
Eps 15
"Kamu masih pacaran dengan anak SMP itu an?", Tanya Rini penasaran.
"Tidak lagi Rin", jawab ani
"Kenapa?", Tanya Rini penasaran
"Kapan kalian putus?", Tanya Rini lagi
"Kepo yaaa", jawab Ani santai
"Ih serius an", tanya Rini
"Setelah aku menghubungi mu tidak lama aku dan Ari putus", jawab Ani
"Loh, bukan kah waktu itu kau ku nasehati untuk jangan putus dulu an", jawab rini
"Setelah kh pikir-pikir tidak ada guna nya melanjutkan hubungan dengan dia Rin", jawab Ani
"Heeemm baiklah kalau memang itu yang terbaik untuk mu an, tapiiii..... Apa kamu tidak menyesal atau pun menangis semalaman", ledek Rini
"Ih untuk apa aku menangisi dia", jawab Ani ketus
"Kami putus baik-baik kok", jawab Ani lagi
"Heeemmn iya deh iyaa", kata Rini
...
Malam semakin larut akhirnya Ani dan Rini mengakhiri panggilan telepon mereka.
Ke esokan pagi nya Ani pergi ke kampus seperti biasa mengikuti pelajaran mata kuliah yang tersedia dan kembali ke kos sore hari.
Drrttt.... Drrrttt....
Handphone Ani berdering namun tidak ada nama di panggilan tersebut.
"Siapa nih?", Celetuk Ani sambil memegang handphone nya namun tidak di jawab nya
Tiiinnngg... Tiinnnggg....
Bunyi pesan masuk
"Apa kabar?", Tanya nomor telepon yang tidak ada namanya itu
"Siapa?", Jawab Ani cepat
"Aku Rendi, kau ini baru saja tidak ku kabari langsung tidak mengingatku",
"Oohh kau ren, baik kok",
"Boleh telepon tidak?",
__ADS_1
"Eeeemmm untuk apa?",
"Ya sekedar ingin berbincang saja",
"Oohhh boleh",
...
Tidak lama Rendi langsung menelepon Ani
"Assalamualaikum", kata Rendi di seberang telepon
"Waalaikumsalam", jawab Ani terkejut ketika mendengar suara Rendi mengucapkan salam
"Kenapa an?", Tanya nya
"Ah tidak apa", jawab ani
"Seperti kaget",
"Oohh tidak kok",
"Kamu sehat disana?", Tanya nya
"Alhamdulillah sehat kok", jawab ani
..
"Kalau aku hubungi apa tidak ada yang marah?", Tanya nya
"Bagus kalau begitu",
"Kamu tumben chat setelah sekian lama",
"Kenapa?, Sudah rindu aku ya?",
"Ih apaan, orang tanya saja",
"Kalau rindu tidak apa kok an", aku sibuk, di tempat pendidikan ku tidak bisa memegang handphone terlalu lama an, pelatihan disini sangat ketat",
..
"Oh iya kah?",
"Iyaa an, aku mana pernah berbohong walaupun dulu aku sering membolos",
"Hahaha sekarang apa kamu masih sering membolos?",
"Tidak lah an, aku ingin serius menempuh pendidikan",
"Wahh hebat hebat, tidak ku sangka ternyata teman ku yang dulu hampir tiap Minggu ijin sakit dan alpa ini ingin serius menempuh pendidikan kali ini",
...
__ADS_1
"Yeee memang nya aku tidak boleh berubah an",
"Boleh kok ren, apasih yang tidak buatmu hahaha",
"Kalau begitu jadi pacarku juga boleh kan",
"Hah,.... Maksudnya?",
"Tidak tidak bercanda saja",
"Huuu emang ya kau ini, eh teman-teman yang lain apa ada yang tau kalau kamu melanjutkan pendidikan ini?",
"Tidak an, cuma kamu saja yang tau",
"Kok bisa?",
"Ya karena aku hanya memberitahu mu",
"Why?",
"Ya aku ingin memberi mereka kejutan saja, bahwa anak yang mereka remehkan dan suka membolos ini bisa menjadi orang sungguhan",
"Wah wahh waahh keren parah sih sekarang kau ren",
"Berkat mu an, hehehe",
"Apaan sih",
...
"Loh benar an",
"Terserah kau saja ren, puas kau menggoda ku terus yaa",
"Eh teman-teman mu sekarang dimana an?",
"Masih di seputaran sini saja ren",
"Mereka tidak lanjut?",
"Emmm lanjut kok, sebagian",
"Loh kan kalian berempat selalu kemanapun bersama",
"Eeeemm iyaa, teman-teman ku yang lain sedang fokus pada usaha nya",
"Wah gila sih kalian, sampai sekarang pun masih berteman dan calon-calon orang sukses semua",
"Aamiinnnn amiinn amiinnn, mau juga calon orang sukses ren",
"..
"Amiinnn, terimakasih ya an, kau masih mau berteman dengan ku walaupun aku dulu sering menjahili mu",
__ADS_1
"Santai",