
Dengan hati yang penuh harap, Ria membawa pulang Glen dan Josh ke rumah barunya. Rumah yang sekarang akan menjadi tempat mereka membangun kenangan baru sebagai keluarga. Saat mereka memasuki pintu, Ria merasa berdebar-debar, mencoba menciptakan suasana hangat dan nyaman di sekeliling mereka.
Ria berjalan ke ruang keluarga dan mengajak Glen dan Josh untuk duduk bersama. Dia tersenyum lembut, mencoba meredakan sedikit kecemasan di wajah mereka. "Selamat datang di rumah kita yang baru, Glen dan Josh. Aku berharap kalian bisa merasa nyaman di sini."
Glen dan Josh melihat sekeliling dengan tatapan penuh rasa ingin tahu. Mereka merasakan kehangatan dalam kata-kata Ria dan berusaha untuk menerima perubahan ini dengan hati yang terbuka. "Terima kasih, Ibu," kata Glen dengan suara lembut. "Kami berterima kasih telah membawa kami ke rumah baru ini. Kami berjanji akan berusaha keras untuk membuatnya menjadi tempat yang nyaman dan penuh kebahagiaan."
Josh mengangguk setuju, menambahkan, "Kami tahu ini adalah awal yang baru bagi kita semua. Kita dapat menjadikan rumah ini sebagai tempat di mana kita saling mendukung dan menciptakan momen-momen indah bersama."
__ADS_1
Mendengar ungkapan cinta dan kesediaan mereka untuk beradaptasi, Ria merasa lega dan berterima kasih. Mereka bersama-sama memulai babak baru dalam kehidupan mereka sebagai keluarga yang kuat. Ria berkomitmen untuk memberikan cinta, dukungan, dan kepedulian yang tak terbatas kepada Glen dan Josh, sambil berusaha membangun hubungan yang erat di rumah baru mereka. Dalam momen ini, harapan dan kebahagiaan mengisi ruangan, memberikan keyakinan bahwa perjalanan mereka bersama akan penuh dengan kebahagiaan dan pertumbuhan.
Glen dan Josh terbangun di tengah malam dengan air mata yang mengalir di pipi mereka. Keduanya merasakan kegelisahan yang mendalam dan mereka merindukan kehangatan dan kenyamanan. Mereka memutuskan untuk mencari pelukan dan dukungan dari Ria, ibu mereka.
Glen dan Josh berjalan pelan menuju kamar Ria dengan harapan menemukan pemahaman dan ketenangan. Namun, ketika mereka mendekati pintu kamar, mereka terkejut mendengar suara Ria yang marah.
"Kalian mengganggu tidurku! Mengapa kalian selalu berbuat kacau di tengah malam seperti ini?" ucap Ria dengan nada yang tegas dan marah.
__ADS_1
"Duh, Ibu... kami... kami merasa sedih dan takut," kata Glen dengan suara lirih, mencoba menjelaskan perasaannya.
Josh menambahkan dengan suara bergetar, "Kami hanya mencari kenyamanan dan cinta darimu, Ibu. Kami butuh dukunganmu di tengah malam seperti ini."
Ria sedikit terkejut mendengar penjelasan mereka, dan perlahan-lahan ekspresinya berubah. Dia merasakan penyesalan atas respons marahnya yang tadi. Ria menyadari bahwa Glen dan Josh hanya mencari kehadirannya sebagai ibu yang penuh cinta.
Ria mengambil napas dalam-dalam dan merangkul kedua anaknya. "Maafkan Ibu, sayang. Aku salah bereaksi. Aku seharusnya lebih memahami perasaan kalian. Ayo, duduklah di sini dan beri tahu Ibu apa yang sedang kalian rasakan."
__ADS_1
Glen dan Josh, meskipun masih terisak, merasakan kelegaan mendengar permintaan maaf dan kelembutan dari Ria. Mereka berbagi perasaan mereka, menceritakan rasa cemas dan rindu yang mereka alami di tengah malam. Ria mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencoba memberikan dukungan yang mereka butuhkan.
Dalam saat-saat itu, Ria menyadari pentingnya mendengarkan dan memahami anak-anaknya dengan sabar, bahkan di tengah malam yang gelap. Dia berjanji untuk lebih sensitif terhadap kebutuhan mereka dan memberikan dukungan yang penuh cinta, tanpa marah atau kekecewaan. Momen itu menjadi titik balik dalam hubungan mereka, menunjukkan pentingnya saling mengerti dan mendukung satu sama lain di setiap saat.