
Dengan perasaan campur aduk, Ria memutuskan untuk mengunjungi kediaman Arsa. Saat pintu terbuka, Laura tak bisa menutupi rasa jengkelnya. Ia merasa cemburu melihat Ria hadir di sana, mempertanyakan alasan Ria untuk muncul di tengah kehidupan mereka yang seharusnya sudah stabil.
Laura mencoba menahan emosinya, namun tatapannya penuh dengan ketidakpercayaan. Ria menghela nafas dan mencoba menjelaskan niat baiknya, "Laura, aku tidak bermaksud mengganggu kehidupanmu. Aku hanya ingin melihat Josh dan menjalin hubungan yang lebih baik dengannya." Laura tetap diam, tetapi rasa cemburu dan ketidaknyamanan terus mengendap di hatinya.
Ria duduk di hadapan Laura dan Arsa dengan wajah tegang. Pada saat yang tepat, ia mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya selama ini. "Aku ingin meminta hak asuh Josh, Arsa," ucapnya dengan nada lembut namun penuh ketegasan. Laura menatapnya dengan campuran kejutan dan kegelisahan.
Arsa merasa terkejut, tapi ia mencoba tetap tenang. "Ria, ini tiba-tiba sekali. Mengapa kamu ingin meminta hak asuh Josh sekarang?" tanya Arsa dengan penuh perhatian.
Ria menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Aku merasa Josh adalah bagian dari diriku yang tak bisa aku lepaskan begitu saja. Aku ingin terlibat dalam kehidupan anak kita dan memberikan cintaku kepadanya." Laura melihat perasaan Ria yang jujur, tapi hatinya terasa berat dengan pikiran tentang apa yang akan terjadi pada keluarga yang telah mereka bangun selama ini.
Arsa menatap Ria dengan tegas, menolak mentah-mentah permintaannya. "Tidak, Ria. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan Josh. Selama ini aku yang merawat dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita. Aku yang telah berjuang untuk membentuk keluarga ini, dan aku tidak akan membiarkanmu datang dan pergi seenaknya. Josh adalah anak kita, dan aku akan melindunginya dengan segala yang aku miliki."
__ADS_1
Ria terlihat terkejut dengan keputusan yang tegas dari Arsa. Dia mencoba membela diri, "Arsa, aku ingin memperbaiki kesalahanku, aku ingin membangun hubungan yang baik dengan Josh."
Namun, Arsa tidak tergoyahkan. "Kamu telah melewatkan kesempatanmu, Ria. Kamu pergi meninggalkan anak-anak ini begitu saja. Aku yang telah memberikan cinta dan perhatian kepada mereka. Sekarang, aku yang bertanggung jawab dan akan melindungi mereka. Josh akan tetap bersamaku."
Ria merasa kesal dan kecewa, namun dia sadar bahwa dia telah kehilangan haknya untuk meminta hak asuh Josh setelah meninggalkan mereka begitu lama. Dengan hati yang berat, Ria pun pergi meninggalkan kediaman Arsa, menyadari bahwa dia harus menerima konsekuensi dari pilihan-pilihannya yang lampau.
Laura memandang kejadian itu dengan tatapan malas yang sulit disembunyikan. Hatinya dipenuhi dengan perasaan cemburu dan ketidakpuasan. Bagaimana bisa Ria datang begitu saja setelah meninggalkan anak-anak dan merusak kedamaian yang telah terbentuk selama ini? Laura merasa geram melihat Arsa menghadapi Ria dengan keberanian dan tekad yang kuat. Dia ingin berbicara, meluapkan semua kekesalannya, tetapi rasa malas dan kelelahan yang menghampirinya membuatnya memilih untuk tetap diam.
Arsa menatap tajam ke arah Ria, mata penuh dengan ketegasan dan keputusan. "Ria, aku minta kamu pergi dari sini. Anak-anak sudah menemukan kehidupan mereka bersama saya, dan aku akan melindungi mereka. Kamu tidak bisa datang begitu saja dan mengacaukan semuanya," ujarnya dengan suara yang penuh otoritas.
Namun, Ria menatap Arsa dengan wajah yang keras dan menentang. "Aku adalah ibu mereka, Arsa. Aku punya hak untuk berada di sini dan merawat mereka," jawabnya dengan keras.
__ADS_1
Arsa tidak mundur. Dia melepaskan semua ketidakpastian dan keraguan yang pernah ada dalam dirinya. "Ya, kamu adalah ibu mereka, tetapi apa yang kamu lakukan selama ini? Kamu meninggalkan mereka tanpa kabar dan pergi begitu saja. Kamu tidak berhak datang kembali dan mencoba mengambil hak-hak mereka sekarang."
Ria menatap Arsa dengan tatapan penuh amarah. "Aku berhak mendapatkan kembali anak-anakku. Aku telah berubah, Arsa, dan aku ingin memperbaiki kesalahan masa lalu."
Namun, Arsa tetap teguh pada pendiriannya. "Ria, keputusan sudah final. Anak-anak berada di bawah perawatanku sekarang, dan aku akan melindungi mereka dengan segala yang aku miliki. Kamu harus menerimanya dan pergi."
Ria merasa terjepit, namun dia tidak siap untuk menyerah begitu saja. "Aku tidak akan pergi tanpa anak-anak. Aku akan melawan ini."
Arsa menatap Ria dengan ekspresi penuh keputusan. "Maka bersiaplah, karena aku akan melindungi mereka. Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk kebahagiaan anak-anak."
Dalam keheningan yang tegang, kedua belah pihak saling menatap dengan ketegangan yang sulit dijelaskan. Pertempuran mereka belum berakhir, dan kisah ini masih akan terus berlanjut.
__ADS_1