Paksaan Pernikahan Dengan Duda

Paksaan Pernikahan Dengan Duda
Pengadilan


__ADS_3

Ria merasakan kemarahan yang membara di dalam dirinya saat ia diusir dengan keras dari kediaman Arsa ketika mencoba menemui anak-anaknya. Ia merasa jantungnya berdegup kencang, dan wajahnya memancarkan amarah yang sulit dia kendalikan.


"Dia tidak berhak melarangku bertemu dengan anak-anakku!" desis Ria dengan suara gemetar, tatapan matanya penuh dengan kemarahan. "Aku adalah ibu mereka, aku memiliki hak untuk melihat mereka!"


Namun, pintu yang tertutup rapat di hadapannya adalah bukti bahwa Arsa tidak ingin memberinya kesempatan apa pun. Rasa putus asa melanda Ria, dan amarahnya semakin memuncak.


"Dia pikir dia bisa menghancurkan hubunganku dengan anak-anakku," gumam Ria dengan nada tajam. "Tapi dia salah. Aku akan melawan dengan segala cara!"


Walaupun marah dan penuh kekecewaan, Ria tahu bahwa dia harus mengendalikan emosinya dan menemukan cara lain untuk menghadapi situasi ini. Dia memutuskan untuk mencari jalan hukum untuk mendapatkan hak akses kepada anak-anaknya.


"Dia tidak akan menutup pintu ini untuk selamanya," ujar Ria dengan tekad. "Aku akan menggunakan segala cara yang tersedia untuk melawan dan mendapatkan hakku sebagai seorang ibu."


Dengan langkah tegap dan hati yang penuh tekad, Ria melangkah menjauh dari pintu yang tertutup itu. Dia tahu bahwa perjuangan untuk mendapatkan hak akses kepada anak-anaknya tidak akan mudah, tetapi dia siap untuk melawan dan membuktikan bahwa dia adalah ibu yang peduli dan pantas untuk hadir dalam kehidupan mereka.

__ADS_1


***


Konflik antara Arsa dan Ria mencapai titik puncak ketika Ria dengan mantap memutuskan untuk membawa kasus ini ke pengadilan guna mendapatkan hak asuh Josh. Mereka berdua duduk di ruang tamu, wajah mereka penuh dengan ketegangan dan emosi yang membara.


"Aku sudah cukup!" ujar Ria dengan suara lantang, matanya terpancar determinasi. "Aku tidak akan membiarkanmu terus membatasi aksesku kepada anakku. Aku akan membawa kasus ini ke pengadilan, dan mereka akan melihat bahwa aku adalah ibu yang pantas untuk merawat Josh!"


Arsa, meskipun sedikit terkejut dengan keputusan Ria, tetap tegar. "Jangan berpikir bahwa kamu bisa dengan mudah mengambil hak asuh Josh dariku," katanya dengan tegas. "Aku telah merawatnya selama ini dan memberikan yang terbaik untuknya."


Kedua belah pihak saling menatap dengan intensitas, perselisihan antara mereka mencapai puncaknya. Keputusan Ria untuk membawa kasus ini ke pengadilan membuat konflik semakin rumit dan kompleks.


"Kau takkan pernah berhasil!" jawab Arsa dengan nada yang penuh dengan kepasrahan dan ketegangan. "Aku akan melawan dengan segala yang aku punya untuk melindungi Josh."


Dengan kata-kata terakhir itu, suasana di ruangan tersebut menjadi tegang. Perjuangan untuk mendapatkan hak asuh Josh akan memasuki babak baru yang akan menguji kekuatan dan tekad mereka.

__ADS_1


Arsa merasa emosi yang membara saat Ria membawa kasus ini ke pengadilan. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh masa lalu yang pahit.


"Kau ingat saat itu, Ria?" tanya Arsa dengan suara bergetar, tatapan matanya menembus ke dalam jiwa Ria. "Ketika aku masih belum memiliki apa-apa, dan kau memilih untuk pergi meninggalkanku?"


Ria menatap Arsa dengan wajah penuh penyesalan, namun ia tetap tegar. "Aku tahu bahwa itu adalah kesalahan besar yang aku buat dulu," ucapnya dengan suara serak. "Tapi aku sudah berubah sekarang, Arsa. Aku ingin memperbaiki segalanya dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak kita."


Arsa menggelengkan kepalanya, namun kekecewaannya terpancar jelas. "Kamu datang kembali setelah bertahun-tahun, Ria. Apakah kamu berpikir semua bisa kembali seperti sedia kala? Apa yang kamu harapkan?"


Ria memegang tangan Arsa dengan lembut, mencoba menyampaikan rasa penyesalannya. "Aku tahu bahwa tidak mudah untuk menghapus masa lalu, tapi aku berjanji bahwa aku akan berbuat lebih baik kali ini. Aku tidak ingin kehilangan Josh lagi."


Arsa melepaskan genggaman Ria dengan tegas. "Ini bukan hanya tentangmu dan aku, Ria. Ini tentang kehidupan anak-anak kita. Aku tidak akan membiarkan keputusan pengadilan menghancurkan segalanya yang sudah kami bangun selama ini."


Percakapan mereka berlangsung dalam ketegangan yang mendalam. Masa lalu yang pahit menjadi bayang-bayang yang sulit untuk dihilangkan. Keputusan pengadilan akan menjadi penentu nasib keluarga mereka, namun Arsa bertekad untuk melindungi anak-anaknya, terlepas dari perjalanan yang telah mereka lalui.

__ADS_1


__ADS_2