Ani memohon
Aripun langsung melepaskan genggaman nya pada kedua gunung kembar milik Ani dan segera memeluk Ani.
"Maaf ya sayang, aku mencintaimu, jangan sampai ada orang lain yang memegang mu", kata Ari
"Tutup saja mulut bulan mu itu", jawab Ani
"Aku tidak membuat, kita akan menikah, aku akan menikahi mu jika kita sudah lulus nanti, pokoknya tunggu aku ya sayang", jawab Ari
"Jelas saja tak mungkin", ketus Ani
"Tak ada yang tak mungkin sayang", kata Ari
"Kau saja takut bicara dengan saudara mu jika kita dekat", jawab Ani ketus
"Aku tak takut, suatu saat aku akan bilang kepada mereka bahwa aku dekat dengan mu", jawab Ari memelas
Ntah mengapa bodoh sekali Ani percaya saja omongan anak bocah itu, ntah dia benar-benar telah jatuh cinta atau sudah di butakan dengan ketampanan anak itu sehingga dia menerima saja omongan Ari dengan gampang nya.
..
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, sudah sekian lama mereka berpeluk-pelukan dan cium-ciuman mesra.
"Ayo pulang", ajak Ani
"Masih rindu sayang, memang nya sayang tidak rindu aku?", Tanya Ari
"Kita sudah seharian disini sambil peluk-pelukan", jawab Ani
"Heeemm", jawab Ari singkat tanpa menoleh ke Ani sedikitpun
__ADS_1
"Kalau mau memeluk ku terus ya menikah saja", jawab Ani
"Aku memang mau menikahimu jika kita sudah lulus nanti", jawab Ari
"Yayayaa ayo pulang", ajak Ani lagi sambil mencubit pipi Ari
Ari menoleh dan mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Ani sampai Ani mampu merasakan napas Ari.
"Kenapa sayang?" Tanya Ani mesra
"Cium sekali lagi baru kita pulang", jawab Ari
Ani menoleh untuk melihat sekeliling apakah ada orang atau tidak kemudian ani langsung menarik kepala Ari dan mencium bibir Ari, lagi lagi Ari memainkan lidah nya di dalam mulut Ani dan tangan nya kembali meremas gunung kembar milik Ani. Sesekali Ani merasa geli sambil merintih. Setelah cukup lama Ari mengulum bibir Ani, aripun melepas kan perlahan ciuman nya dan tangan nya kemudian berdiri sambil memeluk Ani kemudian kedua nya berjalan di tepi pantai seolah pasangan muda yang sedang bulan madu.
... Sesampainya di rumah seperti biasa Ani langsung bergegas mandi dan berganti pakaian, malam pun tiba Ani segera mengambil buku-buku kesayangan nya dan segera belajar. Sambil belajar dia mengingat kembali kejadian tadi siang. Ntah mengapa perasaan senang dan berbunga-bunga itu muncul dari hati Ani. Ani mendadak senyum-senyum sendiri mengingat kejadian siang tadi.
"Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan, jauhkan dari fikiran kotor ya Allah", batin Ani
...
Ke esokan harinya Ani seperti biasa pergi ke sekolah bersama teman-teman nya, di sekolah Ani belajar seperti biasa, Ani bahkan serius karena sebentar lagi akan ujian sekolah. Namun di sela-sela keseriusan nya dalam belajar tampak segelintir fikiran kotor tentang kejadian kemarin.
"An nyontek dong kamu bisa ngerjain yang ini ngga?", Tanya Ardi teman Ani yang tiba-tiba duduk di sebelah Ani
"Hem yang mana?", Tanya Ani balik
"Kamu melamun yaa, melamunin aku yaaa?", Tanya Ardi lagi
"Dih siapa lu", jawab Ani ketus
"Jangan sombong an, nanti kalau kamu menikah bukan sama aku, aku tetap tunggu jandamu", kata Ardi sambil menunjukkan gigi nya mengejek
"Sudah-sudah kalian ini sekolah sana yang benar kalau tidak mau menikah", celetuk rini yang seperti emak-emak komplek perumahan yang hobi ngoceh.
...
Waktu pulang sekolah pun telah tiba, semua teman-teman telah keluar dari ruangan kelas, hanya Ani dan ketiga teman-teman nya saja yang masih di kelas. Mereka sengaja pulang terlambat karena sering membahas tugas kelas bersama.
"Hari ini kita kerjakan tugas dari mem emi dulu yaa" celetuk rini seketika membangunkan semua teman-teman dari handphone yang mereka genggang Masing-masing.
"Iya" sahut indah dan yang lain nya
"Ya sudah kalian saja yang mengerjakan yaa, kan kalian jago bahasa inggris", sahut Ani
"Huuu awas saja kau yaa, kau kerjakan matematika an", kata Rini
"Aku tidak dulu deh, tuh si indah saja, aku biologi saja atau bahasa Indonesia bagaimana?", Tawar Ani
"Ya sudah itu saja kau", kata indah
"Nanti yang lain nya kita cari bersama yaa", tambah indah lagi
"Siap", sahut yang lain secara bersamaan
..
"Hey, kalian belum pulang?", Tanya Khodijah dari kelas sebelah yang mampir di kelas kami
"Belum nih", jawab Rini
__ADS_1
"Sedang apa kalian?", Tanya Khodijah sembari menghampiri Ani dan teman-teman nya.
"Mengerjakan tugas sekalian belajar untuk ujian", sahut Ira
"Kalian sudah sampai mana belajar nya?, Aku boleh ikutan tidak?", Tanya Khodijah
"Tentu saja boleh, kan jadi bisa membagi jawaban", sahut Ira dan yang lain nya.
Khodijah sebenarnya juga dekat dengan Ani dan teman-teman nya hanya saja Khodijah berbeda kelas dengan mereka namun Khodijah sama-sama jurusan IPA.
..
Di sela-sela giat mereka mengerjakan tugas masing-masing asmara Ari dan Ani masih saja tetap membara melalui pesan singkat yang ia kirimkan.
"Lagi apa sayang?", Tanya Ari
"Lagi mengerjakan tugas nih untuk ujian", jawab Ani
"Pantas saja aku cari-cari di rumah tidak ada", jawab Ari lagi
Ya haluan berumah tangga mereka masih tetap ada
"Iyanih aku lupa kabarin kalau mungkin pulang nya sedikit terlambat sayang", jawab Ani meladeni
"Anak kita siapa yang jaga?" Tanya Ari lagi
"Oh, aku titipkan di tempat penitipan sayang", jawab Ani
"Heemm pulang nya jangan malam-malam ya sayang dan jangan lupa jaga kesehatan", jawab Ari lagi
"Iya sayang", jawab Ani sambil senyum-senyum membalas pesan dari Ari.
"Woy ngapain loh senyum-senyum sendiri pegang hp, Kesambet lu?", Tanya Ira mengagetkan
"Hahahaha", tawa Ani nyaring
"Eh buset perasaan ngga di suruh ngerjain matematika atau kimia nih bocah", celetuk indah
"Kesambet pelajaran biologi nih", celetuk Ani
"Yaelaahh bisa-bisanya nih anak Kesambet", celetuk indah lagi
"Buruan gih di kerjain ntar kesorean tau", sambung rini
"Iya iyaa ini aku kerjain kok", lagi lagi Ani menjawab dengan senyum an tipis.
..
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4.00 wib dan mereka memang belum ada sama sekali mengisi perut. Perut mereka sudah keroncongan karena terkuras habis oleh pikiran.
"Gak ada yang mau makan nih?", Tanya Ani
"Mau lah", sahut semua nya serempak
"Kita mau makan apa?", Tanya Ani
"Beli mie saja nanti kita numpang masak di kos mu yaa", kata Rini
"Ayo bisaa", jawab ani
__ADS_1