Paksaan Pernikahan Dengan Duda

Paksaan Pernikahan Dengan Duda
Pertemuan Glen, Josh, dan Ria


__ADS_3

Arsa mengambil nafas dalam-dalam, mempersiapkan dirinya untuk momen yang penting ini. Dia menghadap Josh dan Glen, yang duduk di ruang tamu dengan ekspresi campuran antara penasaran dan ketegangan. "Josh, Glen, ada seseorang yang ingin aku kenalkan kepada kalian," ucap Arsa dengan suara yang lembut namun penuh arti.


Josh dan Glen saling pandang, kemudian menoleh kepada Arsa dengan rasa penasaran yang semakin memuncak. Mereka ingin tahu siapa orang yang begitu penting bagi Ayah mereka.


Arsa melangkah maju, memberikan ruang untuk Ria. "Ini adalah Ria, ibu kalian," kata Arsa, suaranya menggema di ruangan itu.


Josh dan Glen menatap Ria dengan campuran perasaan. Ada kebingungan, rasa ingin tahu, dan juga kehati-hatian dalam pandangan mereka. Mereka merasakan ketidakpastian di udara, namun juga mencoba membuka hati mereka terhadap kehadiran Ria.


Ria, dengan rasa harap dan rasa bersalah yang terpancar dari matanya, berkata, "Josh, Glen, aku tahu aku telah membuat banyak kesalahan dan meninggalkan kalian. Saya ingin memperbaiki segalanya, jika kalian membiarkanku."


Josh menatap Ria dengan tajam, mencoba mencari kejujuran dalam kata-katanya. "Apa yang membuatmu berubah? Mengapa kamu kembali sekarang?"


Ria menarik napas dalam-dalam, mencoba menemukan kata-kata yang tepat. "Aku menyadari kesalahanku dan merasa sangat menyesal. Aku berubah, dan aku ingin mendapatkan kembali hubungan kita sebagai keluarga. Saya ingin membangun kembali ikatan antara kita."

__ADS_1


Glen, yang masih menyimpan sejumput keraguan, bertanya dengan lembut, "Apakah kamu akan tetap bersama kami? Apakah kamu akan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kita?"


Ria menatap kedua anaknya dengan tulus. "Ya, aku berjanji. Aku ingin menjadi bagian dari kehidupan kalian, mendukung kalian, dan mengisi kekosongan yang ada selama ini. Aku ingin memperbaiki kesalahan dan menjadi ibu yang kalian butuhkan."


Josh dan Glen saling pandang sejenak, kemudian tersenyum dengan ragu. Mereka tahu bahwa proses ini tidak mudah, tetapi mereka juga merasa ada keinginan di dalam hati mereka untuk memberikan kesempatan kedua kepada ibu mereka.


"Ayah, apakah kamu mendukung ini?" tanya Josh kepada Arsa, mencari persetujuan dan bimbingan dari Ayahnya.


Arsa memandang kedua anaknya dan kemudian kepada Ria dengan ekspresi penuh kebijaksanaan. "Anak-anak, ini adalah keputusan yang penting. Kalian perlu mendengarkan hati kalian sendiri dan membuat keputusan yang terbaik bagi diri kalian sendiri. Aku akan mendukung apa pun keputusan kalian."


mereka, kerinduan untuk memiliki hubungan yang utuh dengan ibu mereka. Dalam perjalanan mereka mencari jawaban, mereka menyadari bahwa mereka juga merindukan kedua orangtua mereka bersama-sama, jika itu mungkin.


Mereka saling pandang sekali lagi, kemudian memberikan senyuman kecil kepada Ria. "Kita akan mencoba, Ibu," kata mereka hampir serempak, memberikan kesempatan kedua kepada Ria.

__ADS_1


Ria tersenyum dengan haru, menangis bahagia dalam hati. Dia tahu masih ada banyak yang harus dia kerjakan untuk memperbaiki hubungan mereka, tetapi ini adalah awal yang baru, kesempatan kedua yang dia anggap sebagai anugerah.


Dalam ruangan yang penuh dengan harapan dan rasa damai, mereka duduk bersama, memulai perjalanan panjang menuju rekonsiliasi dan membangun kembali ikatan keluarga yang telah terputus begitu lama.


Laura tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya ketika melihat Ria semakin akrab dengan Glen dan Josh. Hati Laura berdesir, khawatir bahwa Ria akan merebut kembali tempatnya di hati kedua anak itu. Namun, sebelum rasa cemburu itu menguasai dirinya, Arsa merasa kekhawatiran Laura dan meraih tangannya dengan lembut.


Dengan tatapan yang penuh kasih, Arsa mengucapkan kata-kata yang menenangkan, "Laura, aku tahu apa yang kamu rasakan. Tapi percayalah, ini hanya sementara. Kita harus memberikan kesempatan kepada Ria untuk memperbaiki hubungannya dengan anak-anaknya. Kita akan tetap bersama dan mendukung satu sama lain dalam proses ini."


Laura merasakan kehangatan dalam genggaman tangan Arsa. Matanya memandang wajahnya yang penuh cinta dan keyakinan. Meskipun hatinya masih gelisah, ia memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada Arsa dan Ria untuk memperbaiki hubungan keluarga mereka. Laura tahu bahwa ini adalah langkah penting dalam membangun keluarga yang utuh.


Dengan sedikit lega, Laura mengangguk perlahan. "Aku percaya padamu, Arsa. Kita akan menghadapi ini bersama-sama dan tetap saling mendukung. Kita adalah keluarga sekarang."


Saling tersenyum, Arsa dan Laura menyadari bahwa mereka masih memiliki banyak perjalanan dan tantangan di depan mereka. Namun, mereka juga tahu bahwa dengan cinta dan komitmen mereka satu sama lain, mereka dapat mengatasi segala rintangan dan membangun masa depan yang lebih baik, baik untuk mereka berdua maupun untuk Glen dan Josh.

__ADS_1


Dalam kebersamaan mereka, Laura merasakan kehangatan yang muncul di dalam hatinya, dan keyakinan bahwa keluarga mereka akan melewati ujian-ujian ini dan tumbuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


__ADS_2