
Part 8
...
Di sore hari seseorang datang ke kos-kosan tempat Ani tinggal, pengendara tersebut lalu turun dan menghampiri pemilik rumah.
"Ibu ada Ani nya?", Tanya pengendara motor tersebut
"Tidak ada, sedang pergi", jawab ibu kos yang memang sedari tadi sedang bersantai di teras rumah.
"Ada apa yaa?", Tanya ibu kos kembali
"Oh tidak apa apa Bu, sudah lama Ani tidak hadir di latihan beladiri, jadi saya mencari nya, saya pikir dia sakit", jawab pengendara motor tersebut.
"Oohh begitu", jawab ibu itu singkat.
"Ya sudah kalau begitu saya pamit Bu, mari", kata pengendara motor sambil menuju kendaraan nya dan berlalu
"Iya", jawab ibu
..
Tanpa disadari Ani dan Ari sudah berjam-jam duduk di tepi pantai menikmati indah nya ombak,.
"Ayo pulang hari sudah mau petang, nanti aku kemalaman", kata Ani
"Iya sayang, ayo", jawab Ari
"Sayang, jangan marah yaa kalau aku sudah mencium mu tadi", rengek nya memohon agar Ani tak marah padanya.
"Iya, lain kali jangan seperti itu, kita ini masih sekolah", jawab Ani sambil kesal
Setelah tiba di pinggir jalan Ani dan Ari pun berlalu dengan jalan berbeda.
"Assalamualaikum", kata Ani
"Waalaikumsalam, mba dari mana mba?" Tanya Ida yang langsung menyambut kedatangan Ani.
"Dari jalan jalan dong", jawab Ani
"Wah culas banget sih mba jalan-jalan ngga ajak aku", kata nya
"Hehe nanti lain kali kita jalan sama-sama yaaa", jawab Ani
"Yeyyy", kata Ida senang
..
"Darimana ni?" Tanya ibu
"Dari jalan-jalan Bu kepantai", jawab Ani
"Tadi ada yang mencarimu", kata ibu
"Siapa Bu?", Tanya Ani penasaran
"Aku tidak tau, tapi menanyaimu, sepertinya teman perguruan beladiri mu", kata ibu
"Kata nya kamu sudah lama tidak ikut latihan, jadi dia mencarimu", sambung ibu
"Oohh Tomi", jawab Ani
"Dia pelatihku Bu, memang aku niat nya mau berhenti saja", tambah Ani
"Kenapa an?" Tanya ibu penasaran
"Ya gimana yaaa..... ", Jawab Ani terhenti
"Mereka banyak yang pacaran bukan malah latihan jadi aku malas mengikuti lagi Bu", jawab Ani sambil sedikit kesal
"Owalaahh ibu pikir kenapa", kata ibu
"Sudah dulu ya Bu, terimakasih sudah di sampaikan, nanti aku akan langsung bicara pada pelatihku" jawab Ani
"Iya an", jawab ibu
..
Setelah selesai mandi sore dan berganti pakaian, Ani pun pergi untuk makan malam bersama dan setelah itu diapun pergi ke dalam kamar kos nya untuk belajar.
Ani pun dengan teliti mengerjakan tugas rumah yang ternyata belum sempat dia kerjaan, bergegas dia kerjakan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 wib.
"Akhirnya selesai juga", celoteh Ani
Eh apanih pesan dari Ari dari sore belum sempat aku buka, batin Ani sambil meraih ponsel nya
"Sayang sudah sampai?" Pesan pertama Ari
"Sayang dimana? Kok tidak di jawab", tanya nya lagi
"Sayang marah yaa karna aku cium?", Tanya nya lagi
Lagi-lagi sambil bergumam "dih bisa-bisa nya ciuman pertamaku di ambil oleh bocah" ketus nya.
Tanpa di sadari ternyata Ani membayangkan ciuman itu dan menikmati nya. Berulang kali dia memegang bibir nya.
Tiba-tiba dia teringat Ari kembali dan segera membalas pesan nya.
"Aku sudah sampai, ini baru selesai mengerjakan tugas sekolah, aku mau tidur dulu yaa", jawab Ani
__ADS_1
"Jangan tidur dulu sayang, Kan aku masih rindu", kata Ari
"Kan tadi siang sudah bertemu", jawab Ani
"Aku ingin peluk sayang", kata Ari lagi
"Iya iya sini peluk", jawab Ani
"Yey, kita tidur berdua yaa" ,jawab Ari
"Iyaa", jawab Ani singkat
..
Keesokan pagi nya seperti biasa Ani dan teman-teman nya pergi ke sekolah bersama. Sepanjang pelajaran sekolah Ani tak fokus, dia terus terusan memikirkan ciuman itu sampai akhirnya dia memberanikan dirinya untuk bertanya pada teman nya Rini.
"Eh Rin mau pernah ciuman?", Tanya Ani tanpa basa basi
"Kenapa kau? Abis ciuman ya?", Tanya Rini balik
"Apa rasanya?" Tanya Ani lagi
"Enak kok", jawab Rini
"Jangan bilang ini baru pertama kali?", Tambah Rini lagi
''heemm yaa", jawab Ani singkat
"Anjir, yang benar saja?", Tanya Rini
"Aku memang tidak pernah ciuman, baru ini aku di cium, itupun aku terkejut", jawab Ani polos
"Sama siapa?" Tanya Rini penasaran
"Sama bocah", jawab Ani singkat
"Oohh kalau sama anak-anak sih tak apa, aku juga sering sama adik ku", jawab Rini
"Heemm kau tak tau saja bocah yang kau pikirkan tak sama dengan bocah yang ku hadapi" batin Ani
..
Setahun sudah kisah Ani dan anak SMP tanpa di sadari oleh siapapun. Setelah ujian selesai Ani memutuskan untuk pulang kampung ke daerah nya kembali. seperti biasa Ani di antar lagi oleh Ari sampai terminal.
"Sayang, aku ingin kita seperti tinggal bersama yaaa", kata Ari
"Iya sayang", jawab Ani singkat
"Kabari terus aku yaa", jawab Ari
"Iya sayang, nanti aku kabari terus", jawab Ani lagi
"Sayang, sedang apa?" Tanya Ari melalui pesan singkat
"Baring saja", jawab Ani
"Sayang kamu suka boneka?", Tanya Ari
"Suka, kenpaa? Ini aku sedang memeluk boneka kesayangku", jawab Ani
"Boneka itu anggaplah sebagai anak kita yaa", jawab Ari
"hah boneka sebagai anak, aneh-aneh saja anak ini", batin Ani
Iya sayang", jawab Ani singkat
"Kita kasih nama siapa anak kita sayang?" Tanya Ari
"Aku tak tahu, kamu saja yang memberi nya nama", jawab Ani
"Bagaimana jika airi", jawab Ari lagi
"Bagus", jawab ani singkat
"Ya sudah Airi yaa, arti nya Ani dan Ari", itu buah hati pertama kita", jawab Ari
Aku tak habis pikir anak ini bisa memikirkan hal-hal punya anak, bahkan aku saja masih sibuk bermain-main batin Ani lagi.
"Iya tak apa, nama nya cantik kok, aku suka sayang", jawab Ani
"Jagain anak kita ya sayang, aku sayang kamu", jawab Ari lagi
"Iya sayang aku jagain terus kok", jawab Ani
..
Liburan sekolah telah berakhir ani pun kembali ke kos-kosan, ketika di perjalanan dari terminal ke kos-kosan Ari mengirimi nya pesan lagi.
"Sayang sudah dimana?", Pesan Ari
"Sudah di jalan sayang, baru saja keluar dari terminal", jawab Ani
"Anak kita tidak menangis kan sayang?", Tanya Ari
"Tidak kok, dia aku tinggal di rumah", jawab Ani
Sambil membatin aku seperti orang gila saja", padahal aku kan masih sekolah dan belum pernah menikah tapi sudah di suruh menghayal punya anak",.
Tanpa Ani sadari ternyata dia sudah sampai di gang tempat tinggalnya. Ani pun segera turun dari angkutan umum lalu bergegas segera menuju ke kosan.
__ADS_1
"Akhirnya sampai juga di kosan", celoteh Ani
Baru saja merebahkan baju di kasur pesan Ari kembali muncul di notif handphone Ani.
"Sayang sudah sampai?" Tanya Ari
"Sudah sayang", jawabnya singkat
"Yey sayang sekarang sudah kelas 3 yaa, dan aku sudah kelas 3 juga, sebentar lagi kita sama sama lulus sayang", kata Ari
"Iyaa, mungkin nanti aku agak sibuk yaa, jadi jangan marah kalau aku tak ada waktu", jawab Ani
"Iya sayang, aku mengerti", jawab Ari
"Cium aku dulu dong sayang", tambah Ari
"Emot cium", Ani
"Aku tidak mau yang seperti itu, tidak berasa", jawab Ari
"Muuuuaaccchhhh", jawab Ani lagi
"Yeeyy terimakasih sayang, ini yang aku suka", kata Ari
"Ya sudah tidur sayang besok kan sekolah", tambahnya dan tidak Ani balas
...
Keesokan nya di sekolah Ani sedang belajar di laboratorium komputer bersama teman-teman sekelasnya. Suasana amat sangat hening karena semua rekan-rekan nya sibuk belajar. Ani sudah selesai menyelesaikan tugasnya kemudian dia melihat koran yang tak jauh dari meja nya. Karena bosan Ani pun mengambil sebuah koran tersebut dan dia tercengang ketika membaca sebuah berita yang tulisan nya tak pernah ia dengar sebelumnya. Tulisan itu bertuliskan seorang bapak tega menggerayangi tubuh anak nya, karena polos dan tidak tahu apapun Ani menanyakan kepada teman-teman nya spontan.
"Eh menggerayangi itu apasih?", Tanya nya memecahkan keheningan di saat semua teman-teman nya tertawa.
"Kenapa?, Aku benar-benar tidak tahu", jawab Ani lagi yang kebingungan karena semua teman-teman nya tertawa dan guru nya pun ikut tersenyum sambil menegur teman-teman yang lain agar tidak mentertawakan Ani.
Seketika itu Rini langsung menabok punggung Ani ambil berbisik "menggerayangi itu memegang-megang tubuh anak nya seperti mencabuli gitu", jawab Rini meyakinkan sambil cengengesan.
"Oohh itu, terus kenapa kalian tertawa", jawab Ani lagi
"Kau sih terlalu polos, masa hal begitu saja kau tidak tau", jawab Rini lagi.
"Aku memang tidak tau Rin, mendengarnya saja aku baru ini, kenapa tidak di tulis memegang tubuh gitu aja sih", jawab Ani lagi
"Ya tidak bisa lah, itu kan berita", jawab Rini lagi.
..
Setelah pulang sekolah ani pun langsung segera menghubungi Ari untuk menceritakan kisah nya tadi.
"Sayang", Ani mengirim pesan kepada Ari
"Ada apa sayang?", Tanpa menunggu lama Ari langsung bergegas membalas pesan Ani
"Kamu tahu apa itu arti menggerayangi?" Tanya Ani
"Menggerayangi itu memegang-megang tubuh orang", jawab Ari
"Kok kamu bisa tahu? Apa aku saja disini yang tidak tahu", jawab Ani
"Ada apa memang nya sayang?" Tanya Ari lagi
"Eeemm tadi aku membaca koran di koran tersebut ada bacaan seorang ayah tega menggerayangi tubuh anak nya, namun semua teman-teman ku tertawa", jawab Ani
"Hahaha jelas saja tertawa, kamu ada ada saja sih", jawab Ari
"Kalau Airi tau ibu nya di tertawakan di kelas bagaimana", tambah Ari
"Ih apaan sih, aku beneran tidak tau", jawab Ani sedikit kesal
"Iya iya sayang jangan marah yaa", jawab Ari
Ani pun tak membalas pesan Ari lagi.
...
Hari Sabtu telah tiba, Ani dan Ari kembali berjanjian bertemu di pantai. Sudah setahun mereka selalu bertemu berdua di pantai sekedar untuk melepas penat bersama karena banyak nya tugas sekolah. Hari itu Ani datang menggunakan rok selutut dengan blazer putih dengan rambut di kepang dua persis seperti gadis desa. Sedangkan Ari menggunakan celana panjang hitam dan baju kaos polos warna coklat, baju itu nampak ketat di badan Ari dan menampakkan dada bidang milik Ari.
"Sayang, sudah lama menunggu disini?", Tanya Ari
"Tidak juga aku baru sampai kok", jawab Ani
Ari dan anipun pergi menuju kursi yang berada di bawah pohon rindang.
Setelah mereka duduk-duduk di tepi pantai kurang lebih 20 menit tiba-tiba Ari mencium Ani kembali tepat di bibir nya. Dan kali ini Ani tidak menolak, Ani menikmati ciuman itu. Ari pun memainkan ciuman itu di bibir Ani. Tanpa Ani sadari bahwa ternyata Ari sangat lihai dalam berciuman sedangkan Ani hanya pasrah di cium oleh Ari. Ari mengulum bibir Ani tak tersisa, sambil sesekali memainkan lidah nya. Tanpa di sadari ternyata tangan Ari sudah memegang gunung kembar milik Ani.
Ari memasukkan tangan nya ke dalam baju Ani, Ani yang syok langsung melepaskan ciuman nya.
"Kamu apa-apaan?", Katanya sambil menepis tangan Ari
"Kenapa sayang?" Jawab Ari sambil menarik pinggang Ani seketika Ani langsung terduduk di atas pangkuan Ari
Aripun langsung mencium bibir Ani kembali seolah tak mengijinkan Ani untuk bicara sambil sesekali Ari meremas kedua gunung kembar milik Ani.
Ani sekolah melayang di buat Ari, sungguh tak pernah ia merasakan hal seperti ini. Dan tak pernah di bayangkan oleh Ani jika laki-laki yang di anggapnya masih kecil dan polos ini ternyata lebih jago dan lebih pintar dari nya.
"Enak sayang?", Tanya Ari sambil menggoda
"I-iya", jawab Ani ragu-ragu
"Kalau enak di nikmati saja yaa jangan berontak", kata Ari
__ADS_1
"Ini di tempat umum, apa pantas kita seperti ini", jawab Ani sedikit melirik sekeliling